Scribd

Scribd

Mungkin agak basbang, walaupun sudah beberapa lama menggunakan layanan Scribd melalui posterous, saya baru tahu bahwa Scribd ternyata bisa juga menerima berkas berformat M$ Office 2007 (.docx, .xlsx, dan .pptx). Fitur ini, ditambah kemudahan mengirim berkas ke Scribd melalui email dengan iPaper, saya anggap merupakan keunggulan utama layanan ini dibandingkan layanan sejenis seperti misalnya Docstoc dan edocr.

Lanjutkan membaca “Scribd”

Eksploitasi blog melalui email oleh posterous

PosterousSelama lebih kurang satu bulan sejak mulai menggunakan posterous – platform blog melalui email – terus menerus saya menyaksikan perkembangan fitur yang disediakan posterous kepada penggunanya. Yang terbaru, sekaligus sedang diujicobakan melalui tulisan ini, adalah pengiriman otomatis (autopost) ke beberapa platform blog lain seperti WordPress, Blogger, Tumblr, dan LiveJournal.

Lanjutkan membaca “Eksploitasi blog melalui email oleh posterous”

Knol, suatu unit pengetahuan

Knol (secara etimologi mungkin berasal dari knol-edge, pengetahuan) adalah suatu proyek dari Google yang ditujukan untuk menampung artikel-artikel dari pengguna mengenai berbagai topik seperti konsep ilmu, info medis, geografis, historis, dll. Versi beta Knol yang dibuka untuk umum pada 23 Juli 2008 setelah diumumkan pertama kali pada 13 Desember 2007 saat ini memiliki beberapa ratus artikel yang terutama bertopik kesehatan dan kedokteran.

Lanjutkan membaca “Knol, suatu unit pengetahuan”

Yahoo! Groups vs Google Groups

Yahoo! Groups dan Google Groups adalah dua penyedia layanan milis terbesar di Internet. Yahoo! Groups hadir terlebih dulu pada tahun 1998 dan berkembang pesat sejak mengakuisisi eGroups, salah satu layanan milis paling populer saat itu, pada tahun 1999. Google Groups muncul belakangan setelah Google mengakuisisi Deja News, penyedia mesin pencari artikel newsgroup Usenet, pada tahun 2001.

Lanjutkan membaca “Yahoo! Groups vs Google Groups”

Posterous dan pembuatan blog melalui email

Posterous adalah suatu layanan atau platform blog baru yang memiliki keunikan dengan memberikan kemudahan penggunanya untuk mengirimkan entri blog melalui surat elektronik atau email. Fitur ini sangat membantu meruntuhkan hambatan bagi orang-orang yang malas menggunakan antarmuka pengisian blog, seperti saya, di situs-situs blog seperti wordpress.com, dll. Bagi saya pribadi, yang hampir tidak pernah menutup situs Gmail di Firefox, fitur ini membuat jadi lebih bersemangat menulis, walaupun mesti mengorbankan sedikit prinsip untuk hanya menggunakan format email teks biasa dan bukan format HTML.

Judul subjek email akan menjadi judul tulisan, sedangkan lampiran yang disertakan akan diproses dan ditampilkan sesuai jenis lampirannya. Pemrosesan yang dilakukan terhadap jenis berkas lampiran adalah sebagai berikut

  • Gambar (ekstensi JPG, PNG, dll) akan ditampilkan dengan menggunakan PSlideGallery dari prototype.
  • Audio (ekstensi MP3) akan ditampilkan dengan pemutar audio berbasis Flash yang tampaknya merupakan buatan mereka sendiri.
  • Pranala ke video di situs-situs seperti YouTube, Vimeo, dll akan ditampilkan dalam bentuk pemutar video terbenam (embedded video player).
  • Dokumen (ekstensi DOC, PDF, PPT) akan ditampilkan dengan penampil dokumen dari Scribd.

Saya belum menguji apa yang dilakukan oleh posterous jika melampirkan beberapa jenis berkas sekaligus dan juga apa yang dilakukan jika ekstensi berkas diganti (misalnya berkas presentasi diganti ekstensinya menjadi JPG). Mudah-mudahan sih pemrosesnya cukup cerdas.

Beberapa kekurangan yang terasa pada layanan baru yang dijalankan oleh dua orang ini (Sachin dan Garry) antara lain

  • Tidak adanya fitur “tag” atau “kategori” yang umum ditemukan dalam situs-situs blog. Ini sebenarnya menurut saya bisa diterapkan dengan memberikan sintaks khusus seperti misalnya “[[tags:xyz]]” pada isi artikel yang akan diproses dan ditampilkan dalam suatu format khusus. Posterous sudah menerapkan ini pada isi lain yang diberi sintaks seperti “[[posterous-content:xyz]]”.
  • Pemrosesan email dalam format teks tidak bekerja seperti diharapkan. Jika mengirim email melalui gmail (saya tidak tahu ketentuan pada klien email lain) dalam format teks, paragraf akan dipenggal setiap 76 karakter. Posterous dengan kurang pintar menerjemahkan ini menjadi breakline (tag HTML <br> ) sehingga tampilannya terlihat terpotong-potong. Seharusnya bisa digabungkan secara otomatis menjadi satu paragraf utuh.
  • Tidak adanya opsi untuk menampilkan waktu penulisan kiriman; yang ada hanya tanggal. Fitur ini cukup diperlukan terutama jika dalam sehari cukup banyak tulisan yang dikirimkan.
  • Kurangnya keamanan karena mudah sekali untuk menipu dengan seolah-olah membuat pengirim suatu email berasal dari alamat tertentu, walaupun FAQ posterous mengatakan “Email can easily be spoofed, but Posterous has come up with some ways to figure out if the email we receive comes from you.”

Di luar kekurangan-kekurangan tersebut, posterous tetap cerdik untuk memanfaatkan ceruk layanan baru yang dapat menarik perhatian pengguna dengan preferensi tertentu. Layanan ini layak dicoba, langsung cukup dengan mengirim email ke post@posterous.com. Selagi di sana, jangan lupa kunjungi blog “spam” saya di sana. Om JaF dan Om Aulia juga sudah punya akun di posterous, lho.

Tambahan (9/7/2008): Ada yang terlupa, multiply dan blogspot juga sebenarnya sudah cukup lama memiliki fitur pengiriman tulisan melalui email.

kamus dan glosarium bahasa Indonesia

Agak terlambat saya mengetahuinya, tapi rupanya sekitar awal Februari 2008, Pusat Bahasa telah menyediakan Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring (dalam jaringan) di situs mereka yang basis datanya diambil dari KBBI edisi III. Layanan glosarium yang telah ada sebelumnya pun telah diperbaharui tampilannya dan (tampaknya) diperbanyak koleksinya dari sekitar 40 ribu frasa menjadi 180 ribu frasa istilah dari berbagai bidang ilmu.

Langsung terasa sekali manfaatnya. Biasanya saya hanya dapat mengandalkan glosarium untuk mengecek terjemahan suatu frasa dalam bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia. Kadang dirasakan bahwa terjemahan tersebut janggal atau belum pernah didengar. KBBI berperan sekali dalam hal ini untuk pengecekan silang untuk frasa-frasa yang diragukan tersebut.

Contoh terkini adalah sewaktu menulis mengenai Crustacea. Duh, apa ya terjemahan “barnacle” dalam bahasa Indonesia? Mudahnya sih memang tanya ke Kembangraps 🙂 Tapi tenyata pencarian melalui glosarium menghasilkan “teritip”. Huh? Teritip? Apaan tuh?

KBBI pun berkata:

te·ri·tip n siput kecil yg suka melekat pd dasar perahu

Fiuh, akhirnya, penantian telah usai.

privasi buku alamat

Tersedianya antarmuka pemrograman aplikasi dari situs-situs layanan publik terkemuka seperti Yahoo, Gmail, Hotmail, dan AOL membuat banyak layanan lain menyediakan fasilitas untuk mengakses buku alamat yang disediakan oleh situs-situs tersebut. Ini dilakukan biasanya untuk mendeteksi apakah ada teman atau rekanan yang telah bergabung pada suatu situs dengan mengecek alamat emailnya. Fitur ini bisa juga digunakan untuk mengirimkan undangan kepada orang-orang dalam buku alamat yang kira-kira berminat untuk mengikuti layanan yang kita ikuti.

Saya telah terbiasa mendapatkan layanan dari situs-situs yang bermutu baik, seperti LinkedIn, Facebook, dll, yang memberikan fitur pengecekan buku alamat semacam ini dan memberikan kesempatan kepada para penggunanya untuk memilih kepada siapa mereka akan mengirimkan undangan. Situs-situs ini memberikan kemudahan dengan sekaligus menghargai privasi penggunanya dengan tidak hantam kromo mengirim undangan ke semua orang tanpa memandang jenis hubungan dengan pemilik buku alamat tersebut.

Hari ini saya mendapat pengalaman yang sangat berharga mengenai hal ini sewaktu mencoba Fupei, suatu layanan jaringan sosial yang (tampaknya) dibuat oleh orang Indonesia 😦 Jangan pernah beranggapan bahwa semua layanan yang menyediakan fitur pembacaan buku alamat memiliki kesadaran yang sama untuk menjunjung tinggi privasi pengguna mereka. Fupei salah satunya. Mereka menyediakan layanan pembacaan buku alamat, yang nota bene secara teknis cukup canggih, tapi lupa untuk memperhatikan privasi penggunanya. Fupei langsung mengirim email ke semua kontak yang ada di buku alamat Anda!!!

Ini mungkin salah satu contoh bahwa kemampuan teknis yang tinggi tanpa dibarengi oleh kesadaran bisnis dan etika yang baik akan dapat merugikan orang lain. Mengirim email bersubjek “Web keren, namanya FUPEI” ke teman-teman sebaya atau keluarga dekat mungkin dapat dianggap “lucu”. Tapi bayangkan jika email itu terkirim ke rekan bisnis Anda yang telah susah payah didekati dengan menunjukkan citra yang baik, apa tidak hancur seketika reputasi Anda?

Pemutakhiran (12 Sep 2007): FUPEI mengabarkan mereka sekarang menyediakan fasilitas untuk menghapus akun dan proses pun berhasil dilakukan dengan sukses, walaupun agak terlalu banyak konfirmasi (3 atau 4) yang harus dilakukan.

jakarta raya

Di situs-situs web yang memerlukan pendaftaran, sering tersedia isian untuk kota dan provinsi. Sebagian besar mengaitkan pilihan negara dengan provinsi atau negara bagian dengan cara menampilkan daftar provinsi atau negara bagian yang ada di negara tersebut. Untuk Indonesia, pilihan yang tersedia untuk Jakarta adalah “Jakarta Raya” dan bukan “DKI Jakarta”. Hal ini hampir seragam di seluruh situs dan karenanya mungkin dapat ditarik kesimpulan bahwa sumbernya sama. Ke mana ya kita dapat mengoreksi ini?

Sambil lalu, saya baru terbiasa untuk menganggap “Jakarta Selatan” itu sebagai suatu “Kota” sejak mulai mengisi formulir-formulir semacam ini 🙂