El Matador

Gambar: supastrikas.com

Anak saya, Arka (7 tahun), sangat suka dengan film seri Supa Strikas yang ditayangkan melalui saluran Disney Channel. Mau tidak mau, saya sering kadang ikut menonton serial favoritnya ini. Meskipun tidak terlalu menggemari sepak bola, saya cukup terhibur menonton film ini karena adanya berbagai aksi fantastis (yang kadang muskil dilakukan dalam dunia nyata) yang diperagakan oleh para pemain seperti Shake, El Matador, Cool Joe, dan Tiger. Tolong jangan tanya mengapa saya bisa hafal nama-nama mereka.

Salah seorang tokoh dalam serial ini, El Matador, sangat gila sanjungan. El Matador bergantung kepada sorak-sorai dari para pendukungnya untuk dapat bermain dengan bagus. Dalam salah satu episode, klub Supa Strikas mendapat sanksi tidak boleh disaksikan para pendukungnya saat bermain. El Matador pun bak singa ompong: ia kehilangan kemampuan bermainnya.

Baca pos ini lebih lanjut

Iklan

Tagar

tanda-pagar Dalam bahasa Inggris, kata majemuk hashtag adalah suatu label (tag) berupa suatu kata yang diberi awalan tanda pagar (hash sign; number sign) dalam pesan pada layanan mikroblog. Neologisme ini lahir sekitar akhir tahun 2007 sebagai konvensi khalayak dengan tujuan untuk menciptakan pengelompokan pesan dan mengambil model dari pelabelan kanal IRC dan Jaiku.

Seperti biasa, kesulitan muncul sewaktu mencoba mengindonesiakan istilah baru. Apa istilah bahasa Indonesia yang pas untuk hashtag?

Baca pos ini lebih lanjut

Bahasa Kita

BahasaKita Beberapa hari yang lalu, saya berkesempatan bertemu dengan Mbak Wieke Gur, pendiri situs Bahasa Kita (BK), sumber informasi yang praktis bagi penutur asing, turis, tenaga kerja asing, guru, dan siapa pun yang sedang belajar dan mencintai bahasa Indonesia di seluruh dunia. Selain sebagai pendiri situs BK, lulusan Fakultas Ekonomi UI yang telah beberapa tahun bermukim di Australia ini juga dikenal sebagai seorang penulis lagu dan telah beberapa kali menulis tentang bahasa Indonesia di kolom bahasa KOMPAS. Sungguh suatu kehormatan bagi saya untuk dapat bersua dan berbincang langsung dengan Mbak Wieke.

Baca pos ini lebih lanjut

#twitalk

Pada hari Kamis, 20 Mei 2010 yang lalu, saya mendapat kehormatan dari @pungkas (Pungkas Riandika), sang penggagas acara #twitalk, untuk menjadi narasumber pada acara keempatnya. #twitalk adalah

… program wawancara seorang tokoh via Twitter. Obrolan ringan dan ceria bersama narasumber yang mampu membuka wawasan baru.

Program twawancara (twa·wan·ca·ra k.b. wawancara melalui Twitter) ini dilaksanakan setiap hari Kamis malam pukul 21.00 (atau berdasarkan kesepakatan) dan diresmikan namanya pada tanggal 23 April 2010.  Acara pertama twawancara diadakan pada 29 Mei 2010 dengan narasumber pertama @triawan (Triawan Munaf). Setelah itu, @pungkas berturut-turut mewawancarai @sittakarina (Sitta Karina) pada 6 Mei 2010, dan @danrem (Daniel Rembeth) pada 13 Mei 2010.

Baca pos ini lebih lanjut

Kalimat efektif

Bagi pengguna Twitter, pembuatan kalimat yang efektif–selain efisien tentunya–adalah suatu keterampilan yang harus dimiliki. Hal ini yang mungkin membuat banyak pekicau akhirnya memilih untuk menggunakan bahasa Inggris dalam kicauannya: karena merasa bahwa kalimat dalam bahasa itu lebih efektif daripada kalimat dalam bahasa Indonesia. Saya pikir pendapat itu tidak benar dan mungkin disebabkan oleh kurangnya keterampilan kita dalam membuat kalimat efektif dalam bahasa Indonesia.

Baca pos ini lebih lanjut