Narablog

Sang mantan Presiden, entah tercolek apa, tiba-tiba berkicau tentang suatu neologisme baru yang terinspirasi oleh narasumber dan membuat saya takjub: narablog. Hebat! Setelah sekian lama istilah blogger sulit dicari padanan bahasa Indonesianya, tampaknya ini merupakan satu alternatif istilah yang baik dan terkesan cukup Indonesia.

Baca pos ini lebih lanjut

Posterous dan pembuatan blog melalui email

Posterous adalah suatu layanan atau platform blog baru yang memiliki keunikan dengan memberikan kemudahan penggunanya untuk mengirimkan entri blog melalui surat elektronik atau email. Fitur ini sangat membantu meruntuhkan hambatan bagi orang-orang yang malas menggunakan antarmuka pengisian blog, seperti saya, di situs-situs blog seperti wordpress.com, dll. Bagi saya pribadi, yang hampir tidak pernah menutup situs Gmail di Firefox, fitur ini membuat jadi lebih bersemangat menulis, walaupun mesti mengorbankan sedikit prinsip untuk hanya menggunakan format email teks biasa dan bukan format HTML.

Judul subjek email akan menjadi judul tulisan, sedangkan lampiran yang disertakan akan diproses dan ditampilkan sesuai jenis lampirannya. Pemrosesan yang dilakukan terhadap jenis berkas lampiran adalah sebagai berikut

  • Gambar (ekstensi JPG, PNG, dll) akan ditampilkan dengan menggunakan PSlideGallery dari prototype.
  • Audio (ekstensi MP3) akan ditampilkan dengan pemutar audio berbasis Flash yang tampaknya merupakan buatan mereka sendiri.
  • Pranala ke video di situs-situs seperti YouTube, Vimeo, dll akan ditampilkan dalam bentuk pemutar video terbenam (embedded video player).
  • Dokumen (ekstensi DOC, PDF, PPT) akan ditampilkan dengan penampil dokumen dari Scribd.

Saya belum menguji apa yang dilakukan oleh posterous jika melampirkan beberapa jenis berkas sekaligus dan juga apa yang dilakukan jika ekstensi berkas diganti (misalnya berkas presentasi diganti ekstensinya menjadi JPG). Mudah-mudahan sih pemrosesnya cukup cerdas.

Beberapa kekurangan yang terasa pada layanan baru yang dijalankan oleh dua orang ini (Sachin dan Garry) antara lain

  • Tidak adanya fitur “tag” atau “kategori” yang umum ditemukan dalam situs-situs blog. Ini sebenarnya menurut saya bisa diterapkan dengan memberikan sintaks khusus seperti misalnya “[[tags:xyz]]” pada isi artikel yang akan diproses dan ditampilkan dalam suatu format khusus. Posterous sudah menerapkan ini pada isi lain yang diberi sintaks seperti “[[posterous-content:xyz]]”.
  • Pemrosesan email dalam format teks tidak bekerja seperti diharapkan. Jika mengirim email melalui gmail (saya tidak tahu ketentuan pada klien email lain) dalam format teks, paragraf akan dipenggal setiap 76 karakter. Posterous dengan kurang pintar menerjemahkan ini menjadi breakline (tag HTML <br> ) sehingga tampilannya terlihat terpotong-potong. Seharusnya bisa digabungkan secara otomatis menjadi satu paragraf utuh.
  • Tidak adanya opsi untuk menampilkan waktu penulisan kiriman; yang ada hanya tanggal. Fitur ini cukup diperlukan terutama jika dalam sehari cukup banyak tulisan yang dikirimkan.
  • Kurangnya keamanan karena mudah sekali untuk menipu dengan seolah-olah membuat pengirim suatu email berasal dari alamat tertentu, walaupun FAQ posterous mengatakan “Email can easily be spoofed, but Posterous has come up with some ways to figure out if the email we receive comes from you.”

Di luar kekurangan-kekurangan tersebut, posterous tetap cerdik untuk memanfaatkan ceruk layanan baru yang dapat menarik perhatian pengguna dengan preferensi tertentu. Layanan ini layak dicoba, langsung cukup dengan mengirim email ke post@posterous.com. Selagi di sana, jangan lupa kunjungi blog “spam” saya di sana. Om JaF dan Om Aulia juga sudah punya akun di posterous, lho.

Tambahan (9/7/2008): Ada yang terlupa, multiply dan blogspot juga sebenarnya sudah cukup lama memiliki fitur pengiriman tulisan melalui email.