Penggunaan dsb., dll., serta dst.

Pada suatu uraian yang berupa perincian, kita dapat menggunakan ungkapan “dan sebagainya” (dsb.), “dan lain-lain” (dll.), serta “dan seterusnya” (dst.). Selama ini saya menggunakan ketiga ungkapan tersebut dengan prinsip manasuka, kadang demi alasan keragaman: pada satu tempat saya pakai dll., sementara pada tempat lain saya pakai dst., tanpa memandang sifat daftar tersebut. Ternyata, menurut buku Buku Praktis Bahasa Indonesia Jilid 2 Edisi Kedua (2007) terbitan Pusat Bahasa (sekarang Badan Bahasa), ketiga ungkapan ini memiliki makna yang berbeda.

Sebelum membahas makna masing-masing, perlu diingat bahwa menurut Pedoman EYD tentang penulisan singkatan dan akronim, ketiga bentuk ini ditulis dengan diikuti oleh satu tanda titik karena merupakan singkatan umum yang terdiri atas tiga huruf atau lebih. Pedoman tersebut tidak menjelaskan bagaimana aturan pemakaian tanda titik penutup singkatan ini jika diikuti oleh tanda baca lain. Menurut saya, jika tanda baca yang mengikutinya juga berupa tanda titik (pada akhir kalimat biasa), cukup satu tanda titik saja yang digunakan. Sebaliknya, jika yang mengikuti tanda titik penutup singkatan ini adalah tanda baca lain (tanda tanya, tanda seru, tanda titik dua, dsb.), tanda titik dan tanda baca lain tersebut tetap ditulis berurutan.

Berikut perbedaan antara ketiga ungkapan tersebut:

  • Ungkapan “dan sebagainya” (dsb.) digunakan pada perincian yang bentuknya sejenis. Misalnya: Hadiah yang diperebutkan pada sayembara itu adalah televisi, radio, video, dsb.
  • Ungkapan “dan lain-lain” (dll.) digunakan pada perincian yang beragam atau berbeda. Misalnya: Asap tebal itu berasal dari hutan yang terbakar, juga berasal dari kendaraan bermotor, cerobong pabrik, dll.
  • Ungkapan “dan seterusnya” (dst.) digunakan pada perincian yang berjenjang atau yang berkelanjutan secara berurutan. Misalnya: Para siswa diminta mempelajari buku Matematika dari Bab I, II, III, dan seterusnya.

Ungkapan “dan lain sebagainya” tidak dianjurkan untuk digunakan dalam komunikasi resmi karena ungkapan itu rancu dan merupakan gabungan dari “dan lain-lain” dengan “dan sebagainya”.

Menurut saya, pembedaan penggunaan “dst.” dengan yang lain cukup mudah. Namun, pembedaan antara “dsb.” dan “dll.” agak sulit dilakukan dan dapat bersifat subjektif. Butir-butir suatu perincian bisa saja saya anggap sejenis, sementara orang lain menganggap berbeda jenis. Jadi, cara pemakaiannya tetap terserah kepada para pengguna bahasa Indonesia. Yang penting, kita tahu bahwa sebenarnya ada perbedaan makna antara ungkapan-ungkapan ini.

Perihal Ivan Lanin
Wikipediawan, pencinta bahasa Indonesia, dan pendukung Creative Commons.

12 Responses to Penggunaan dsb., dll., serta dst.

  1. Ahnan Alex mengatakan:

    Terima kasih, Mas Ivan. Teruskan perjuangan!

  2. Asop mengatakan:

    Oh, dosen saya di kampus malah melarang kami mahasiswanya menggunakan singkatan ini.
    Beliau bilang tak ada ejaan baku yang disingkat dan “jangan jadi orang malas!” :mrgreen:

  3. Nanda Firdausi mengatakan:

    Ungkapan “dan sebagainya” (dst.) -> typo: dsb.

  4. Panji mengatakan:

    Ada lagi hal penting Mas Ivan, terkait dengan sintaksis. Penggunaan dsb. dll. dan kawan-kawan tidak diperkenankan diawali dengan “misalnya” atau kata pengualifikasi semacamnya. Contoh: “Bakteri E. coli ditemukan misalnya pada mentimun, tomat, paprika, dll.” tidaklah logis penggunaannya karena “misalnya” hanya untuk menyebut suatu bagian saja; sebaiknya kalimat tersebut menjadi “Bakteri E. coli misalnya ditemukan pada mentimun, tomat, dan paprika.”

    • Ivan Lanin mengatakan:

      Trims, Mas Panji. Saya belum terbiasa dengan pedoman “tidak menambahkan dll., dsb., dan dst. pada uraian yg diawali dgn ‘misalnya'” ini, tapi saya pikir memang logis.

      • Haqi K. mengatakan:

        Dalam dunia editing, para editor terkemuka juga memilih salah satu (‘misalnya’ atau ‘dll. cs’). Ini dianggap sebagai salah satu bentuk efektivikasi atau pengefektifan kalimat, yaitu kaidah penghematan. Jadi, secara kasar, kasusnya mirip dengan ‘sangat hebat sekali’ yang diefektikan menjadi ‘sangat hebat’ atau ‘hebat sekali’.

  5. Ping-balik: Penggunaan “dsb., dll.,” serta “dst.” Yang Baik dan Benar | Any Althoufunnisa

  6. belalang cerewet mengatakan:

    Terima kasih, Om Ivan 🙂

  7. Evita mengatakan:

    koreksi mas Ivan, setahu saya sebelum penggunaan kata ”dan” tidak ada koma.
    Saya membeli deterjen, s

  8. Evita mengatakan:

    koreksi mas Ivan, setahu saya sebelum penggunaan kata ”dan” tidak ada koma.
    Saya membeli deterjen, sabun mandi, sabun cuci piring dan spons pembersih.
    CMIIW 😊😊😊

  9. dsb dan dll sepertinya suka ketuker atau ga tertib penggunaan, suka-suka aja, saya sih gitu hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: