Wisuda

Tadi siang, 8 September 2012, saya mengikuti acara syukuran dan pelepasan wisudawan pascasarjana Fasilkom UI di gedung Sabha Widya, kampus UI, Depok. Alhamdulillah, akhirnya perjalanan menempuh pendidikan selama tiga tahun berhasil saya tuntaskan dan gelar M.T.I. (Magister Teknologi Informasi) sudah berhak saya sandang. Terima kasih saya persembahkan kepada segenap dosen dan staf MTI UI yang telah sangat membantu dalam proses tersebut.

Baca pos ini lebih lanjut

Iklan

Klik

KBBI IV menambahkan homonim ketiga untuk kata klik dengan makna (1) kegiatan menekan dan melepas tombol pada tetikus komputer; (2) suara ‘klik’ pada kamera, tombol komputer, dsb. Kata serapan click dalam bahasa Inggris ini diturunkan menjadi mengeklik bila diberi awalan meN- karena dianggap memiliki satu suku kata (ekasuku). Dalam kaidah pengimbuhan bahasa Indonesia, kata dasar ekasuku mendapat swarabakti “e” saat diberi awalan meN-. Contoh lain pengimbuhan ekasuku ini adalah mengepelmengebom, dan mengecat.

Meskipun memiliki pola yang mirip karena sama-sama diawali oleh konsonan rangkap “kl” dan berasal dari serapan bahasa asing, kata klaim menjadi mengklaim (bukan mengeklaim) saat diberi awalan meN-. Ada dua kemungkinan: Baca pos ini lebih lanjut

Tanja

Singkatan FAQ (frequently asked question[s]) digunakan pertama kali oleh Eugene Miya dari NASA untuk milis SPACE pada tahun 1983. Pada awalnya, FAQ digunakan untuk merujuk kepada kiriman berkala yang berisi pertanyaan (dan jawabannya) yang sering diajukan oleh para anggota milis, dengan tujuan utama untuk mencegah diajukannya pertanyaan serupa. Tradisi ini pun menyebar ke berbagai ranah dan format karena (barangkali) dianggap cukup efektif untuk memberi informasi kepada para anggota atau pengguna baru.

Masalah pengulangan pertanyaan juga saya temui pada berbagai komunitas maya yang saya ikuti. Untunglah beberapa komunitas, seperti Wikipedia Indonesia dan milis Bahtera, sudah mencoba mengikuti tradisi penulisan FAQ. Faedah FAQ ini sangat saya rasakan karena, meskipun ulangan pertanyaan tidak dapat dicegah, para penanya dapat dengan mudah diberikan tautan rujukan laman FAQ yang terkait, alih-alih harus dijawab dengan panjang lebar. FAQ ini pun berguna sebagai sarana agregasi pendapat dalam komunitas — unsur terpenting dalam penerapan konsep kearifan khalayak (Surowiecki, The Wisdom of Crowds2004).

Baca pos ini lebih lanjut

Macet dan mogok

Hari Minggu pagi saya mendusin karena Arka (6 tahun), anak saya, membangunkan dengan raut muka panik, “Yah, iPad-nya gak mau nyala.” Seperti biasa, setiap pagi ia selalu menyempatkan diri untuk memeriksa restoran, toko kue, kota, kerajaan, dan pertaniannya. Pagi ini, ia panik karena setelah melaksanakan tugasnya tersebut tiba-tiba iPad-nya tidak bisa lagi dinyalakan. Menurutnya, status baterai masih 80%, jadi masalahnya bukan karena baterai habis.

Setelah beberapa lama mencoba berbagai cara untuk menghidupkan kembali gawai (gadget) tersebut, saya memutuskan untuk membawanya ke iBox Ratu Plaza, pusat servis Apple terdekat dari rumah saya. Dengan ramah petugas di sana menerima saya dan saya melaporkan, “Mbak, iPad saya macet.” Sambil mendengarkan penuturan saya tentang penyebab macetnya iPad saya, Sang Petugas dengan santai mencolokkan kabel pengecas baterai dan lambang buah apel terkenal itu pun muncul di layar. Dalam waktu kurang dari satu menit masalah sudah terpecahkan!

Baca pos ini lebih lanjut

Markah

Salah satu fitur penting peramban web yang ada pada hampir semua peramban modern adalah bookmark. Fitur ini memungkinkan pengguna peramban untuk menyimpan alamat internet (disebut URI, Uniform Resource Identifier) secara lokal pada komputer atau perangkat mereka agar dapat diakses kembali dengan mudah. Bookmark telah diterapkan sejak tahun 1993 oleh Mosaic dan mengambil namanya dari konsep bookmark pada buku.

Dalam bahasa Indonesia, bookmark sebagai pembatas halaman buku telah populer dikenal dengan istilah “pembatas buku”. Namun, selama beberapa lama, versi bahasa Indonesia dari berbagai peramban utama tidak menerjemahkan istilah ini. Belakangan, saya lupa tepatnya kapan, Opera bahasa Indonesia mulai menggunakan istilah “penanda” sebagai padanan bookmark, tetapi Firefox dan Chrome bergeming.

Baca pos ini lebih lanjut

Komputasi sarwega

Dalam bahasa Inggris, kata sifat (adjektiva) ubiquitous bermakna “ada di mana-mana” dan merupakan sinonim dari kata omnipresent. Menurut Online Etymology Dictionary, kata ini pertama kali dipakai pada tahun 1837 dan dibentuk dari ubiquity + -ous. Kata benda (nomina) ubiquity sendiri berasal dari bahasa Latin ubique yang bermakna “di mana-mana”. Salah satu penggunaan awal kata ubiquitous ditemukan dalam karya terkenal Herman Melville, Moby Dick (1851).

One of the wild suggestions referred to, as at last coming to be linked with the White Whale in the minds of the superstitiously inclined, was the unearthly conceit that Moby Dick was ubiquitous; that he had actually been encountered in opposite latitudes at one and the same instant of time.

Kata ini belakangan banyak dipakai dalam konsep-konsep modern seperti ubiquitous computing, ubiquitous learning, ubiquitous city, dll. Semua konsep itu kurang lebih menggambarkan keberadaan sesuatu di mana-mana atau kemudahannya untuk diakses karena dapat ditemukan di mana-mana. Lantas, apa kira-kira padanan ubiquitous yang ringkas dan unik dalam bahasa Indonesia?

Baca pos ini lebih lanjut

Perintis

startup Dalam istilah bahasa Inggris, startup company adalah suatu perusahaan yang memiliki riwayat operasi terbatas—umumnya karena baru berdiri—serta berada pada tahap pengembangan dan riset pasar. Istilah ini menjadi populer pada masa gelembung dot-com (1998—2000), sewaktu banyak perusahaan dot-com bermunculan, terutama dalam bidang teknologi tinggi. Orang-orang yang terlibat dalam pembuatan perusahaan tersebut sering disebut sebagai startuper, yang umumnya terdiri atas wiraswasta (entrepreneur), pemodal ventura, rekayasawan perangkat lunak, pengembang web, dsb.

Belakangan, istilah ini mulai banyak digunakan di kalangan khalayak internet Indonesia, terutama melalui berbagai artikel yang dimuat di Daily Social dan Navinot. Mungkin karena belum ada padanannya pada Glosarium Pusat Bahasa, istilah ini tidak diterjemahkan dan tetap ditulis dengan istilah bahasa Inggrisnya; kadang dengan huruf miring sesuai dengan aturan penulisan istilah bahasa asing, kadang tidak. Sudah waktunya kita mencari padanan istilah ini dalam bahasa Indonesia.

Baca pos ini lebih lanjut

Tagar

tanda-pagar Dalam bahasa Inggris, kata majemuk hashtag adalah suatu label (tag) berupa suatu kata yang diberi awalan tanda pagar (hash sign; number sign) dalam pesan pada layanan mikroblog. Neologisme ini lahir sekitar akhir tahun 2007 sebagai konvensi khalayak dengan tujuan untuk menciptakan pengelompokan pesan dan mengambil model dari pelabelan kanal IRC dan Jaiku.

Seperti biasa, kesulitan muncul sewaktu mencoba mengindonesiakan istilah baru. Apa istilah bahasa Indonesia yang pas untuk hashtag?

Baca pos ini lebih lanjut

Gerip

Dalam bahasa Inggris, stylus adalah suatu homonim yang memiliki paling tidak empat makna: (1) batang runcing untuk menulis, atau tepatnya memahat, batu tulis pada zaman kuno; (2) jarum untuk menghasilkan bunyi atau merekam bunyi pada fonograf atau gramofon; (3) alat untuk menghasilkan titik kecil pada kertas, misalnya pada pembuatan huruf Braille; serta (4) batang kecil yang digunakan sebagai pena untuk layar sentuh peranti elektronik. Belakangan, seiring dengan merebaknya peranti elektronik yang menggunakan stylus seperti Tablet PC, iPad, dll., makna keempatlah yang paling sering dikaitkan dengan istilah stylus. Online Etymology Dictionary menyebutkan bahwa kata stylus berasal dari bahasa Latin stilus dan bahasa Yunani stylos (pilar).

Baca pos ini lebih lanjut

Kisi dampak strategis teknologi informasi

Kisi dampak strategis TI Teknologi informasi (TI) kian menjadi bagian yang tak terpisahkan dari suatu organisasi untuk mengelola transaksi, memproses informasi, serta memperoleh dan menyebarkan pengetahuan sebagai bagian dari aktivitas ekonomi dan sosialnya. Untuk dapat memanfaatkan TI bagi kepentingan tersebut, diperlukan kepemimpinan yang baik yang terkait dengan peranan teknologi informasi dalam suatu organisasi. Demikian kurang lebih simpulan Bab 10, IT Leadership, dari buku Corporate Information Strategy and Management karangan Lynda M. Applegate dkk. yang menjadi salah satu bahan ujian mata kuliah MIK (Manajemen Informasi Korporat) di semester dua ini.

Baca pos ini lebih lanjut