Diskusi bahasa LPDS: Singkatan dan akronim

Diskusi-bahasa-LPDS-21-Juli-2010 Pada hari Rabu, 21 Juli 2010, Lembaga Pers Dr. Sutomo (LPDS) telah mengadakan diskusi bahasa Indonesia bertopik “Bahasa Jurnalistik: Menghindari Perkembangan Akronim dan Singkatan” di Gedung Dewan Pers Lt. 3, Jl. Kebonsirih 34, Jakarta. Diskusi ini merupakan bagian dari seri lokakarya media massa yang berlangsung tiga hari (21–23 Juli 2010) dalam rangka menyambut HUT ke-22 LPDS. Tiga narasumber hadir pada acara yang dimoderatori oleh Rita Sri Hastuti tersebut: (1) Anton Moeliono, pakar bahasa Indonesia; (2) Uu Suhardi, redaktur bahasa Tempo; (3) Mauluddin Anwar, Produser Eksekutif Liputan 6 SCTV, mewakili Pemrednya, Don Bosco Salamun. Acara dimulai pada sekitar pukul 14.00 dan dihadiri oleh kurang lebih 60 orang peserta dari kalangan wartawan maupun masyarakat umum pencinta bahasa Indonesia.

Baca tulisan ini lebih lanjut

Akronim

Akronim adalah kependekan yang berupa gabungan huruf atau suku kata atau bagian lain yang ditulis dan dilafalkan sebagai kata yang wajar (KBBI III, 2005). Frasa “kata yang wajar” menekankan perbedaan utama antara akronim dan singkatan: singkatan tidak diperlakukan sebagai suatu kata.

Menurut Pedoman Umum EYD, akronim dibentuk dengan menggabungkan huruf awal (misalnya ABRI), gabungan suku kata (misalnya pemilu), atau kombinasi keduanya (misalnya Akabri). Pembentukan akronim harus memperhatikan dua syarat, yaitu (1) jumlah suku kata jangan melebihi jumlah suku kata yang lazim dalam bahasa Indonesia, dan (2) ada keserasian kombinasi vokal dan konsonan yang sesuai dengan pola kata Indonesia yang lazim.

Baca tulisan ini lebih lanjut

EOM

Berawal dari tren sesaat™ di suatu kampung, saya tertarik untuk mencari tahu ihwal EOM, singkatan bahasa Inggris dari end of message atau akhir pesan. EOM menandai akhir suatu pesan, terutama pada surel. EOM diterapkan oleh Gmail yang akan memberikan pesan peringatan jika suatu surel tidak berisi apapun pada badan suratnya, termasuk tanda tangan yang kadang disetel untuk dibubuhkan secara otomatis. Pemberian “EOM”, berikut variannya seperti “(EOM)” dan “<EOM>”, pada akhir subjek suatu surel macam ini dapat menghindari munculnya pesan peringatan tersebut.

Baca tulisan ini lebih lanjut