Perbedaan antara EYD dan EBI

Ejaan bahasa Indonesia berubah seiring dengan waktu. Perubahan terakhir terjadi pada 2015 dengan diterbitkannya Permendikbud 50/2015 tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Ejaan Bahasa Indonesia (EBI) itu menggantikan Ejaan yang Disempurnakan (EYD) yang mulai berlaku pada 1972 melalui Keppres 57/1972 tentang Peresmian Berlakunja “Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan”. Selama masa 43 tahun berlakunya, EYD mengalami tiga kali revisi, yaitu melalui Kepmendikbud 0196/U/1975, Kepmendikbud 0543a/U/1987, dan Permendiknas 46/2009. Lantas, apa saja perbedaan antara EYD dan EBI?

Lanjutkan membaca “Perbedaan antara EYD dan EBI”

Proses Bisnis Generik

Konsultan manajemen harus dapat dengan cepat memahami kliennya. Pengetahuan tentang proses bisnis membantu untuk memenuhi kebutuhan itu. Berdasarkan pengalaman saya, semua individu, organisasi, atau perusahaan memiliki proses bisnis generik yang mirip dalam melaksanakan bisnisnya. Kemiripan itu muncul karena pada dasarnya semua bisnis bertujuan untuk memberikan sesuatu (produk atau layanan) kepada pelanggannya. Untuk mewujudkan nilai tambah tersebut, organisasi menjalankan tiga kelompok proses bisnis, yaitu operasi, pendukung, dan tata kelola.

Lanjutkan membaca “Proses Bisnis Generik”

Pemetaan Pikiran

Sudah lama saya suka pemetaan pikiran (mind mapping). Metode visualisasi pertalian konsep dalam bentuk diagram hierarkis itu membuat saya dapat memahami suatu topik dengan cepat dan sistematis. Peta pikiran pun memudahkan saya untuk penyampaian gagasan kepada orang lain. Saya memakai metode itu antara lain ketika mempelajari suatu hal baru, memfasilitasi curah pikiran (brainstorming), dan menyajikan gagasan kompleks dengan sederhana.

Lanjutkan membaca “Pemetaan Pikiran”

Pindah ke rumah sendiri

Sumber gambar: YHTR

Sejak menikah pada tahun 2001, saya tinggal di rumah mertua. Pada awal tahun 2012, saya dan keluarga pindah ke rumah sendiri. Banyak hal yang biasanya tinggal kami terima beres kini harus kami urus sendiri, seperti menyiapkan perabot dan perlengkapan rumah, membeli keperluan rutin, dan membayar tagihan-tagihan rumah. Walaupun merepotkan dan menyita waktu, ternyata menyenangkan juga punya rumah sendiri.

Saat masih tinggal di rumah mertua tersebut, saya mulai merintis blog ini. Tak terasa lima tahun lebih telah berlalu sejak saya menerbitkan tulisan pertama — yang sangat pendek — di blog ini. Meskipun semangat menulis saya naik turun, sudah 220 tulisan yang berhasil saya terbitkan di sini sejak itu. Pada pertengahan tahun 2007 itu, saya memilih menginangi blog saya di wordpress.com karena lebih mudah ketimbang menyiapkan server sendiri. Ibarat menumpang tinggal di rumah orang, saya tinggal datang dan menggunakan fasilitas yang sudah disediakan oleh sang pemilik rumah maya ini.

Lanjutkan membaca “Pindah ke rumah sendiri”

Penghubung antarkalimat

Penghubung antarkalimat (discourse connective) adalah kata atau ungkapan yang menghubungkan suatu kalimat dengan kalimat lain dalam satu alinea guna menambah kepaduan wacana. Penghubung antarkalimat diletakkan di awal kalimat — tetapi bukan di awal kalimat pertama suatu paragraf — dan diikuti dengan tanda koma. Contoh penghubung antarkalimat adalah akan tetapi, jadi, dan oleh sebab itu.

Pedoman EYD tidak memberikan daftar lengkap ungkapan yang dapat berfungsi sebagai penghubung antarkalimat. Berdasarkan beberapa rujukan, ada 53 ungkapan yang dapat dipakai sebagai penghubung antarkalimat. Daftar ini mungkin tidak lengkap, tetapi, paling tidak, kata atau frasa yang berada dalam senarai ini dapat digunakan sebagai rujukan oleh para pengguna bahasa.

Lanjutkan membaca “Penghubung antarkalimat”

Batas

When you go to your limits, your limits will expand. (Robin Sharma, 2010, hlm. 98)

Sebenarnya saya jarang membaca buku-buku pengembangan pribadi (self-development) seperti buku The Leader Who Had No Title: A Modern Fable on Real Success in Business and in Life karya Robin Sharma. Namun, filsafat “memimpin tanpa jabatan” yang diusung oleh buku ini sangat mengena di hati saya. Saya pun memaksakan diri untuk membaca habis buku ini di sela-sela kesibukan kantor.

Seperti halnya berbagai buku lain dengan genre serupa, buku ini sarat dengan nasihat dan pernyataan bagus, yang sebenarnya sudah kita ketahui, tetapi kadang lupa. Contohnya kutipan pada awal tulisan ini yang saya terjemahkan menjadi, “Saat kita mendekati batas kita, batas itu pun akan mengembang.” Berdasarkan pengalaman saya, pernyataan itu benar belaka dan sudah beberapa kali saya buktikan.

Lanjutkan membaca “Batas”

iKnow

iKnow adalah salah satu bentuk prakarsa manajemen pengetahuan di lingkungan APB Group. Prakarsa ini mulai dijalankan pada tanggal 2 Juli 2012 dan diterapkan dengan bentuk pengiriman surel harian berisi ringkasan pengetahuan yang diperoleh seorang individu pada hari itu dalam suatu topik tertentu.

Prakarsa ini ditujukan untuk mendokumentasikan pengetahuan kolektif perusahaan. Bagi para penulis, kegiatan ini bermanfaat untuk mengembangkan keterampilan menulis dan menstrukturkan pengetahuan yang dimiliki. Bagi orang lain dan perusahaan, kegiatan ini berfaedah untuk memperkaya pengetahuan kolektif dan mengurangi pengulangan kegiatan pencarian informasi yang sudah pernah dilakukan orang lain.

Lanjutkan membaca “iKnow”