Pembentukan kata

Scribd, layanan berbagi dokumen daring, untuk sekian kalinya terbukti sangat bermanfaat. Sewaktu penasaran mencari tahu apakah pedantic seharusnya diserap menjadi pedantik atau pedantis, saya menemukan dokumen Pembentukan Kata yang menjabarkan dengan cukup jelas masalah ini.

Pengetahuan mengenai proses pembentukan kata atau lema sangat berguna untuk membentuk istilah baru bahasa Indonesia sebagai terjemahan dari bahasa asing, atau paling tidak untuk memahami bagaimana suatu padanan kata bahasa Indonesia dibentuk dari bahasa asalnya.

Proses pembuatan kata bentukan yang memiliki makna baru dari kata dasar dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu

  1. afiksasi atau pengimbuhan – misalnya berdamai,
  2. reduplikasi atau pengulangan – misalnya abu-abu, serta
  3. komposisi atau pemajemukan, misalnya garam dapur, roda gila.

Pembentukan kata dapat juga dilakukan dengan kombinasi ketiga cara tersebut.

Afiksasi

Afiks atau imbuhan adalah morfem atau bentuk terikat yang digunakan untuk membentuk neologisme. Biasa dikelompokkan menurut posisi penempatannya terhadap kata dasar, jenis imbuhan yang paling sering digunakan dalam bahasa Indonesia adalah:

  1. prefiks (awalan, misalnya me-, ber-, nara-),
  2. sufiks (akhiran, misalnya -an, -wan),
  3. infiks (sisipan di tengah, misalnya -em-, -el-), dan
  4. konfiks (gabungan dua afiks tunggal, misalnya ke- -an, pe- -an).

Contohnya istilah nirkabel sebagai padanan wireless dari bahasa Inggris yang terdiri dari kata dasar wire (kabel) dan sufiks -less. Sufiks -less dalam bahasa Inggris bisa berarti tidak, tanpa, atau kurang. Afiks yang memiliki makna serupa dalam bahasa Indonesia sebenarnya ada beberapa, seperti awa-, dur-, nir-, dan tuna-. Kenapa akhirnya dipilih nir-, mungkin karena lebih enak terdengarnya dan bukan berarti bahwa semua sufiks -less pasti dialihbahasakan menjadi nir-.

Reduplikasi

Reduplikasi adalah fenomena linguistik berupa pengulangan suatu kata atau unsur kata (fonem, morfem) membentuk lema baru yang dapat mengubah makna dasar. Dalam bahasa Indonesia, reduplikasi sering dilakukan dengan menambahkan tanda hubung (-).

Komposisi

Banyak sekali lema yang dibentuk melalui proses pemajemukan dalam bahasa Indonesia, contohnya rumah sakit, terima kasih, dll.

Yang menarik adalah, meskipun EYD telah mengatur dengan cukup jelas tata cara penulisan gabungan kata, masih banyak ditemukan kesalahan yang dilakukan pengguna bahasa Indonesia dalam menuliskan kata majemuk. Prinsip ringkas penulisan kata gabungan adalah:

  1. Ditulis terpisah antar unsurnya. Contoh darah daging.
  2. Boleh diberi tanda hubung untuk menegaskan pertalian dan menghindari salah pengertian. Contoh orang-tua muda.
  3. Ditulis terpisah jika hanya diberi awalan atau akhiran. Contoh: berterima kasih.
  4. Ditulis serangkai jika sekaligus diberi awalan dan akhiran. Contoh: menyebarluaskan.
  5. Ditulis serangkai untuk beberapa lema yang telah ditentukan. Contohnya manakala, kilometer. Daftar lengkap bisa dilihat di pedoman EYD.

Kateglo

Kateglo 0.0.21 mencoba menerapkan pengetahuan pembentukan kata ini dengan:

  1. Penggabungan tipe kata berimbuhan dan kata majemuk menjadi kata turunan yang lebih umum. Memang jadi tidak spesifik, tapi karena sebenarnya kata bentukan bisa merupakan kombinasi pemberian imbuhan, penggabungan dengan kata lain, dan perulangan, pembagian saklek menjadi dua jenis tipe malah bisa menyesatkan. Toh nanti bisa dipilah dengan ekspresi reguler.
  2. Penambahan kelompok lema imbuhan. Hal ini dimaksudkan agar pengguna bahasa Indonesia jadi lebih sadar bahwa bahasa Indonesia pun cukup kaya afiks dan tahu bahwa -er atau -ger itu bukan sufiks bahasa Indonesia.

Hal lain yang dilakukan antara lain adalah:

  1. Penyiapan fitur pengalihan, untuk menandai mana kata yang sering salah eja. KBBI telah berbaik hati karena menyertakan juga lema-lema yang sebenarnya salah dengan memberi tanda panah → menuju jalan yang benar. Contohnya apotikapotek, atau resikorisiko.
  2. Pemasukan data terjemahan yang telah diizinkan penggunaannya dengan lisensi bebas oleh ebsoft dan gkamus. Bagian terjemahan dimasukkan dalam entri kamus di antara tesaurus dan glosarium. Contohnya pada entri dua.

Ada yang tahu, data kamus daring mana lagi yang cukup bagus untuk disertakan di Kateglo dengan lisensi bebas sesuai dengan CC-BY-NC-SA?

About these ads

Perihal Ivan Lanin
Wikipediawan, pencinta bahasa Indonesia, dan pendukung Creative Commons.

5 Responses to Pembentukan kata

  1. Daus mengatakan:

    Terima kasih infonya. Mas, kalau ditambah satu lagi, idiom, bagaimana? :) Jadi, Kateglom :D

    • Ivan Lanin mengatakan:

      Saya cuma merangkum informasi yang didapat sambil menyempurnakan Kateglo kok, Mas :)

      Terima kasih usulannya. Kita memang belum ada kamus idiom daring juga ya, hmmm.

  2. iPhone 3GS mengatakan:

    mantabs ulasannya mas..
    yg bener itu apotek ya..
    klo resiko yg benar risiko atau resiko mas?

  3. Ping-balik: Awalan « Blog Bahtera

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: