Seni membaca

Menurut ibu saya, saya suka sekali membaca buku sewaktu kecil. Yang saya ingat, bacaan pertama saya adalah buku-buku karangan Enid Blyton seperti seri Lima Sekawan dan Pasukan Mau Tahu. Kesukaan membaca buku fiksi tersebut berlanjut dengan koleksi buku Nick Carter John GrishamMario Puzo, dan berbagai pengarang lain, hingga trilogi The Hunger Games yang baru selesai saya baca sekitar dua minggu yang lalu. Kecepatan saya kala membaca buku fiksi cukup tinggi. Satu buku setebal 500 halaman biasanya dapat saya selesaikan dalam waktu sekitar lima jam.

Lanjutkan membaca “Seni membaca”

Tesis

Pada hari Selasa, 19 Juni 2012 yang lalu, saya berhasil melewati sidang karya akhir pascasarjana di Magister Teknologi Informasi Universitas Indonesia (MTI UI). Meskipun ada beberapa perbaikan yang perlu dilakukan, dewan penguji yang terdiri dari Riri Satria (pembimbing), Yudho Giri Sucahyo, dan Budi Yuwono menerima tesis saya yang berjudul “Strategi Peningkatan Kualitas Ilmiah Wikipedia Bahasa Indonesia“. Alhamdulillah.

Sejak semester II dua tahun yang lalu, saya sudah berniat menjadikan keandalan Wikipedia sebagai topik karya akhir saya. Sebagai wikipediawan, saya resah melihat penolakan akademisi untuk menjadikan Wikipedia sebagai sumber rujukan. Padahal, saya sendiri hampir selalu menggunakan Wikipedia sebagai gerbang utama pembelajaran mengenai suatu topik. Saya yakin banyak orang lain yang melakukan hal yang sama.

Lanjutkan membaca “Tesis”

El Matador

Gambar: supastrikas.com

Anak saya, Arka (7 tahun), sangat suka dengan film seri Supa Strikas yang ditayangkan melalui saluran Disney Channel. Mau tidak mau, saya sering kadang ikut menonton serial favoritnya ini. Meskipun tidak terlalu menggemari sepak bola, saya cukup terhibur menonton film ini karena adanya berbagai aksi fantastis (yang kadang muskil dilakukan dalam dunia nyata) yang diperagakan oleh para pemain seperti Shake, El Matador, Cool Joe, dan Tiger. Tolong jangan tanya mengapa saya bisa hafal nama-nama mereka.

Salah seorang tokoh dalam serial ini, El Matador, sangat gila sanjungan. El Matador bergantung kepada sorak-sorai dari para pendukungnya untuk dapat bermain dengan bagus. Dalam salah satu episode, klub Supa Strikas mendapat sanksi tidak boleh disaksikan para pendukungnya saat bermain. El Matador pun bak singa ompong: ia kehilangan kemampuan bermainnya.

Lanjutkan membaca “El Matador”

In principio erat verbum

Pada awalnya adalah kata …

Indah nian adagium bahasa Latin itu
Dengan tepat menggambarkan kekuatan sang kata
Yang dapat menjadi mula sekaligus akhir
Menjalin frasa, klausa, kalimat, hingga wacana

Namun, sulit sekali tampaknya bagi para munsyi
Untuk bermufakat tentang kodrat sang kata
Bahkan buku babon tata bahasaku pun
Tiada bernas mengurai adverbia dan konjungsi

*puisi curhat seadanya sembari pulang naik taksi*

Jakarta, 21 Juni 2011

Gambar ciptaan Daniel Mitsui

Sepakat untuk tidak sepakat

Foto: Antara

Pada hari Jumat (12 Agu 2011) yang lalu, Kantor Berita Antara dan Forum Bahasa Media Massa (FBMM) menyelenggarakan diskusi bahasa bertopik “Diskusi Bahasa Duduk Perkara istilah ‘Cina’: Berbagai Pandangan dan Pilihan Lain” di Wisma Antara. Acara yang dimoderatori oleh T.D. Asmadi tersebut menghadirkan empat pembicara: (1) wakil Kedutaan Besar Cina (Wang Peijun, kalau tidak salah); (2) wakil Kementerian Luar Negeri Indonesia (Gorie Arifianto, kalau tidak salah); (3) wakil Badan Bahasa (Abdul Gaffar Ruskhan); (4) Remy Silado, budayawan.

Secara garis besar, berikut ini pokok-pokok pikiran dari para pembicara. Kedubes Cina menyarankan (tidak memaksa) untuk tidak menggunakan istilah “Cina” karena istilah ini digunakan oleh Jepang terhadap Cina pada saat perang dengan konotasi negatif. Kemenlu sedang mempertimbangkan untuk menggunakan satu istilah yang konsisten, yaitu “Tiongkok”. Abdul Gaffar Ruskhan mengatakan bahwa istilah “Cina” sudah lazim digunakan dalam masyarakat Indonesia dan tidak bermakna peyoratif. Remy Silado memaparkan sejarah dan berbagai penggunaan kata “Cina” dalam bahasa Indonesia.

Lanjutkan membaca “Sepakat untuk tidak sepakat”

Kan

Beberapa hari yang lalu, saya mendapat pesan melalui pengolah pesan (messenger) BlackBerry dari adik perempuan saya: “Hari sabtu nanti uda kerumahkan?” Meskipun ini merupakan percakapan informal yang mungkin tidak perlu terlalu merisaukan masalah tanda baca (tanda koma setelah nanti) dan huruf besar (pada Sabtu dan Uda), saya agak resah dengan “kerumahkan”.

Lanjutkan membaca “Kan”

Erupsi

Seiring dengan letusan Merapi kemarin, istilah “erupsi” semakin marak digunakan sebagai pengganti istilah “letusan” yang lazim digunakan sebelumnya. Istilah ini diserap dari bahasa Inggris eruption, atau lebih lengkapnya volcanic eruption, dan dalam bidang geologi bermakna peristiwa keluarnya uap dan materi vulkanis secara tiba-tiba dari suatu gunung berapi (vulkan). Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ke-III (KBBI III) menyebut tiga makna erupsi yang salah satunya adalah “letusan gunung api”. KBBI III hanya menjelaskan makna letusan sebagai “ledakan”. Lalu, tidak tepatkah penggunaan “letusan” oleh kita selama ini?

Lanjutkan membaca “Erupsi”

Peta pikiran

Peta pikiran (bahasa Inggris: mind map) adalah suatu diagram yang digunakan untuk menggambarkan berbagai ide di seputar suatu ide pusat. Metode visual untuk mencatat ini terutama digunakan untuk mengorganisasikan pikiran untuk membantu memahami atau mengingat suatu atau beberapa ide. Meskipun visualisasi semacam ini telah diterapkan sejak beberapa abad yang lalu, pemetaan pikiran modern dianggap telah dipopulerkan oleh Tony Buzan, seorang ahli psikologi populer Inggris.

Lanjutkan membaca “Peta pikiran”

Dialah orangnya

ist2_8687761-full-moon-is-callingCarilah seorang pria yang memanggilmu “cantik”, bukan “hot” atau “sexy”
Yang menelepon kembali ketika kamu menutup telepon
Yang mau tiduran di bawah bintang dan mendengar detak jantungmu
Atau mau tetap terbangun untuk melihatmu tidur

Tunggulah seorang laki-laki yang mencium dahimu
Yang mau memamerkan dirimu pada dunia ketika kamu sedang keringatan
Yang menggenggam tanganmu di depan teman-temannya
Yang menganggap kamu tetap cantik tanpa riasan

Seseorang yang selalu mengingatkan kamu, betapa besar kepeduliannya padamu
dan betapa beruntungnya dia memilikimu

Seseorang yang berkata pada temannya, “Dialah orangnya.”

Lanjutkan membaca “Dialah orangnya”

Seriawan

Bistik ayam Di dekat rumah saya, di daerah Pakubuwono Jakarta Selatan, ada restoran bistik (serapan dari beefsteak) murah, Obonk. Sambil pulang kuliah malam, kalau sedang bosan dengan bubur ayam di Roti Bakar Eddy, saya kadang mampir di tempat makan yang bersemboyan “Rasa Bintang Lima Harga Kaki Lima” ini. Menu favorit saya adalah bistik ayam renyah (crispy chicken steak) yang disajikan di atas wadah panas (hotplate). Dengan hanya bermodalkan uang Rp15.000, saya sudah bisa pulang dengan perut kenyang.

Lanjutkan membaca “Seriawan”