Koma serial

Butir pertama pada bagian penggunaan tanda koma pedoman EyD kita berbunyi, “Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan.” Contoh-contoh pada pedoman itu menunjukkan bahwa, selain di antara masing-masing butir, tanda koma juga diberikan sebelum kata sambung (misalnya “dan”) pada akhir daftar:

  • Saya membeli kertas, pena, dan tinta.
  • Surat biasa, surat kilat, ataupun surat kilat khusus memerlukan prangko.

Meskipun hanya melalui contoh, kita beruntung bahwa pedoman EyD kita telah mencantumkan aturan tentang “koma serial” (serial comma) atau “koma Oxford” ini:

Dalam ejaan bahasa Indonesia, tanda koma dipakai sebelum kata sambung koordinatif pada akhir suatu daftar yang terdiri dari tiga atau lebih butir.

Bahasa Inggris tidak seberuntung kita. Dua pedoman gaya penulisan paling terkemuka untuk bahasa Inggris Amerika, The Chicago Manual of Style (CMS) dan AP Stylebook, menetapkan aturan yang berbeda tentang koma serial ini. CMS (yang banyak dipakai untuk tulisan nonjurnalistik) mengharuskan penggunaannya, sedangkan AP Stylebook (yang banyak dipakai untuk tulisan jurnalistik) melarang penggunaannya. Secara umum, tampaknya pedoman tulisan akademis bahasa Inggris menganjurkan penggunaan koma serial, sedangkan pedoman tulisan jurnalistik tidak.

Pengaruh ragam jurnalistik bahasa Inggris ini cukup terasa dalam tulisan bahasa Indonesia. Kaidah EyD untuk menggunakan koma serial sering dilupakan. Mungkin bila kita paham alasan penggunaannya, kita dapat lebih mengindahkan kaidah ini. Koma serial dipakai karena (1) sesuai dengan cara pengucapan, (2) dapat menghilangkan ketaksaan, dan (3) konsisten dengan cara lain untuk memisahkan butir dalam suatu daftar.

Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya. Untuk tulisan bahasa Indonesia, pakailah koma serial. Untuk tulisan bahasa Inggris, pilihlah pedoman gaya mana yang mau Anda anut dengan taat asas.

Sumber gambar: The Guardian

Iklan

Perihal Ivan Lanin
Wikipediawan pencinta bahasa Indonesia

10 Responses to Koma serial

  1. Koma serial juga bermanfaat jika ada penggunaan “dan” di dalam butir tersebut.

    Contoh:
    Pasangan-pasangan duet yang terpilih adalah Ria dan Dika, Dini dan Roni, dan Si Kembar Tatik dan Titik.

  2. Koma serial juga bermanfaat jika ada penggunaan “kata sambung” di dalam butir tersebut. (revisi)

    Contoh:
    Pasangan-pasangan duet yang terpilih adalah Ria dan Dika, Dini dan Roni, dan Si Kembar Tatik dan Titik.

  3. Wah, bener juga, tuh, Mas. Selama ini, banyak yang salah tentang peletakan koma yang sebenarnya.
    Lantas, bagaimana dengan letak koma pada komentar saya ini, MAs? Apa sudah benar? Kalau belum, tolong jelaskan dimana letak salahnya 🙂

  4. Bagi saya, penggunaan koma pada kata sambung itu dibedakan dari “jumlah” yang disambung. Apabila “hanya” 2 hal yang disambung, maka tidak ada koma di antara kata sambung.
    Tapi, jika lebih dari 2 hal, maka akan ada koma di antara kata sambung.

  5. shita says:

    Setau saya, CMS dan AP memang sedikit berbeda. Untuk style jurnalistik, penggunaan tanda baca semacam koma disesuaikan dengan efisiensi karakter di media cetak (penghematan). Contoh lain adalah aturan pengejaan angka. Dalam jurnalistik, angka biasanya tak dieja untuk penghematan karakter jg. Bagaimana jurnalistik di Indonesia ya? Anyway, great blog!

  6. Ivan Lanin says:

    @adham: Mungkin bisa juga dikombinasikan dengan kata “serta”.

    @aditya: Peletakan komanya sudah benar. Yang belum adalah penulisan “dimana”: seharusnya “di mana“.

    @billy: Setuju. Mungkin perlu juga baca tulisan ini.

    @shita: Terima kasih. Setahu saya para jurnalis Indonesia cukup kerap membahas berbagai aspek bahasa ragam jurnalistik. Mereka punya milis guyubbahasa yang mungkin perlu juga kita ikuti.

  7. terimakasih atas tulisannya gan, ini manfaat banget

  8. hitlerjugend says:

    Sebelum penggunaan kata ‘seperti’ sebagai kata hubung penanda contoh perlu menggunakan koma gak mas?

  9. okierie says:

    Dulu Saya sampai berdebat mengenai masalah koma ini -_-
    Dan Saya lebih terbiasa menggunakan koma berseri karena lebih jelas dalam memisahkan item dari suatu daftar.

  10. Au' says:

    Di jaman saya SMA (1999 – 2002), beberapa contoh soal dan pembahasannya acap kali menyebutkan penggunaan koma sebelum “dan” itu salah. Jadi kalau untuk contoh di atas yang benar menjadi : Saya membeli kertas, pena dan tinta.

    Ini yang lebih tepatnya yang mana? Apakah setelah tahun saya SMA itu aturannya jadi berubah? Trims..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: