Pranala

Di Wikipedia bahasa Indonesia (WBI), hyperlink atau link secara konsensus diterjemahkan menjadi pranala. Neologisme ini sering membuat orang mengerutkan kening. Pranala?

Hyperlink adalah suatu rujukan atau elemen navigasi dalam suatu dokumen hiperteks ke bagian lain dokumen tersebut atau dokumen lain baik pada domain situs tersebut maupun domain lain. Panduan Pembakuan Istilah Perkomputeran menerjemahkan link, suatu nomina, menjadi taut yang menurut KBBI Daring sebenarnya lebih umum digunakan sebagai verba dan bentukan kata bendanya adalah tautan. Kata lain yang sering juga digunakan sebagai terjemahan link adalah pautan (bukan paut) dan kait.

Kata pranala diambil dari bahasa Kawi atau bahasa Jawa Kuna praṇāla yang berarti anak sungai, saluran, atau terusan dari kolam (Kamus Jawa Kuna-Indonesia, P.J. Zoetmulder dan S.O. Robson). Dalam bahasa Sansekerta, kata yang mirip dengan kata ini adalah praṇālikâ yang berarti terusan atau perantara.

WBI mulai menggunakan kata pranala sebagai alternatif kata tautan pada sekitar tahun 2004, dipelopori oleh salah seorang pendiri Wikipedia bahasa Indonesia. Sejak itu, penggunaan kata pranala berkembang menjadi konsensus yang diterima oleh para Wikipediawan.

Sebagai kata benda, pranala memang lebih “indah” dan lebih unik dibandingkan tautan, pautan, atau kait. Tapi pembentukan kata kerjanya terus terang agak lebih ribet. Coba bandingkan mempranalakan dengan menautkan. Tapi, bahasa memang adalah masalah kebiasaan dan konsensus para penggunanya.

Iklan

Perihal Ivan Lanin
Wikipediawan, pencinta bahasa Indonesia, dan pendukung Creative Commons.

7 Responses to Pranala

  1. mantan kyai says:

    pra:sebelum nala:masehi 😀 ***kabur***

  2. Tatang Wardhana says:

    Bahasa itu kan alat komunikasi lha kalo artinya aja siur simpang apa enggak simpang siur lalu apa gunanya …?

  3. Eftu says:

    Saya lebih suka tautan.

  4. Andra says:

    Seharusnya Wikipedia tidak bisa dijadikan panutan atau pautan dong.

  5. huda says:

    Apa masih terbuka kemungkinan untuk mengubah kebiasaan di wikipedia yang satu ini? Sebaiknya sih memang konsensus diambil di forum yang lebih luas. Kapan nih mas, kita bikin sebuah diskusi untuk perumusan daftar istilah-istilah ini, yg melibatkan semua pihak.

  6. bagas says:

    saya lebih suka pranala soalnya lebih indah dan cerdik, menggali kata-kata purba yang sudah mati terkubur. Hehe.. Tapi KBBI daring bahkan tidak memasukkan lema ‘pranala’. Jadi ya saya gunakan kata ‘tautan’.

  7. enakdengar says:

    Setuju, kata pranala enak didengar. Saya jadi teringat sewaktu pertama kali mendengar terjemahan kata “sophisticated” menjadi canggih yang tidak enak didengar ditelinga saya, kedengarannya aneh banget, tapi lama kelamaan ya terbiasa juga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: