Erupsi

Seiring dengan letusan Merapi kemarin, istilah “erupsi” semakin marak digunakan sebagai pengganti istilah “letusan” yang lazim digunakan sebelumnya. Istilah ini diserap dari bahasa Inggris eruption, atau lebih lengkapnya volcanic eruption, dan dalam bidang geologi bermakna peristiwa keluarnya uap dan materi vulkanis secara tiba-tiba dari suatu gunung berapi (vulkan). Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ke-III (KBBI III) menyebut tiga makna erupsi yang salah satunya adalah “letusan gunung api”. KBBI III hanya menjelaskan makna letusan sebagai “ledakan”. Lalu, tidak tepatkah penggunaan “letusan” oleh kita selama ini?

Entri “letus” (dengan bunyi e pepet) dalam bentuk turunan letusan, letusnya, dan meletus ditemukan beberapa kali dalam korpus Malay Concordance Project dengan makna yang serupa dengan makna erupsi gunung berapi. Jadi, kata ini memang telah digunakan dalam bahasa Melayu sejak lama, paling tidak sejak abad ke-19. Dalam KBBI, kata ini memiliki beberapa bentuk turunan, yaitu meletus, letusan, dan peletusan. Maknanya kurang lebih menggambarkan sesuatu yang pecah atau terbuka secara tiba-tiba karena adanya tekanan atau dorongan yang sangat kuat. Sesuatu di sini dapat berupa berbagai hal, mulai dari yang materiil seperti balon, bisul, dan gunung berapi sampai yang konseptual seperti emosi. Cakupan maknanya memang luas.

Dari sudut geologi, menurut Wikipedia, ada tiga jenis letusan vulkanis: (1) magmatis, yang terjadi karena pelepasan gas yang sebelumnya dimampatkan dalam magma; (2) freatomagmatis, yang terjadi karena kontraksi termal dari pendinginan saat magma dengan gas yang dimampatkan bersentuhan dengan air; serta (3) freatis, yang terjadi karena pelepasan partikel yang tertahan dalam uap yang dipanaskan oleh magma. Selain klasifikasi ini, ada berbagai cara lain penggolongan letusan yang diberikan oleh para ahli vulkanologi. Salah satu cara penggolongan yang lebih sederhana dan mudah dilihat adalah klasifikasi letusan menjadi letusan eksplosif dan letusan efusif. Yang pertama untuk letusan vulkan yang disertai ledakan eksplosif—seperti yang terjadi pada Gunung Merapi—sedangkan yang kedua untuk letusan yang disertai hanya dengan melelehnya lava dan tanpa ledakan.

Penafian: saya bukan geologiwan dan sekadar berupaya menjelaskan kategorisasi erupsi, eh, letusan vulkanis tanpa menggunakan kata “erupsi”. Selain masalah ketidakdekatan dengan istilah asli (explosive eruption, effusive eruption, dll.), saya pikir bisa-bisa saja kita menggunakan kata “letusan” di sini.

Kata “letusan” memang mungkin terlalu umum untuk dipakai dalam konteks vulkanologi. Tapi begitu bicara gunung berapi, mungkin orang awam lebih paham dan lebih bisa membayangkan “letusan” ketimbang “erupsi”. Erupsi memang lebih “ilmiah” dan lambat laun akan diterima kedekatan makna kontekstualnya dengan gunung berapi. Namun, jangan lupa bahwa “erupsi” pun tidak eksklusif dimiliki oleh kaum geolog. Simak makna ketiga erupsi di KBBI berikut ini.

erup·si /érupsi/ n3 Dok kelainan pd kulit yg timbul secara cepat dan mendadak

Perihal Ivan Lanin
Wikipediawan, pencinta bahasa Indonesia, dan pendukung Creative Commons.

5 Responses to Erupsi

  1. Ping-balik: Tweets that mention Erupsi « nan tak (kalah) penting -- Topsy.com

  2. dheche mengatakan:

    tapi nggak papa kan ya kalo tujuannya unt nambah sinonim dlm bhs ind ? semakin kaya dan tdk membosankan 🙂

  3. DidiS mengatakan:

    Saya setuju ada istilah khusus untuk fenomena gunung ini. Karena “letusan” maknanya masih terlalu sederhana-letusan petasanmisalnya-untuk melukiskan kedahsyatan si gunung berapi dan kedahsyatan akibat yang ditimbulkannya.

  4. sasuke mengatakan:

    iya.. ikut blog walking,,

  5. Alief mengatakan:

    Ia.. diberita-berita juga kalau gunung meletus bilangnya erupsi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: