Tanpa smiley

Salah satu tekad saya di tahun 2010 adalah mengurangi penggunaan smiley dalam tulisan di twitter, surel, maupun media lainnya. Alasan utamanya adalah karena konon penggunaan smiley dapat memberi kesan kurang serius bagi orang-orang tertentu. Baru empat hari saja, sudah cukup banyak pelanggaran niat yang saya lakukan. Ternyata, smiley itu bagaikan bumbu penyedap bagi masakan. Tanpanya, tulisan terasa kurang lezat.

Lanjutkan membaca “Tanpa smiley”