Perencanaan Sistem Manajemen

Tahap rencana (plan/P) dalam siklus PDCA sistem manajemen ISO digunakan untuk menentukan sasaran sistem dan proses. Sasaran itu bergantung pada sistem manajemennya, misalnya sasaran mutu untuk ISO 9001 atau sasaran antisuap untuk ISO 37001. Pada Annex SL, yaitu standar yang mengatur isi dan susunan klausul standar ISO, klausul perencanaan diletakkan pada klausul 6, setelah klausul 4 tentang konteks organisasi dan klausul 5 tentang kepemimpinan. Dua hal yang harus ada pada semua perencanaan sistem manajemen ISO adalah (1) risiko dan peluang serta (2) sasaran. Beberapa standar ISO menambahkan butir lain pada klausul 6 itu, misalnya tambahan perencanaan perubahan pada klausul 6.3 ISO 9001:2015.
Lanjutkan membaca “Perencanaan Sistem Manajemen”

Kepemimpinan dalam Sistem Manajemen

Klausul tentang kepemimpinan dicantumkan Annex SL (standar yang mengatur isi dan susunan klausul standar ISO) dalam klausul 5 setelah klausul 4 tentang konteks organisasi. Semua standar ISO yang mengikuti Annex SL–seperti ISO 27001 (keamanan informasi) dan ISO 22301 (kelangsungan usaha)–mensyaratkan adanya kepemimpinan manajemen puncak dalam penerapan sistem manajemen. Tiga elemen yang harus ada di dalam kepemimpinan sistem manajemen adalah komitmen, kebijakan, dan peran. Manajemen puncak harus (1) menunjukkan kepemimpinan dan komitmen, (2) menuangkan hal tersebut pernyataan kebijakan, serta (3) mendelegasikan tanggung jawab dan wewenang kepada peran-peran spesifik di dalam organisasi.

Lanjutkan membaca “Kepemimpinan dalam Sistem Manajemen”

Pemutakhiran KBBI Oktober 2019

Sudah menjelang pergantian hari, tetapi saya masih belum pulih seratus persen dari sakit. Meski demikian, target menulis tiap hari tetap harus saya penuhi. Tak elok kalau terlewat walau sehari. Semangat bisa kendur karenanya. Oleh sebab itu, izinkan saya untuk merangkum beberapa tulisan saya tentang pemutakhiran KBBI Oktober 2019 di beberapa media sosial sebagai bahan tulisan hari ini.

Lanjutkan membaca “Pemutakhiran KBBI Oktober 2019”

Dari Lisan Menjadi Tulisan

Sudah lebih dari dua pekan saya berhasil mendisiplinkan diri untuk menulis tiap hari. Tidak suang, tetapi juga tidak muskil. Alhamdulillah, saya sudah berhasil menemukan pola menulis yang efektif. Saya membuat tulisan sambil membayangkan sedang bercerita kepada kerabat atau sahabat. Yang berbeda hanya keluarannya. Kalau berbicara keluarannya adalah lisan, keluaran menulis adalah tulisan. Duh, kalimat terakhir itu sebenarnya kurang efektif karena mengulang kata dasar yang sama: tulis. Biarlah.

Lanjutkan membaca “Dari Lisan Menjadi Tulisan”

Lima Aspek Wacana

Tujuan akhir memupuk keterampilan bahasa adalah agar dapat menyampaikan wacana dengan baik. Wacana (discourse) adalah satuan bahasa terlengkap yang diwujudkan dalam bentuk lisan (obrolan, pidato, presentasi, dll.) ataupun tulisan (pesan singkat, artikel, laporan, dll.). Suatu wacana memiliki suatu topik yang dibahas secara berkesinambungan, kohesif, dan koheren sepanjang tuturan atau tulisan wacana tersebut. Berdasarkan pengalaman saya mengajar keterampilan bahasa untuk berbagai jenis wacana, ada lima aspek yang perlu diperhatikan untuk dapat menyampaikan suatu wacana dengan baik, yaitu tujuan, bahan, sistematika, media, dan format.
Lanjutkan membaca “Lima Aspek Wacana”

Konteks Organisasi

Langkah pertama yang mesti dilakukan organisasi sebelum menerapkan sistem manajemen apa pun ialah memahami konteks organisasi. Pemahaman terhadap konteks membuat organisasi dapat lebih memahami kondisi mereka saat ini sebelum mulai melangkah. Hampir semua standar sistem manajemen ISO–seperti ISO 9001, ISO 14001, dan ISO 45001–mensyaratkan pemahaman terhadap konteks organisasi. Annex SL, standar yang mengatur isi dan susunan klausul ISO, menaruh konteks organisasi pada klausul 4. Ada empat hal yang perlu diperhatikan di dalam pemahaman konteks organisasi, yaitu isu, persyaratan, lingkup, dan sistem.
Lanjutkan membaca “Konteks Organisasi”

Milenial, Kata Tahun Ini 2019

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) menetapkan kata “milenial” sebagai Kata Tahun Ini (KTI) 2019 melalui taklimat media (media briefing) pada 6 Januari 2020. Penetapan KTI itu merupakan yang pertama bagi Badan Bahasa. Sementara itu, dalam bahasa Inggris, Oxford University Press memilih “climate emergency” sebagai Word of the Year (WOTY) 2019, sedangkan Merriam-Webster menentukan “they” sebagai WOTY 2019. Sebagai tambahan, warganet Twitter negara +62 mendaulat “ambyar” sebagai #KataTerpopuler 2019.
Lanjutkan membaca “Milenial, Kata Tahun Ini 2019”

Manajemen Risiko dengan ISO 31000:2018

Bagian tersulit dalam penerapan manajemen risiko di Indonesia adalah mengubah budaya “bagaimana nanti” menjadi “nanti bagaimana”. Kita lebih terbiasa menangani masalah ketika terjadi ketimbang mengurangi kemungkinan risiko atau bersiap menghadapi dampaknya. Padahal, mencegah lebih baik daripada mengobati. Ketika kita ingin menggapai suatu tujuan, kita perlu melakukan hal-hal guna menjamin pencapaian tujuan tersebut. Itulah esensi dari manajemen risiko, yaitu bagaimana mengelola ketidakpastian di dalam pencapaian sasaran.
Lanjutkan membaca “Manajemen Risiko dengan ISO 31000:2018”

Keterampilan Bahasa Praktis di Dunia Kerja

Tanpa keterampilan bahasa, si Pintar tampak dungu. Sebaliknya, si Dungu tampak pintar dengan bermodal lidah yang fasih atau pena yang tajam. Ketika memasuki dunia kerja, seseorang harus dapat mengungkapkan gagasannya dengan efektif. Dari empat keterampilan bahasa dasar (menyimak, berbicara, membaca, dan menulis), ada empat keterampilan bahasa praktis yang perlu dikuasai oleh seorang pekerja profesional, yakni membuat surat, menyusun laporan, menyajikan presentasi, dan melaksanakan rapat.

Lanjutkan membaca “Keterampilan Bahasa Praktis di Dunia Kerja”