EOM

Berawal dari tren sesaat™ di suatu kampung, saya tertarik untuk mencari tahu ihwal EOM, singkatan bahasa Inggris dari end of message atau akhir pesan. EOM menandai akhir suatu pesan, terutama pada surel. EOM diterapkan oleh Gmail yang akan memberikan pesan peringatan jika suatu surel tidak berisi apapun pada badan suratnya, termasuk tanda tangan yang kadang disetel untuk dibubuhkan secara otomatis. Pemberian “EOM”, berikut variannya seperti “(EOM)” dan “<EOM>”, pada akhir subjek suatu surel macam ini dapat menghindari munculnya pesan peringatan tersebut.

Lifehacker menulis suatu esai menarik tentang bagaimana kebiasaan menggunakan EOM di subjek surel ini dapat mendorong efektivitas dalam surel-menyurel. Implementasinya diilustrasikan pada dua gambar berikut (Sumber: Lifehacker)

Cara lama

Cara EOM

Alasan penggunaan EOM, menurut Lifehacker, adalah:

  1. EOM menghemat waktu penerima surel dengan memungkinkan mereka dapat langsung memahami isi pesan dengan hanya membaca subjek.
  2. EOM menghemat waktu pengirim surel dengan tidak perlu menulis badan atau isi surel jika subjek telah memuat semua pesan yang ingin disampaikan.
  3. EOM melatih pengirim untuk membuat judul subjek yang lebih relevan dan informatif yang membuat penerima bisa tertarik membukanya.
  4. EOM memberikan kemudahan untuk melakukan salin tempel informasi ke kalender, daftar tugas, dan catatan.
  5. EOM mendukung orang lain untuk melakukan hal yang sama yang pada akhirnya meningkatkan efektivitas semua orang.
  6. EOM memfasilitasi diskusi karena memaksa orang memikirkan metode komunikasi lain yang lebih efektif jika surel ternyata tidak memadai. Sering kali telepon atau pertemuan tatap muka lebih efektif daripada surel yang panjang. Dengan EOM, orang dipaksa berpikir untuk melakukan hal tersebut jika ternyata subjek atau satu-dua paragraf tidak memadai untuk menyampaikan pesan.
  7. EOM memaksa membatasi satu surel hanya berisi satu topik yang sesuai dengan etika surel-menyurel yang baik.
  8. EOM menjamin keterbacaan karena seluruh isi surel sudah tercermin pada subjek dan orang tidak perlu melakukan tindakan ekstra untuk melihat isinya.

Berikut beberapa contoh subjek surel kandidat penerapan EOM:

  1. Rapat koordinasi proyek A di ruang X, 5 Feb 2010 16.00 <EOM>
  2. Mohon bantuan padanan kata podcast dalam bahasa Indonesia <EOM>
  3. Kuliah Jaringan Komputer tanggal 12 Jan dipindah ke tanggal 15 Jan <EOM>

Penggunaan tag yang diapit tanda kurung juga dapat menambah efektivitas surel, misalnya.

  1. [Proyek A] Rapat koordinasi: Ruang X, 5 Feb 2010 16.00 <EOM>
  2. [Tanya][EN-ID] Podcast <EOM>
  3. [Perubahan jadwal][Jaringan Komputer] Dari tanggal 12 Jan ke 15 Jan <EOM>

Kebiasaan mengarang subjek yang informatif ini niscaya berguna untuk meningkatkan efektivitas komunikasi meskipun tidak menggunakan EOM. Namun, tentu saja kadang kita tetap harus menulis badan surel jika subjek tidak memadai untuk menampung seluruh informasi.

Mau coba?

Perihal Ivan Lanin
Wikipediawan, pencinta bahasa Indonesia, dan pendukung Creative Commons.

12 Responses to EOM

  1. Admin mengatakan:

    [ask][kalo][layar][browsernya][kecil][sabjeknya][gak][kliatan][utuh]

  2. Admin mengatakan:

    ho lupa kalo pake tanda lebih besar lebih kecil jadi tag html
    [eom]

  3. godril mengatakan:

    jadi EOM akan menggantikan microblogging?

  4. andika mengatakan:

    urusan tiga huruf aja kok mbahasnya panjang lebar
    *eh

  5. dedenf mengatakan:

    perlu dipertimbangkan juga ke siapa kita mengirim surel, pengiriman menggunakan EOM ini sebisa mungkin dikirim ke peers yang tahu kita, atau yang memang mengerti EOM ini.
    omong-omong, EOM = AP (Akhir Pesan)? (uncommon)

    NB:
    woi blajar! *ngacir*

  6. Ivan Lanin mengatakan:

    @godril Hmm, pertanyaan bagus. Jawabannya apa? *cuek*

    @mbahandika Karena… Ah, sudahlah.

    @geblek SUBJEKNYA MANA?

    @deden Baiklah. Tadinya mau memopulerkan AP, tapi nanti banyak yang tidak mengerti. NB juga: Belum mulai ujian #tanpasmiley

  7. endhoot mengatakan:

    halloooo, eom ivan!

  8. johnny64 mengatakan:

    yup aq sering gunain EOM di gmail dan sangat efektif.ya sama seperti twitter gt. 🙂

    my_blog

  9. adhi nugraha mengatakan:

    Mestinya juga didukung dengan mail client yang memungkinkan text-wrap pada subjek, agar subjek tidak terpotong jika panjang karakternya 255.

  10. tetembak mengatakan:

    wah baru ngerti .. kirain itu apaan.. makasih dah ..:D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: