Keandalan dan kesahihan

Dua konsep menarik yang saya pelajari sewaktu mengerjakan tesis tempo hari adalah keandalan (reliabilitas, reliability) dan kesahihan (validitas, validity) data. Secara sederhana, keandalan adalah kekonsistenan dan kestabilan data atau temuan, sedangkan kesahihan adalah kesesuaian antara objek penelitian dengan data yang dilaporkan. Hubungan kedua konsep ini dengan hasil penelitian dapat dilihat pada ilustrasi sasaran tembak (bullseye) di samping. Keandalan digambarkan dengan data yang terkumpul pada tempat yang sama, sedangkan kesahihan digambarkan dengan data yang mengenai sasaran tembak.

Kualitas suatu penelitian sangat ditentukan oleh keandalan dan kesahihan data penelitian tersebut. Sebagai tulisan blog, terlalu lebai bila saya menjabarkan kedua konsep ini secara panjang lebar dalam tulisan ini (dan belum tentu benar pula penjelasan saya itu!) Daftar bacaan yang saya sertakan di bawah niscaya dapat dipakai sebagai rujukan bagi yang memerlukan informasi lebih lanjut.

Dari pembahasan yang saya baca dari berbagai rujukan tersebut, hal praktis yang saya petik adalah cara peningkatan keandalan dan kesahihan data. Menurut Herdiansyah (2010), ada empat cara untuk meningkatkan rigor penelitian, yaitu memperpanjang waktu penelitian, melakukan triangulasi, membentuk tim peneliti, dan melakukan pemeriksaan ulang. Nah, ada masalah nan tak (kalah) penting di sini: apa padanan rigor (Amerika) atau rigour (Britania) ini dalam bahasa Indonesia? Ada yang tahu?

Bacaan lanjutan:

  1. Creswell, J.W. (2010). Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed (hlm. 284–289). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  2. Herdiansyah, H. (2010). Metodologi Penelitian Kualitatif untuk Ilmu-Ilmu Sosial (hlm. 183–206). Jakarta: Salemba Humanika.
  3. Sugiyono (2010).  Memahami Penelitian Kualitatif (hlm. 117–131). Bandung: Alfabeta.
Iklan

Perihal Ivan Lanin
Wikipediawan pencinta bahasa Indonesia

5 Responses to Keandalan dan kesahihan

  1. bambie says:

    Bung Ivan, saya sekalian mau nanya dong, kadangkala kalo dalam bahasa Inggris kita bisa lebih bisa membedakan antara “verifikasi” dengan “validasi”.

    Nah, menurut Oom Ivan, perbedaan mendasar antara keduanya apa? Bisa dideskripsikan sekalian mungkin definisi keduanya mas?

    Terima kasih.

  2. Bee says:

    Jika membaca kamus Inggris, kata ‘rigor’ lebih banyak mengarah ke makna konsistensi dan ketepatan. Apabila digambarkan dengan ilustrasi sasaran tembak, gambarnya kurang lebih akan mirip dengan ilustrasi andal dan sahih (pojok kanan bawah).

    Semakin ‘rigor’ maka titik tembak (titik hitam) makin terkumpul di tengah sasaran tembak (luas titik tembak makin sempit). Sebaliknya, semakin tidak ‘rigor’ maka titik tembak tidak terlalu terkumpul di tengah sasaran tembak (luas titik tembak makin besar), namun tidak seterpisah ilustrasi tidak andal, tapi sahih (pojok kanan atas). Mudah-mudahan bang Lanin paham maksud saya. 🙂

    @bambie:

    Mencoba menjawab tentang perbedaan validasi dan verifikasi. Menurut saya begini. Validasi adalah pengujian terhadap baku yang ada atau berlaku. Sedangkan verifikasi adalah pengujian terhadap data pembanding yg telah ada dan diakui.

    Contoh, password untuk login. Misalnya panjang password minimal harus 8 karakter, mengandung angka dan huruf, dan tak boleh tanggal lahir. Maka pengujian input password terhadap batasan-batasan tersebut disebut validasi. Password yang memenuhi baku tersebut disebut password yang valid.

    Pengujian apakah password benar atau tidak, dilakukan dengan membandingkan input yang diberikan dengan password yang telah tersimpan (diberikan sebelumnya). Ini yang disebut dengan verifikasi. Password yang valid (sesuai aturan) belum tentu password yang benar. Tapi password yg benar bisa dipastikan valid.

    Itu menurut pengetahuan saya, yang belum tentu benar juga. Mohon koreksinya jika salah. 🙂

  3. Bee says:

    Bung Ivan… saya sudah menulis komentar panjang lebar tentang ‘rigor’. Dan juga menanggapi bambie tentang perbedaan ‘verifikasi’ dan ‘validasi’. Mendadak semua tulisan tersebut hilang ketika saya memencet tombol ‘kirim’. Huaaaa…. *bete tingkat nasional!* 😦

  4. febriani ria says:

    terimkasih ka infonya sangat bermanfaat:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: