Pindah ke rumah sendiri

Sumber gambar: YHTR

Sejak menikah pada tahun 2001, saya tinggal di rumah mertua. Pada awal tahun 2012, saya dan keluarga pindah ke rumah sendiri. Banyak hal yang biasanya tinggal kami terima beres kini harus kami urus sendiri, seperti menyiapkan perabot dan perlengkapan rumah, membeli keperluan rutin, dan membayar tagihan-tagihan rumah. Walaupun merepotkan dan menyita waktu, ternyata menyenangkan juga punya rumah sendiri.

Saat masih tinggal di rumah mertua tersebut, saya mulai merintis blog ini. Tak terasa lima tahun lebih telah berlalu sejak saya menerbitkan tulisan pertama — yang sangat pendek — di blog ini. Meskipun semangat menulis saya naik turun, sudah 220 tulisan yang berhasil saya terbitkan di sini sejak itu. Pada pertengahan tahun 2007 itu, saya memilih menginangi blog saya di wordpress.com karena lebih mudah ketimbang menyiapkan server sendiri. Ibarat menumpang tinggal di rumah orang, saya tinggal datang dan menggunakan fasilitas yang sudah disediakan oleh sang pemilik rumah maya ini.

Baca pos ini lebih lanjut

Batas

When you go to your limits, your limits will expand. (Robin Sharma, 2010, hlm. 98)

Sebenarnya saya jarang membaca buku-buku pengembangan pribadi (self-development) seperti buku The Leader Who Had No Title: A Modern Fable on Real Success in Business and in Life karya Robin Sharma. Namun, filsafat “memimpin tanpa jabatan” yang diusung oleh buku ini sangat mengena di hati saya. Saya pun memaksakan diri untuk membaca habis buku ini di sela-sela kesibukan kantor.

Seperti halnya berbagai buku lain dengan genre serupa, buku ini sarat dengan nasihat dan pernyataan bagus, yang sebenarnya sudah kita ketahui, tetapi kadang lupa. Contohnya kutipan pada awal tulisan ini yang saya terjemahkan menjadi, “Saat kita mendekati batas kita, batas itu pun akan mengembang.” Berdasarkan pengalaman saya, pernyataan itu benar belaka dan sudah beberapa kali saya buktikan.

Baca pos ini lebih lanjut

iKnow

iKnow adalah salah satu bentuk prakarsa manajemen pengetahuan di lingkungan APB Group. Prakarsa ini mulai dijalankan pada tanggal 2 Juli 2012 dan diterapkan dengan bentuk pengiriman surel harian berisi ringkasan pengetahuan yang diperoleh seorang individu pada hari itu dalam suatu topik tertentu.

Prakarsa ini ditujukan untuk mendokumentasikan pengetahuan kolektif perusahaan. Bagi para penulis, kegiatan ini bermanfaat untuk mengembangkan keterampilan menulis dan menstrukturkan pengetahuan yang dimiliki. Bagi orang lain dan perusahaan, kegiatan ini berfaedah untuk memperkaya pengetahuan kolektif dan mengurangi pengulangan kegiatan pencarian informasi yang sudah pernah dilakukan orang lain.

Baca pos ini lebih lanjut

Wisuda

Tadi siang, 8 September 2012, saya mengikuti acara syukuran dan pelepasan wisudawan pascasarjana Fasilkom UI di gedung Sabha Widya, kampus UI, Depok. Alhamdulillah, akhirnya perjalanan menempuh pendidikan selama tiga tahun berhasil saya tuntaskan dan gelar M.T.I. (Magister Teknologi Informasi) sudah berhak saya sandang. Terima kasih saya persembahkan kepada segenap dosen dan staf MTI UI yang telah sangat membantu dalam proses tersebut.

Baca pos ini lebih lanjut

Gurih

Mitos peta rasa: (1) pahit, (2) asam, (3) asin, dan (4) manis.

Gurih adalah salah satu dari lima rasa dasar, bersama dengan manis, asam, asin, dan pahit. Secara kimiawi, rasa gurih ditimbulkan oleh asam amino glutamat dan ribonukleotida yang terkandung dalam berbagai jenis makanan, termasuk daging, ikan, sayur, dan produk susu. Dalam bahasa Inggris dan berbagai bahasa lain seperti bahasa Prancis dan Spanyol, jenis rasa ini disebut umami, serapan dari bahasa Jepang. Kata gurih yang kita pakai untuk menggambarkan konsep umami ini berasal dari kosakata bahasa Jawa yang bermakna “enak rasanya”.

Baca pos ini lebih lanjut

Keandalan dan kesahihan

Dua konsep menarik yang saya pelajari sewaktu mengerjakan tesis tempo hari adalah keandalan (reliabilitas, reliability) dan kesahihan (validitas, validity) data. Secara sederhana, keandalan adalah kekonsistenan dan kestabilan data atau temuan, sedangkan kesahihan adalah kesesuaian antara objek penelitian dengan data yang dilaporkan. Hubungan kedua konsep ini dengan hasil penelitian dapat dilihat pada ilustrasi sasaran tembak (bullseye) di samping. Keandalan digambarkan dengan data yang terkumpul pada tempat yang sama, sedangkan kesahihan digambarkan dengan data yang mengenai sasaran tembak.

Baca pos ini lebih lanjut

Seni membaca

Menurut ibu saya, saya suka sekali membaca buku sewaktu kecil. Yang saya ingat, bacaan pertama saya adalah buku-buku karangan Enid Blyton seperti seri Lima Sekawan dan Pasukan Mau Tahu. Kesukaan membaca buku fiksi tersebut berlanjut dengan koleksi buku Nick Carter John GrishamMario Puzo, dan berbagai pengarang lain, hingga trilogi The Hunger Games yang baru selesai saya baca sekitar dua minggu yang lalu. Kecepatan saya kala membaca buku fiksi cukup tinggi. Satu buku setebal 500 halaman biasanya dapat saya selesaikan dalam waktu sekitar lima jam.

Baca pos ini lebih lanjut

Tesis

Pada hari Selasa, 19 Juni 2012 yang lalu, saya berhasil melewati sidang karya akhir pascasarjana di Magister Teknologi Informasi Universitas Indonesia (MTI UI). Meskipun ada beberapa perbaikan yang perlu dilakukan, dewan penguji yang terdiri dari Riri Satria (pembimbing), Yudho Giri Sucahyo, dan Budi Yuwono menerima tesis saya yang berjudul “Strategi Peningkatan Kualitas Ilmiah Wikipedia Bahasa Indonesia“. Alhamdulillah.

Sejak semester II dua tahun yang lalu, saya sudah berniat menjadikan keandalan Wikipedia sebagai topik karya akhir saya. Sebagai wikipediawan, saya resah melihat penolakan akademisi untuk menjadikan Wikipedia sebagai sumber rujukan. Padahal, saya sendiri hampir selalu menggunakan Wikipedia sebagai gerbang utama pembelajaran mengenai suatu topik. Saya yakin banyak orang lain yang melakukan hal yang sama.

Baca pos ini lebih lanjut

El Matador

Gambar: supastrikas.com

Anak saya, Arka (7 tahun), sangat suka dengan film seri Supa Strikas yang ditayangkan melalui saluran Disney Channel. Mau tidak mau, saya sering kadang ikut menonton serial favoritnya ini. Meskipun tidak terlalu menggemari sepak bola, saya cukup terhibur menonton film ini karena adanya berbagai aksi fantastis (yang kadang muskil dilakukan dalam dunia nyata) yang diperagakan oleh para pemain seperti Shake, El Matador, Cool Joe, dan Tiger. Tolong jangan tanya mengapa saya bisa hafal nama-nama mereka.

Salah seorang tokoh dalam serial ini, El Matador, sangat gila sanjungan. El Matador bergantung kepada sorak-sorai dari para pendukungnya untuk dapat bermain dengan bagus. Dalam salah satu episode, klub Supa Strikas mendapat sanksi tidak boleh disaksikan para pendukungnya saat bermain. El Matador pun bak singa ompong: ia kehilangan kemampuan bermainnya.

Baca pos ini lebih lanjut

In principio erat verbum

Pada awalnya adalah kata …

Indah nian adagium bahasa Latin itu
Dengan tepat menggambarkan kekuatan sang kata
Yang dapat menjadi mula sekaligus akhir
Menjalin frasa, klausa, kalimat, hingga wacana

Namun, sulit sekali tampaknya bagi para munsyi
Untuk bermufakat tentang kodrat sang kata
Bahkan buku babon tata bahasaku pun
Tiada bernas mengurai adverbia dan konjungsi

*puisi curhat seadanya sembari pulang naik taksi*

Jakarta, 21 Juni 2011

Gambar ciptaan Daniel Mitsui