Yang mana yang benar?

Pusat Bahasa Depdiknas ternyata memiliki satu rubrik menarik “Petunjuk Praktis” yang memuat artikel-artikel mengenai pedoman berbahasa Indonesia yang benar. Berikut rangkuman mengenai mana pilihan kata yang benar menurut rubrik tersebut.

  1. malpraktik atau malapraktik;
    yang benar adalah malapraktik, dari bentuk mala- yang berasal dari bahasa Jawa Kuna yang bermakna “noda, cacat, membawa rugi, celaka, sengsara”. Bentuk mala- merupakan terjemahan dari prefiks mal- dalam bahasa Inggris.
  2. sukarelawan atau relawan;
    yang benar adalah sukarelawan, karena akhiran -wan tidak pernah melekat pada verba, melainkan selalu pada nomina. Imbuhan -wan berasal dari bahasa Sanskerta yang bisa berarti “orang yang memiliki”, “orang yang ahli pada bidang”, atau “orang yang berprofesi”.
  3. jadwal atau jadual;
    yang benar adalah jadwal, karena berasal dari kata bahasa Arab yang dituliskan dengan “wa” pada abjad bahasa tersebut. Kaidah yang sama berlaku pada kata lain yang diserap dari bahasa Arab seperti takwa.
  4. saptapesona atau sapta pesona;
    yang benar adalah saptapesona, karena serapan kata bilangan dari bahasa Sanskerta merupakan unsur terikat yang penulisannya dituliskan serangkai dengan unsur yang menyertainya. Contoh lain kata bilangan serapan dari bahasa Sansekerta adalah eka, dwi, catur, panca, dan dasa yang semuanya juga harus ditulis serangkai dengan unsur yang menyertainya. Beberapa unsur serapan lain dari bahasa Sanskerta seperti adi-, manca-, swa-, dan nara- juga harus ditulis serangkai.
  5. rawat inap atau rawat nginap;
    yang benar adalah rawat inap, karena nginap bukan bentuk dasar (inap) ataupun bentuk berimbuhan lengkap (menginap). Gabungan kata lazimnya menggunakan bentuk yang paling ringkas yaitu kata dasar dan boleh menggunakan kata berimbuhan jika bentuk dasar tidak menggambarkan gagasan yang tepat dari istilah tersebut.
  6. aktivitas atau aktifitas;
    yang benar adalah aktivitas, karena merupakan penyerapan langsung dari bahasa Inggris activity. Kata dalam bahasa Inggris bisa diserap dalam bentuk dasar maupun berimbuhan. Jika dalam bentuk berimbuhan, penyerapan dilakukan tidak terpisah dengan kata dasarnya. Jadi active diserap menjadi aktif, sedangkan activity diserap menjadi aktivitas.
  7. standardisasi atau standarisasi;
    yang benar adalah standardisasi, karena alasan yang sama dengan aktivitas di atas.
  8. mengkritisi atau mengkritik;
    yang benar adalah mengkritik, karena berasal dari gabungan meng- dan kritik (nomina) yang berarti “melakukan kritik”. Kata kritisi sendiri adalah bentuk jamak dari kritikus yang berarti “orang yang melakukan kritik”.
  9. debit atau debet;
    yang benar adalah debit, karena diserap langsung dari bahasa Inggris debit. Debit sendiri merupakan suatu polisemi – kata yang maknanya lebih dari satu – karena dapat berarti catatan pada pos pembukuan yg menambah nilai aktiva atau mengurangi jumlah kewajiban (istilah akuntansi) atau jumlah air yang dipindahkan dalam suatu satuan waktu tertentu pada titik tertentu di suatu saluran yang menyalurkan air.
  10. menyolok atau mencolok;
    yang benar adalah mencolok, karena berasal dari kata dasar colok sedangkan fonem c pada awal kata dasar tidak meluluh jika diberi awalan me-.
  11. pemirsa atau pirsawan;
    yang benar adalah pemirsa, berasal dari kata pirsa (verba) sedangkan imbuhan -wan tidak lazim digabungkan dengan verba, melainkan biasanya dengan nomina atau adjektiva. Kata pirsa sendiri berarti “tahu, melihat”.
  12. elit atau elite;
    yang benar adalah elite, karena berasal dari bahasa Latin eligere yang berarti “memilih” dan dalam bahasa Latin, huruf e pada akhir kata harusnya diucapkan. Kaidah ini mirip dengan bonafide dan faksimile.

Jika mengamati penjelasan dari artikel-artikel tersebut, salah satu hal terpenting yang harus diperhatikan dalam menilai kata mana yang benar adalah cari dulu asal-usul kata tersebut dan ikuti pola penyerapan istilah bahasa Indonesia.

Perihal Ivan Lanin
Wikipediawan, pencinta bahasa Indonesia, dan pendukung Creative Commons.

15 Responses to Yang mana yang benar?

  1. yaka mengatakan:

    knp nan tak kalah penting?

  2. Gum mengatakan:

    mungkin ada yang mengartikan “mal” dalam “malpraktik” itu sebagai “kegagalan”.
    seperti halnya kata “malfunction” dalam bahasa inggris.

  3. fistonista mengatakan:

    nice info…baru tau kalau yg benar itu adalah “elite”, bukan “elit”….

  4. benny mengatakan:

    info yang menarik 🙂

  5. Ronny mengatakan:

    @Gum: bahasa Inggrisnya memang “malpractice”, saya pribadi malah cenderung mengikuti aturan nomer 6 dan 7 untuk ini jadi menurut saya sih yg betul malah “malpraktik”. “Mala-“, yg sering dijumpai di “malapetaka”, untuk saya tidak intuitive (atau intuitif?) jika dipaksakan ke “malapraktik”.

    Mana yg benar: “plagiatisme” atau “plagiarisme”? Plagiat itu adalah pelakunya, saya cenderung memilih “plagiarisme” sesuai dengan bahasa Inggrisnya yaitu “plagiarism”.

    Mana yg benar: “mencat” atau “mengecat”? “membom” atau “mengebom”?

    Mana yg benar: “mengubah” atau “merubah”?

  6. Daus mengatakan:

    Dulu pernah bikin beginian untuk panduan penyuntingan.

  7. pratanti mengatakan:

    sangat menyenangkan saat kita mengetahui mana yang benar…
    thanks infonya 😀

  8. Ivan Lanin mengatakan:

    @Ronny: Cari di KBBI, Ron. Yang benar: pragiarisme, mengecat, dan mengubah.

  9. Ronny mengatakan:

    @Ivan: Thanks, saya cuma menambah pertanyaan aja sih, saya udah tau jawabannya, cuma ini menurut saya sering dijumpai, jadi mungkin layak untuk disoroti.

  10. Khulwi mengatakan:

    Terima kasih, informasi yang bermanfaat.
    Minta informasi tambahan, sepengetahuan saya, pembahasaindonesiaan istilah-istilah banyak yang menggunakan bahasa sansekerta, seperti pranala untuk link. Pemilihan bahasa sansekerta ini apakah karena ini bahasa yang sudah ada sejak jaman dulu dan atau dapat diterima oleh semua, ataukah ada alasan-alasan lain untuk penggunaan bahasa sansekerta ini

    @Mas IvanLanin: Bagaimana kabarnya mas, sudah lama tak bersua, tapi setidaknya saya selalu memantau via flickr lho

  11. Syafrudin Abi-Dawira mengatakan:

    Dalam berbahasa Indonesia, bagaimana memilih kata serapan yang benar merupakan satu hal penting. Namun selain itu sebaiknya kita juga sesedikit mungkin menggunakan kata serapan ketika padanan kata asli “melayu”-nya ada. Seperti kata benda untuk nomina, kata kerja untuk verba, kata sifat untuk adjectiva, persamaan kata untuk sinonim, lawan kata untuk antonim, dan seterusnya.

  12. Nontje mengatakan:

    mas Ivan, hehehe… keren…. aku inget dulu, di diktat les umptn (kalau gak salah, di BTA 08) ada penjelasan lengkapnya… hmm.. nanti kalau aku pulang, aku cariin deh, insya Allah 😀

  13. Leonnie FM mengatakan:

    Ouch, saya kelewatan posting ini. Terima kasih, info yang bagus. Hari ini saya punya postingan baru di 3Popok soal istilah yang dipakai rancu. Baca artikel ini jadi semangat untuk lebih cinta bahasa Indonesia.

  14. ipha mengatakan:

    thx taz infox

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: