Bagaimana mulai menulis Wikipedia?

Gaya tulisan di Wikipedia yang formal sering membuat orang takut untuk memulai menuliskan sesuatu yang diketahuinya untuk Wikipedia. Bahkan beberapa orang yang sudah cukup berpengalaman menulis seperti narablog, wartawan, penulis buku, dll, mengaku walaupun keinginan menulis ada, mereka belum pernah melakukannya karena berbagai alasan: perlu riset, takut gaya tulisannya tidak sesuai, tidak mengerti format wiki, dll.

Lanjutkan membaca “Bagaimana mulai menulis Wikipedia?”

Pengelolaan pengetahuan kolektif

Logo MediaWikiPengetahuan kolektif dari individu-individu dalam suatu organisasi adalah aset yang harus dikelola dengan baik. Kendala yang harus diatasi adalah motivasi dan aturan main dalam sistem kolaborasi. Konsep wiki sangat tepat untuk pengelolaan pengetahuan kolektif.

Sadar atau tidak, sistematis atau sporadis, semua organisasi telah, atau paling tidak berupaya, melakukan pengelolaan terhadap aset pengetahuan yang dimilikinya. Praktik identifikasi, pengumpulan, penyimpanan, distribusi, dan adopsi pengetahuan ini dikenal dengan nama manajemen pengetahuan.

Pengetahuan kolektif

Setinggi apapun tingkat kepakaran seseorang, ia tetap memiliki keterbatasan dan sudut pandang tertentu. Para akademisi sudah mengakui hal ini dengan adanya suatu budaya penilaian sejawat (peer review) untuk publikasi dalam jurnal akademik.

Seperti kata pepatah “sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit,” pengetahuan yang diperoleh dari “sedikit” pengetahuan masing-masing individu di dalam organisasi, jika dikumpulkan akan menjadi suatu “bukit”. Hasil pengumpulan pengetahuan secara kolektif ini bahkan kadang lebih baik dibandingkan jika hanya bergantung pada segelintir orang atau pakar.

Proses pengumpulan informasi dapat dilakukan dengan lebih cepat jika dilakukan secara kolektif karena melibatkan sumber daya yang lebih banyak. Pemeliharaan dan pembaruan pengetahuan pun dapat dilakukan lebih baik dengan konsep kolektif karena semua orang akan dapat membantu menambahkan atau memperbarui informasi tanpa harus saling menunggu.

Bayangkan betapa hebatnya kumpulan pengetahuan yang diperoleh suatu organisasi jika masing-masing individu dalam organisasi tersebut turut berkontribusi menyusunnya!

Kendala

Yang menjadi kendala dalam hal ini, sama dengan proyek-proyek tim lainnya, terutama adalah motivasi. Kerja tim sedikit menenggelamkan kerja individu dan hasil kerja tim tidak akan bisa diklaim sebagai hasil karya perorangan. Sedikit banyak hal ini mungkin mengurangi motivasi orang-orang tertentu untuk berkontribusi karena menghalangi kesempatan menonjolkan diri atau karya sendiri.

Kendala lain adalah pola kerja sama. Pelibatan banyak otak dan pendapat dalam suatu karya sangat berpotensi menciptakan konflik. Perlu ada suatu aturan main yang jelas, di samping kebesaran hati semua pihak, untuk dapat melaksakan kerja bersama dengan mulus.

Wiki untuk mengelola pengetahuan kolektif

Konsep wiki, yang memungkinkan partisipasi luas dari banyak orang, sangat menunjang pengelolaan pengetahuan kolektif. Wikipedia, salah satu contoh implementasi wiki, merupakan bukti keampuhan konsep ini dengan menjadi salah satu repositori pengetahuan terbesar di Internet berkat kumpulan partisipasi “kecil” dari para kontributornya. Contoh yang paling saya senangi adalah perkembangan artikel Sejarah Cina dari hanya dua kalimat hingga terpilih menjadi artikel pilihan melalui suatu kerja kolektif.

Dalam lingkup yang lebih kecil, yaitu lingkup organisasi, wiki juga dapat diterapkan untuk mengelola pengetahuan kolektif. Kebijakan, prosedur, petunjuk kerja, serta berbagai cukilan pengetahuan lain dapat menjadi bahan yang, alih-alih dikelola hanya oleh satu bagian, dikerjakan secara bersama sesuai aturan main yang ditentukan.

Bagaimana cara menggunakan wiki untuk mengelola pengetahuan dalam organisasi? Lain kali akan coba saya bahas dengan lebih rinci. Tidak sabar menunggu? Sesuai konsep wiki, buat saja artikelnya sendiri, nanti saya tambahi.

Sambil lalu, bagi yang belum tahu, perangkat lunak MediaWiki yang digunakan oleh Wikipedia tersedia gratis. Jika belum punya server sendiri atau mau mencoba-coba dulu, inang gratis tersedia di wiki-site.com.

Pelajaran dari pelatihan untuk AcehPedia

AcehPedia Hari Sabtu dan Minggu (13 dan 14 Juni 2009) kemarin untuk pertama kalinya saya menginjakkan kaki di Aceh. Kunjungan tersebut adalah untuk membantu rekan-rekan AcehPedia untuk mengembangkan situs tersebut menjadi suatu ensiklopedia komprehensif tentang Aceh yang ditulis secara kolaboratif oleh komunitasnya.

Cukup terpesona saya mengikuti sesi pelatihan menulis yang diberikan oleh Mbak Mardiyah Chamim dari Tempo Institute. Sebagai orang yang terbiasa menulis dengan gaya deskriptif Wikipedia, gaya naratif Mbak Mardiyah merupakan suatu hal yang asing namun sangat menarik untuk saya. Yang terpikir adalah, alangkah baiknya jika tulisan-tulisan di Wikipedia bisa dibumbui dengan gaya naratif semacam ini dengan tetap mempertahankan pilar-pilar kenetralan ensiklopedia.

Para peserta yang datang pada acara pelatihan “Ayo menuliskan Aceh di Internet!” ini sangat kritis. Tidak heran karena sebagian di antaranya adalah finalis lomba menulis blog yang diselenggarakan Aceh Blogger Community dan situs Acehjourney.net. Beberapa pertanyaan dari para peserta sangat menggelitik dan memaksa saya berpikir cukup lama sebelum menjawab. Berikut petikannya:

Apakah Wikipedia bisa memberikan perlindungan untuk para kontributornya terhadap risiko tuntutan, terutama terkait dengan UU ITE yang baru?

Jawabannya: ya dan tidak. “Ya”, karena tiap artikel di Wikipedia adalah suatu karya kolaboratif yang tidak bisa dianggap murni sebagai suatu karya satu orang. Juga “ya”, karena prinsip kenetralan Wikipedia membantu menjaga agar setiap artikel terhindar dari pernyataan-pernyataan yang bernada berat sebelah. Namun “tidak”, karena walau bagaimanapun, ada versi terdahulu halaman yang bisa digunakan untuk melacak siapa penulis suatu bagian pada artikel Wikipedia yang menjadi subjek perhatian.

Apakah Wikipedia bisa memberikan jaminan keakuratan isinya?

Jawabannya tegas: tidak. Pernyataan penyangkalan Wikipedia jelas-jelas menyatakan “Wikipedia tidak memberi jaminan validitas.” Meskipun segala upaya telah dilakukan oleh para sukarelawan Wikipedia untuk melakukan yang terbaik untuk mengecek kebenaran fakta serta memberikan rujukan yang diperlukan, tetap gunakan Wikipedia dengan risiko sendiri. Jika percaya, silakan gunakan, jika tidak, jangan gunakan. Sesederhana itu.

Jika ada orang yang menulis suatu fakta seolah-olah fakta tersebut benar, padahal itu bohong, apakah bisa dideteksi?

Jawabannya juga tegas: tidak. Sama seperti kita tidak bisa menjamin bahwa semua termuat di media massa atau disampaikan kepada publik itu benar, semua informasi yang ada di Wikipedia pun harus disikapi dengan skeptisisme yang wajar.

Celetukan Mbak Mardiyah sangat pas sekali menggambarkan benang merah jawaban semua pertanyaan peserta: Wikipedia tidak sempurna. Semua Wikipediawan (rasanya) menyadari itu dan tidak pernah berupaya menutupinya.

Duh, rasanya tulisan ini sendiri belum cukup bisa mempraktikkan apa yang diajarkan oleh Mbak Mardiyah. Saya memang masih sangat perlu belajar menulis dengan gaya naratif. Tapi, sangat menarik jika sebaliknya, PDAT benar-benar bisa diubah menjadi sistem wiki dengan para jurnalis Tempo menjadi kontributornya 😉

Bebaskan pengetahuan!

Bebaskan-Pengetahuan Pada hari Jumat, 20 Maret 2009, melalui suatu konferensi pers yang diadakan di kantor Depkominfo, Wikimedia Indonesia (WMID) diresmikan peluncurannya. Tema acara peluncuran ini adalah “Bebaskan pengetahuan!” yang menggambarkan misi organisasi untuk mendorong pengembangan dan penyebaran pengetahuan dalam bahasa Indonesia secara bebas dan gratis.

Selain peluncuran WMID, acara ini juga memperkenalkan Christian Sugiono sebagai Duta Pengetahuan Bebas serta Ari Juliano sebagai Kepala Proyek untuk penerapan lisensi Karya Cipta Bersama atau Creative Commons di Indonesia.

Wikimedia Indonesia

WMID adalah suatu organisasi nirlaba, mitra lokal independen di Indonesia dari Wikimedia Foundation, organisasi yang menaungi Wikipedia serta berbagai proyek wiki lain. Sulit memang membuat orang mengerti perbedaan antara Wikipedia dan Wikimedia, apalagi ditambah adanya kemiripan penulisan dan pelafalan yang hanya berbeda satu huruf, “p” dan “m”. Seorang rekan pernah menyarankan untuk menekankan persamaan sederhana untuk menyampaikan perbedaan keduanya; Wikipedia = daring (online), Wikimedia = luring (offline).

Duta Pengetahuan Bebas

Tokoh publik disadari dapat menjadi pendorong yang baik untuk mencapai suatu misi dan WMID tidak menutup mata terhadap hal ini. Tian dipilih karena diketahui pernah aktif menulis di Wikipedia bahasa Indonesia (WBI). Ia cukup mengerti cara menulis artikel Wikipedia dan dinamika komunitas kontributor WBI dan diharapkan ia dapat menularkan semangat tersebut ke lingkungan yang lebih luas.

Karya Cipta Bersama

Kebebasan sangat rentan untuk disalahgunakan. Bebasnya memperoleh informasi di Internet sering kali membuat orang lupa (atau sengaja melupakan) memberikan penghargaan terhadap jerih payah pencipta karya, bahkan hanya dengan sekedar mencantumkan nama pencipta aslinya.

Creative Commons (CC) merupakan penyeimbang antara kebebasan penggunaan karya orang lain dengan perlindungan terhadap hak-hak pencipta karya. WMID berupaya membawa CC ke ranah hukum Indonesia sebagai perlindungan dan sekaligus penghargaan terhadap orang-orang yang bersedia membebaskan karyanya untuk digunakan oleh orang lain. Karya Cipta Bersama Indonesia (KCBI) atau Creative Commons Indonesia (CCID) akan menjadi lembaga advokasi untuk hak-hak pencipta karya kreatif seperti tulisan, gambar, foto, musik, dan video.

Tanggapan media

Menarik untuk mengikuti liputan media mengenai acara ini. Judul berita yang meliputi tiga jenis isu: profil caleg di Wikipedia, penanganan vandalisme, serta Sang Duta Pengetahuan Bebas. Ternyata memang benar bahwa menulis artikel untuk media massa atau publik sangat berbeda dengan menulis artikel untuk ensiklopedia.

Setelah seratus ribu artikel

Seratus ribu artikel telah dicapai oleh Wikipedia bahasa Indonesia (WBI). Lalu, apa?

Saatnya mulai memikirkan beberapa hal yang selama ini agak luput dari perhatian. Ada empat isu penting yang menurut saya perlu (lebih) diperhatikan: kualitas artikel, kontributor dan komunitas, proyek lain, serta penyebaran materi.

Kualitas artikel

Tidak dipungkiri, sebenarnya dari semua artikel yang saat ini ada di WBI, masih banyak sekali artikel yang baru merupakan tulisan rintisan. Kerap saya mendengar kenalan saya lebih memilih untuk menggunakan Wikipedia bahasa Inggris sebagai rujukan. Wajar, karena secara umum artikel di sana memang lebih lengkap daripada artikel yang ada di WBI. Secara angka, ini terlihat dari indeks kedalaman artikel Wikipedia bahasa Inggris yang mencapai lebih dari 400 dibandingkan WBI yang hanya sekitar 30.

Bagaimana meningkatkan kualitas WBI? Bukan hal yang mudah dijawab, karena sangat tergantung dengan partisipasi kontributor. Hal sederhana yang paling mungkin dilakukan adalah memfokuskan diri pada pengembangan tulisan super rintisan (tulisan yang hanya terdiri dari satu atau dua kalimat) menjadi paling tidak dua atau tiga paragraf.

Kontributor dan komunitas

Wikipediawan, baik yang anonim maupun terdaftar, adalah nyawa Wikipedia. Tanpa mereka, Wikipedia akan berhenti berkembang. Sebagai proyek sukarela, diperlukan suatu upaya untuk menarik orang berkontribusi tanpa pamrih finansial. Bahkan sampai sekarang, masih sulit untuk saya menemukan apa motivasi masuk akal yang dapat ditawarkan Wikipedia untuk para kontributornya. Yang jelas, menulis blog jauh lebih menarik daripada menulis Wikipedia karena paling tidak penulis blog bisa membanggakan suatu tulisan sebagai karyanya. Wikipediawan? Kredit untuk mereka tersembunyi di deretan panjang perubahan terbaru dan versi terdahulu suatu halaman.

Setelah menarik kontributor baru pun, masih ada hal yang lebih sulit untuk dilakukan, yaitu mempertahankan kontributor setia. Terlalu sering saya melihat Wikipediawan muncul dan menghilang dengan berbagai alasan, termasuk juga saya yang kadang ditelan berbagai kesibukan lain.

Proyek lain

Wikipedia bukanlah satu-satunya proyek isi bebas berbahasa Indonesia dari Yayasan Wikimedia. Ada empat proyek berbahasa Indonesia lain: Wiktionary (kamus dan tesaurus), Wikibooks (buku dan manual), Wikiquote (kutipan), serta Wikisource (naskah sumber). Jika Wikipedia saja masih memiliki masalah dengan jumlah kontributor aktif yang sedikit, keempat proyek ini jauh lebih "menderita." Bahkan komunitas sampai tak berani untuk memulai dua proyek lain, Wikinews (berita) dan Wikiversity (materi belajar) yang sebenarnya juga dapat dirintis dalam bahasa Indonesia.

Sayang sebenarnya media yang sudah ada tersebut jika tidak dikembangkan. Seperti halnya pengembangan produk dari suatu perusahaan, mungkin yang diperlukan lebih dulu adalah definisi produk dan target pasar yang kemudian dilanjutkan dengan upaya produksi produk tersebut.

Penyebaran materi

Seperti halnya orang berilmu yang tak membagi ilmunya kepada orang lain, repositori pengetahuan sebagaimana lengkapnya pun tidak akan terlalu bermanfaat jika tidak disebarkan seluas-luasnya. Media daring (online) yang dipilih oleh Wikipedia sebenarnya cukup tepat untuk penyebaran ini. Yang selanjutnya harus juga dipikirkan adalah kenyataan bahwa masih jauh lebih banyak orang Indonesia yang belum terhubung dengan Internet. Harus ada cara untuk dapat menyampaikan pengetahuan yang sudah terkumpul di Wikipedia kepada mereka. Media cetak mungkin masih merupakan media paling luas dan mudah untuk menjangkau lebih banyak masyarakat Indonesia. Isu yang harus dipikirkan adalah aspek produksi dan hak kekayaan intelektualnya.

Penutup

Nada tulisan ini mungkin terkesan pesimis; lebih banyak pengungkapan masalah dibandingkan merencanakan apa yang seharusnya dilakukan untuk mengatasinya. Tapi saya percaya bahwa bagian dari pemecahan masalah adalah identifikasi masalahnya. Bayi Wikimedia Indonesia memang bukanlah panasea untuk semua isu tersebut, tapi mudah-mudahan dapat menjadi titik awal pencapaian misi penyediaan dan penyebarluasan pengetahuan sumber bebas bagi generasi mendatang Indonesia. Termasuk Arka, sepuluh sampai dua puluh tahun lagi.

Menjelang seratus ribu artikel

Wikipedia bahasa Indonesia telah mencapai 100.000 artikel!

Berbagai perasaan bercampur aduk ketika sesuatu yang diimpikan sejak Maret 2006, sewaktu artikel Wikipedia bahasa Indonesia (WBI) berjumlah sekitar 20 ribu, akhirnya tercapai pada 20/21 Februari 2009.

Tidak percaya, karena hanya dengan sedikit kontributor aktif, angka ini bisa tercapai dalam tempo yang tak terlalu lama. Bangga, karena WBI kini merupakan Wikipedia peringkat ke-25 dalam jumlah artikel dari seluruh 265 Wikipedia yang ada. Bahkan merupakan peringkat ketiga terbesar bahasa di Asia, hanya kalah dari bahasa Jepang dan bahasa Tionghoa. Sedih, karena semakin lama semakin sulit meluangkan waktu bahkan hanya satu jam saja satu hari untuk WBI, padahal masih banyak sekali hal yang perlu dikerjakan.

Ada cukup banyak cerita di balik pencapaian ini. Berdasarkan perkembangan artikel, sekitar Desember 2008 – sewaktu jumlah artikel berkisar pada bilangan 95.000, diperkirakan bahwa angka seratus ribu akan tercapai pada sekitar pertengahan Februari 2009. Pada awal Februari, ternyata jumlah artikel baru hampir mencapai 98.000, masih dua ribu artikel lagi yang diperlukan. Terpaksalah target dimundurkan satu bulan menjadi pertengahan Maret 2009 karena tidak ingin menodai pencapaian tersebut dengan aksi bot pembuat artikel.

Ternyata cukup banyak Wikipediawan yang tertarik untuk tercatat sebagai pembuat artikel keseratus ribu. Dalam waktu seminggu, lebih dari dua ribu artikel baru dibuat. Pada menjelang tengah malam hari Jumat, 20 Februari 2009, hanya kurang dari 10 artikel untuk mencapai seratus ribu.

Akhirnya pada sekitar pukul 3 sore hari Sabtu, seorang pengguna anonim membuat artikel “Luck by Chance“. Artikel inilah yang diputuskan oleh para pengurus WBI menjadi artikel hitungan resmi ke-100.000.

Mengapa disebut artikel hitungan resmi? Karena sifat Wikipedia yang bisa disunting (diedit) oleh siapa saja, jumlah artikel di Wikipedia sangat dinamis. Normalnya, jumlah artikel selalu bertambah. Tapi kadang, jumlah ini berkurang karena adanya penghapusan artikel-artikel baru yang layak dihapus. Akibatnya, menjelang penetapan jumlah artikel mayor (setiap seribu artikel), para pengurus selalu membutuhkan waktu beberapa lama untuk melakukan penghitungan dengan terlebih dulu harus menghapus materi yang tidak dapat dihitung sebagai suatu artikel.

Khusus untuk pencapaian bersejarah seratus ribu ini, disepakati bahwa artikel yang berhak mendapat hitungan ke-100.000 adalah artikel yang dibuat oleh manusia (bukan bot), baik oleh pengguna anonim maupun terdaftar. Bot dikecualikan dari perhitungan sebagai bentuk penghargaan terhadap upaya manual yang dilakukan pengguna untuk membuat artikel. Kontributor anonim disertakan dalam penghitungan sebagai bentuk penghargaan pada sifat dasar Wikipedia yang bisa disunting siapa saja, bahkan oleh orang yang memilih tidak memaparkan identitasnya dengan menulis sebagai anonim.

Setelah seratus ribu artikel? Isu kualitas artikel, proyek lain, kontributor, dan distribusi menunggu.

Membuat halaman baru di Wikipedia

Salah satu pertanyaan yang paling sering diajukan oleh kontributor pemula Wikipedia adalah, bagaimana cara membuat halaman atau artikel baru? Pertanyaan ini mungkin timbul karena tidak adanya suatu menu atau pranala (tautan) khusus untuk melakukan hal ini.

Membuat halaman baru dapat dilakukan antara lain melalui tiga cara yaitu (1) pranala merah, (2) pencarian, dan (3) alamat URL. Gambar berikut memberikan ilustrasi mengenai tiga cara tersebut.

Membuat artikel baru

Pranala merah

Pranala yang berwarna merah (dalam gambar di atas misalnya “bagan” atau “generasi”) menandakan bahwa halaman yang dituju belum tersedia. Jika diklik, pranala ini akan menampilkan halaman untuk pembuatan artikel baru. Cara ini merupakan cara termudah untuk membuat halaman baru.

Pencarian

Kotak pencarian yang selalu ada di bagian kiri setiap halaman juga dapat digunakan untuk membuat artikel baru. Jika suatu frasa yang dimasukkan ternyata belum ada artikelnya, akan muncul halaman “Hasil pencarian” seperti pada gambar berikut.

20090117-015602 Pencarian Bagan

Dua pranala merah yang muncul pada halaman ini jika diklik akan menampilkan halaman untuk pembuatan artikel baru.

Alamat URL

Cara ketiga untuk membuat artikel baru adalah dengan langsung mengetikkan nama artikel/halaman pada kotak entri URL setelah “http://id.wikipedia.org/wiki/”. Gambar berikut memberikan ilustrasinya

20090117-020802 Alamat URL

Pada contoh di atas, kata “Bagan” langsung diketikkan pada kotak entri URL penjelajah web dan akan memunculkan halaman seperti dalam gambar di atas. Klik pranala “Buat halaman …” juga akan menampilkan halaman untuk pembuatan artikel baru.

Catatan: Artikel ini merupakan artikel pertama yang dibuat dengan Windows Live Writer.