Mikroblog versus blog

Pembaca umpan Feedly saya semakin hari semakin sedikit menyiarkan tulisan baru dari blog Indonesia yang saya langgani. Kiriman entri blog baru dari Multiply pun semakin jarang masuk ke kotak surel. Di luar berita burung bahwa Enda nge-blog lagi, secara umum terlihat bahwa ledakan tulisan di blogosfer Indonesia mulai surut.

Di sisi lain, jumlah orang yang melakukan pemutakhiran status melalui jejaring sosial Facebook dan mikroblog (atau blog-mikro menurut Mas Amal) seperti TwitterPlurk, dan Koprol tampak semakin banyak. Mungkin karena lebih mudah untuk menulis dalam 140 karakter dibandingkan dengan menulis beberapa paragraf dalam blog. Interaksi di layanan jejaring sosial dan mikroblog ini pun lebih cepat dan intensif dibandingkan dengan komentar pada blog.

Baca pos ini lebih lanjut

Iklan