Spasi

Salah satu hal kecil yang sering mengganggu saya sewaktu memeriksa tulisan-tulisan pada situs iKnow adalah aturan penggunaan spasi sebelum dan setelah tanda baca. Pedoman EYD memang tidak secara jelas menyebutkan aturan ini, tetapi contoh-contoh di dalam pedoman ini memberikan gambaran tentang hal tersebut.

Tanda baca yang paling sering kita pakai–tanda titik, koma, tanya, dan seru–tidak diberi spasi sebelum tanda baca tersebut, tetapi diberi spasi setelahnya. Tanda hubung, pisah, dan garis miring tidak diberi spasi baik sebelum maupun setelah tanda baca tersebut. Tanda baca pengapit (tanda petik dan tanda kurung) diberi spasi untuk memisahkannya dengan bagian lain dari kalimat, tetapi tidak diberi spasi untuk memisahkannya dengan bagian yang diapit.

Tabel berikut memberikan ringkasan aturan ini.

Tanda baca Spasi sebelum Spasi setelah Catatan
Tanda titik, koma, titik koma, titik dua, tanya, seru Tidak Ya Tanda titik atau koma yang digunakan untuk memisahkan bagian angka (bilangan atau waktu) tidak diberi spasi setelahnya, misalnya Rp12.345,67 dan pukul 12.30.
Tanda titik yang digunakan untuk memisahkan unsur-unsur singkatan tidak diberi spasi setelahnya, tapi diberi spasi setelah tanda titik pada unsur singkatan terakhir, misalnya A.H. Nasution, S.H.
Tanda titik dua kadang diberi spasi sebelumnya untuk meratakan kolom.
Tanda hubung, pisah, garis miring Tidak Tidak Untuk memperjelas pemisahan, tanda hubung dan tanda pisah dapat diberi spasi sebelum dan setelahnya.
Tanda petik dan kurung Ya Ya Spasi sebelum tanda pembuka dan setelah tanda penutup. Bagian yang diapit tidak dipisahkan dengan spasi dengan tanda pengapitnya. Contoh: “Kalimat”, SIM (surat izin mengemudi).
Tanda elipsis Ya Ya Tanda elipsis yang berada di akhir kalimat ditambahkan satu titik tanpa spasi di antara kedua tanda tersebut.
Tanda apostrof Ya Tidak

Cara penulisan yang kurang sesuai dengan pedoman ini yang sering ditemukan antara lain:

  1. Spasi sebelum tanda tanya
  2. Spasi sebelum dan setelah garis miring
  3. Spasi antara tanda kurung dengan bagian yang diapit

Spasi memang hanya sekadar ruang kosong pada tulisan. Namun, ruang kosong ini kerap sangat berperan dalam meningkatkan keterbacaan suatu tulisan.

Sumber ilustrasi: Blabbermouth

Iklan

Perihal Ivan Lanin
Wikipediawan, pencinta bahasa Indonesia, dan pendukung Creative Commons.

15 Responses to Spasi

  1. nenx says:

    tanda elipsis itu yg spt apa ya? saya baru dengar. kalau boleh, bisa diberikan contohnya juga?

  2. URL (alamat website) yang ditulsikan pada kotak komentar blog atau email, terkadang harus diberi spasi sebelum titik yang mengakhiri kalimat, agar titik tidak dianggap bagian dari URL.
    Contoh: http://ahmad.wikiapbn.org .

  3. Ping-balik: Spasi | APB iKnow

  4. Bang Dje says:

    Spasi BUKAN sekadar ruang kosong pada tulisan. Mungkin seperti angka nol. Bila berdiri sendiri memang tidak memiliki nilai, tetapi bila bilangan 1.000.000 dihapus satu nolnya … nilainya akan merosot secara drastis. Mungkin semacam itulah makna spasi.
    Keluar dari topik, bagaimana cara penulisan lambang Rp yang baku? Apakah dengan titik setelahnya (Rp.) atau tidak (Rp)?
    Bagaimana pula cara penulisan gelar? Apakah S.H. (ada titik setelah huruf S) atau SH. (tanpa titik setelah huruf S)?

  5. Ivan Lanin says:

    Aranolein: Terima kasih sudah membantu menjelaskan tentang tanda elipsis.

    Ahmad: Betul, Mas. Saya pun mengalami kesulitan yang sama saat menangani URL pada akhir kalimat. Solusi lain adalah meletakkan URL tersebut pada baris baru.

    Bang Dje: Terima kasih atas masukannya. Saya salah. Menurut Pedoman EYD, lambang rupiah dituliskan tanpa titik dan tanpa spasi setelahnya. Pedoman yang sama memberikan contoh “S.H.” untuk gelar.

  6. Ping-balik: Confluence: WTS (Wednesday Training Service)

  7. Reblogged this on Nila Prawitasari Kristyaningrum and commented:
    Mumpung ada referensinya, biasanya jadi perdebatan yang (cukup) panjang 😀

  8. elainelauw says:

    Meh…. :3 Thx infonya ya…. Sangat membantu ^w^)/

  9. Hendro Cahyono says:

    Saya menyusun kalimat pada skripsi tidak menggunakan titik pada akhir paragraf. Saya melakukan hal itu mengacu pada buku karya Ndraha Taliziduhu.

  10. Hendro Cahyono says:

    Tugas anda sebagai pemerhati bahasa sungguh semakin berat. Penulisan angka nol pada rt dan rw, sebenarnya itu tidak perlu, bukan? Penyebutan kosong, bukan nol, pada penyebutan rangkaian angka, juga mengingkari tata bahasa dan matematika.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: