Tagar

tanda-pagar Dalam bahasa Inggris, kata majemuk hashtag adalah suatu label (tag) berupa suatu kata yang diberi awalan tanda pagar (hash sign; number sign) dalam pesan pada layanan mikroblog. Neologisme ini lahir sekitar akhir tahun 2007 sebagai konvensi khalayak dengan tujuan untuk menciptakan pengelompokan pesan dan mengambil model dari pelabelan kanal IRC dan Jaiku.

Seperti biasa, kesulitan muncul sewaktu mencoba mengindonesiakan istilah baru. Apa istilah bahasa Indonesia yang pas untuk hashtag?

Entah mengapa, hash sign belum punya padanan resmi dalam bahasa Indonesia. Istilah tanda pagar yang biasa digunakan ternyata belum ada entrinya dalam KBBI. Di sisi lain, istilah tag cukup lazim dipadankan dengan tanda atau label. Jika kedua padanan ini digabung membentuk kata majemuk, lahirlah istilah tanda tanda pagar atau label tanda pagar karena pola MD (menerangkan-diterangkan) bahasa Inggris umumnya dibalik menjadi pola DM (diterangkan-menerangkan) jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

Proses abreviasi tampaknya tak dapat dihindari karena istilah bentukan tersebut masih terlalu panjang. Akhirnya, lahirlah istilah tagar ([tanda] tanda pagar) yang pertama kali digunakan dalam tulisan blog oleh @heyDian dan @alderina pada 9 Juni 2010.

Lema tagar sudah ada dalam KBBI dengan makna “(bunyi) guruh atau guntur”. Ini tidak harus menjadi halangan karena perluasan makna dan pembentukan homonim adalah hal yang umum dan tidak tabu dalam bahasa. Ambil contoh pemberian makna baru pada kata canggih pada sekitar dasawarsa 1980-an: dari makna asal “cerewet”, kata ini diperluas maknanya menjadi padanan kata sophisticated atau bermakna rumit dalam konteks keteknikan.

Jadi, entri yang diusulkan untuk diubah dan ditambahkan pada KBBI V adalah

ta·gar n 1 (bunyi) guruh atau guntur: ~ mendayu-dayu antara ada dan tidak ada bunyinya; 2 Inet label berupa suatu kata yang diberi awalan tanda pagar dalam pesan pada layanan mikroblog: bubuhkan ~ #bahasaku pada semua pesanmu;

tan·da pa·gar n tanda (#) untuk melambangkan “nomor” atau “bernomor”: butir #3 pada daftar tersebut;

Sumber gambar: Icons etc.

Iklan

Perihal Ivan Lanin
Wikipediawan, pencinta bahasa Indonesia, dan pendukung Creative Commons.

11 Responses to Tagar

  1. didut says:

    Ok banget nih gan hihi~

  2. andytanamas says:

    baiklah, kita sebarkan istilah #tagar

  3. jensen99 says:

    Intinya kata tagar lebih hemat dua karakter daripada kata hashtag. Makin pendek makin bagus tuk twitteran. :mrgreen:

  4. kevan dharma says:

    sip..
    informasi yang bagus..hehe

    jangan lupa berkunjung juga ke blog saya
    kevan dharma

  5. Koje says:

    Oh nama lainnya #tagar…??
    mirip pagar yaa…?? hehehe

  6. makin banyak padanan kata dari english, akan makin “kuat” bahasa Indonesia untuk bisa jadi salah satu bahasa dunia 🙂

  7. araubintang says:

    TAGAR menurut cerita orang tua dulu (dari daerah Pagaralam, Besemah) Sum-Sel, adalah sejenis hewan yang suaranya gemuruh seperti guntur tapi dimusim kemarau, setelah banyak padang alang-alang yang terbakar dia akan mendarat kepadang untuk makan abunya.
    Allahu ‘alam…..

  8. budi satria says:

    kalo timeline apa ya padanan katanya?
    thanks

  9. Ping-balik: Rehat, rihat, dan rahat « nan tak (kalah) penting

  10. Ping-balik: Kita Bukan Bangsa Biadab! « the Journal

  11. Ping-balik: Sejarah Twitter « dytogames

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: