Profesionalitas

Melalui Twitter, @AviantyAdil bertanya,

“Bedanya penggunaan profesionalitas dan profesionalisme apa ya pak @ivanlanin? … Saya mempertanyakan krn kebetulan kata profesionalitas baru digunakan presiden.”

Dengan spontan saya menjawab,

-itas serapan dr -ity; -isme dr -ism. Saya tdk menemukan professionality dlm bhs Inggris, jd hrsnya profesionalitas tdk ada.”

Ternyata saya salah. Kata “profesionalitas” tercantum di dalam KBBI daring dengan makna: 1 perihal profesi; keprofesian; 2 kemampuan untuk bertindak secara profesional.

Baca pos ini lebih lanjut

Rehat, rihat, dan rahat

Kurang lebih seminggu yang lalu, di milis penerjemah Bahtera dibahas bahwa menurut KBBI–bertentangan dengan penggunaan umum di kalangan masyarakat–ejaan yang baku untuk kata sinonim “istirahat” adalah “rihat”, bukan “rehat”. Ketidaksesuaian antara ejaan populer dengan ejaan baku dalam bahasa Indonesia memang kerap terjadi, misalnya “antri” (populer) vs “antre” (baku), “apotik” (populer) vs “apotek” (baku), dll. Sewaktu saya periksa di KBBI daring dan Kateglo, entri “rehat” memang betul dirujuk kepada entri “rihat”. Saya pun mengicaukan hal ini melalui Twitter dengan tagar #variasiejaan.

Tanggapan Mas @QarisT membuat saya rambang. “Jangan-jangan KBBI IV sudah mengubah ejaan yang baku,” demikian senandika saya. Kegalauan ini ternyata terbukti. KBBI IV merujukkan “rihat” kepada “rehat” yang berarti bahwa kini ejaan yang baku adalah “rehat”. Saya pun lintang pukang memperbaiki entri Kateglo sambil memendam perasaan berdosa karena salah memberi warta kepada khalayak. Mohon ampuni saya. Lain kali saya akan selalu memeriksa silang ejaan dengan KBBI yang terbaru.

Baca pos ini lebih lanjut

Kata, frasa, klausa, dan kalimat

Keempat istilah yang menjadi judul tulisan ini sering membingungkan orang yang belum sempat mempelajari linguistik: termasuk saya. Definisi yang diperoleh pada KBBI seperti yang tercantum di bawah ini pun tidak menolong menyembuhkan kebingungan tersebut.

  • Kata adalah satuan bahasa terkecil yang dapat berdiri sendiri.
  • Frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang bersifat nonpredikatif.
  • Klausa adalah satuan gramatikal yang berupa kelompok kata, sekurang-kurangnya terdiri atas subjek dan predikat dan berpotensi menjadi kalimat.
  • Kalimat adalah satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri, mempunyai pola intonasi final, dan secara aktual ataupun potensial terdiri atas klausa.

Er, oke. Jadi apa bedanya?

Baca pos ini lebih lanjut

Glosarium kata tidak baku versus kata baku

Banyak kata (seharusnya lebih tepat digunakan istilah lema) dalam bahasa Indonesia yang sering salah dieja oleh penutur bahasa Indonesia. Contohnya adalah analisa, praktek, apotik, himbau, dan resiko. Kata-kata tersebut digunakan luas di masyarakat, bahkan kadang oleh media massa, padahal yang baku menurut KBBI masing-masing adalah analisis, praktik, apotek, imbau, dan risiko. Di KBBI, kata yang tidak baku kadang dapat ditemukan dan ditandai dengan rujukan ke kata bakunya.

Baca pos ini lebih lanjut

Pembentukan kata

Scribd, layanan berbagi dokumen daring, untuk sekian kalinya terbukti sangat bermanfaat. Sewaktu penasaran mencari tahu apakah pedantic seharusnya diserap menjadi pedantik atau pedantis, saya menemukan dokumen Pembentukan Kata yang menjabarkan dengan cukup jelas masalah ini.

Baca pos ini lebih lanjut

Yang mana yang benar?

Pusat Bahasa Depdiknas ternyata memiliki satu rubrik menarik “Petunjuk Praktis” yang memuat artikel-artikel mengenai pedoman berbahasa Indonesia yang benar. Berikut rangkuman mengenai mana pilihan kata yang benar menurut rubrik tersebut.
Baca pos ini lebih lanjut