Kateglo

Sebagai pengguna bahasa Indonesia, rujukan yang selalu saya gunakan adalah glosarium dan KBBI daring dari Pusat Bahasa. Glosarium saya gunakan untuk mengecek terjemahan suatu lema bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, sedangkan KBBI saya gunakan untuk mengecek apakah kata terjemahan di glosarium tersebut benar telah masuk dalam kamus, karena kadang ditemukan suatu kata yang belum pernah saya ketahui sebelumnya. Seperti “evergreen” yang diterjemahkan menjadi “malar hijau”. Ehm, malar?

Sering pula saya membutuhkan padanan suatu kata untuk mencegah kebosanan menggunakan kata yang itu-itu juga. Untung ada buku Tesaurus Bahasa Indonesia yang menjadi pemenuh dahaga untuk kebutuhan ini, meskipun belum dalam bentuk elektronik.

Seperti biasa dong, manusia tidak pernah puas. Saya ingin satu tempat yang dapat digunakan untuk melakukan ketiga hal tersebut sekaligus: mencari terjemahan istilah suatu bidang tertentu (glosarium), mengetahui definisi suatu lema (kamus), serta mencari padanan katanya (tesaurus). Dan tentu saja harus dalam bentuk elektronik agar mudah diakses dari mana saja, terutama dari peranti bergerak saya.

Maka, lahirlah Kateglo pada 9 Mei 2009.

Kateglo, yang namanya merupakan akronim dari “kamus”, “tesaurus”, dan “glosarium”, adalah suatu layanan web yang menyediakan definisi, sinonim, antonim, lema bentukan, serta glosarium terkait suatu kata atau frasa. Isi Kateglo diharapkan dibangun bersama oleh para kontributornya, karena bahasa adalah konsensus para pengguna bahasa tersebut.

Kateglo merupakan aplikasi sumber terbuka berbasis PHP dan berbasis data MySQL dengan lisensi GPL. Isinya sendiri berlisensi CC-BY-NC-SA (Creative Commons Attribution Non Commercial ShareAlike), atau dengan bahasa awam: diizinkan untuk menyalin, menyebarkan, atau mengadaptasi isi Kateglo dengan bebas asal mencantumkan sumber isi, bukan untuk tujuan komersial, dan dalam lisensi yang sama atau serupa dengan lisensi ini. Mengapa? Karena saya percaya bahwa Kateglo merupakan hajat hidup orang banyak yang tidak layak dibelenggu dengan hak cipta.

Tak terasa sudah satu bulan usia bayi Kateglo ini. Tak disangka sangat besar antusiasme penggiat Internet terhadap layanan seperti ini. Tanpa publikasi yang terlalu banyak, saat ini jumlah tampilan halaman per hari Kateglo sudah lebih dari seribu! Senang rasanya jika suatu karya dapat bermanfaat bagi banyak orang.

Namun, masih banyak hal yang harus dilakukan sebelum sasaran tenggat tiga bulan fase beta Kateglo berakhir pada bulan Agustus. Pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan antara lain:

  1. Konsep kontribusi pengguna yang dapat menyeimbangkan antara partisipasi pengguna yang luas dengan pemastian kelayakan isi.
  2. Izin dari Pusba untuk melisensikan isi dari mereka sesuai dengan CC-BY-NC-SA agar dapat secara luas dimanfaatkan publik.
  3. Penataan tampilan yang lebih menarik, ramah pengguna, serta tinggi kebergunaannya.
  4. Algoritma pengecekan ketaatasasan penyerapan istilah di glosarium.

Gajah di pelupuk mata tak terlihat, semut di seberang lautan kejauhan. Tanpa kritik dan saran, Kateglo tidak akan dapat berkembang banyak. Terima kasih yang sebesar-besarnya diberikan saat ini untuk Romi, Femmy, Steven, Bu Sofia, Bu Daisy, dan seluruh anggota milis Bahtera yang sangat membantu dalam kelahiran Kateglo.

Semoga rintisan ini dapat berguna untuk perkembangan bahasa Indonesia dan membantu tugas Pusat Bahasa.

Perkembangan #1: Rama dari DailySocial menulis tentang Kateglo.

Perkembangan #2: Mas Iwank dari Majalah Tempo menulis tentang Kateglo.

Perkembangan #3: Anita dari JakartaGlobe menulis tentang Kateglo.

Iklan

Perihal Ivan Lanin
Wikipediawan, pencinta bahasa Indonesia, dan pendukung Creative Commons.

17 Responses to Kateglo

  1. Cak Mus says:

    Kehadiran ‘kateglo’ sama manfaatnya seperti listrik masuk desa, membuat yang tadinya gelap jadi terang benderang. Salam hormat untuk para penggagas dan pengembangnya.

  2. Ivan Lanin says:

    Terima kasih. Semoga semua “peer”-nya bisa segera selesai juga 🙂

  3. -peng says:

    keren om!
    walaupun banyak kata yang bikin kerut berkening saat pertama kali baca/dengar.

    selalu ada kali pertama kali ya. ;P

  4. Kurniawan says:

    Selamat Mas Lanin. Meniru kampanye seorang capres: “Lanjutkan!”
    🙂

  5. Ivan Lanin says:

    @jipeng: sama, gue juga banyak yang baru tahu 😀

    @iwan: terima kasih sudah disambungkan dengan Pusba ya Mas. Mudah-mudahan bisa diluluskan permintaan saya.

  6. Rad Sujanto says:

    Wah, keren abiz dah! Pasti bakal ak pake nih

    Bisa aja sih buat ginian. Karya genius! (scara ak mhsiswa linguistik jd karya sprti ini ak anggap genius!) hahaha

    -Rad

  7. Daus says:

    Saya termasuk pengguna setia Kateglo 😉

  8. Ping-balik: Kateglo Bahtera « Notes Dina Faoziah

  9. isman says:

    Saya akan sebarkan infonya pada para penulis. Semoga makin banyak pemakaian akan semakin menambah keampuhannya. 🙂

  10. ndoro kakung says:

    launching kateglo di acara fresh?

  11. Ping-balik: Kateglo | Penerjemah Indonesia (PI)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: