Glosarium kata tidak baku versus kata baku

Banyak kata (seharusnya lebih tepat digunakan istilah lema) dalam bahasa Indonesia yang sering salah dieja oleh penutur bahasa Indonesia. Contohnya adalah analisa, praktek, apotik, himbau, dan resiko. Kata-kata tersebut digunakan luas di masyarakat, bahkan kadang oleh media massa, padahal yang baku menurut KBBI masing-masing adalah analisis, praktik, apotek, imbau, dan risiko. Di KBBI, kata yang tidak baku kadang dapat ditemukan dan ditandai dengan rujukan ke kata bakunya.

Baca pos ini lebih lanjut

Kateglo

Sebagai pengguna bahasa Indonesia, rujukan yang selalu saya gunakan adalah glosarium dan KBBI daring dari Pusat Bahasa. Glosarium saya gunakan untuk mengecek terjemahan suatu lema bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, sedangkan KBBI saya gunakan untuk mengecek apakah kata terjemahan di glosarium tersebut benar telah masuk dalam kamus, karena kadang ditemukan suatu kata yang belum pernah saya ketahui sebelumnya. Seperti “evergreen” yang diterjemahkan menjadi “malar hijau”. Ehm, malar?

Baca pos ini lebih lanjut

kamus dan glosarium bahasa Indonesia

Agak terlambat saya mengetahuinya, tapi rupanya sekitar awal Februari 2008, Pusat Bahasa telah menyediakan Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring (dalam jaringan) di situs mereka yang basis datanya diambil dari KBBI edisi III. Layanan glosarium yang telah ada sebelumnya pun telah diperbaharui tampilannya dan (tampaknya) diperbanyak koleksinya dari sekitar 40 ribu frasa menjadi 180 ribu frasa istilah dari berbagai bidang ilmu.

Langsung terasa sekali manfaatnya. Biasanya saya hanya dapat mengandalkan glosarium untuk mengecek terjemahan suatu frasa dalam bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia. Kadang dirasakan bahwa terjemahan tersebut janggal atau belum pernah didengar. KBBI berperan sekali dalam hal ini untuk pengecekan silang untuk frasa-frasa yang diragukan tersebut.

Contoh terkini adalah sewaktu menulis mengenai Crustacea. Duh, apa ya terjemahan “barnacle” dalam bahasa Indonesia? Mudahnya sih memang tanya ke Kembangraps 🙂 Tapi tenyata pencarian melalui glosarium menghasilkan “teritip”. Huh? Teritip? Apaan tuh?

KBBI pun berkata:

te·ri·tip n siput kecil yg suka melekat pd dasar perahu

Fiuh, akhirnya, penantian telah usai.