Kisi dampak strategis teknologi informasi

Kisi dampak strategis TI Teknologi informasi (TI) kian menjadi bagian yang tak terpisahkan dari suatu organisasi untuk mengelola transaksi, memproses informasi, serta memperoleh dan menyebarkan pengetahuan sebagai bagian dari aktivitas ekonomi dan sosialnya. Untuk dapat memanfaatkan TI bagi kepentingan tersebut, diperlukan kepemimpinan yang baik yang terkait dengan peranan teknologi informasi dalam suatu organisasi. Demikian kurang lebih simpulan Bab 10, IT Leadership, dari buku Corporate Information Strategy and Management karangan Lynda M. Applegate dkk. yang menjadi salah satu bahan ujian mata kuliah MIK (Manajemen Informasi Korporat) di semester dua ini.

Mata kuliah MIK yang difasilitasi oleh Pak Benny Ranti, Widijanto Nugroho, dan Riri Satria ini sebenarnya sangat menarik. Tujuan kuliah ini adalah agar para mahasiswa dapat memperoleh konsep dan pengetahuan praktis yang relevan untuk dapat menerapkan dan mengorganisasikan sistem informasi sebagai CIO (Chief Information Officer) atau PIU (Pejabat Informasi Utama). Namun, mungkin karena belum terbiasa dengan pembahasan aspek-aspek manajemen dan strategi teknologi informasi, banyak dari kami yang gamang menghadapi ujian akhir semester (UAS) MIK. Untunglah UAS itu sudah lewat dan kini tinggal menunggu hasilnya.

Kembali ke topik kepemimpinan TI, menurut buku Mbak Applegate ini, ada dua dimensi yang harus dinilai untuk dapat menentukan peranan TI dalam suatu organisasi. Kedua dimensi ini adalah (1) dampak (portofolio) aplikasi terhadap bisnis dan (2) dampak proyek terhadap bisnis. Nolan dan McFarlan dalam artikel Information Technology and the Board of Directors (Harvard Business Review, Okt 2005) menyamakan dimensi dampak aplikasi dengan kebutuhan keandalan TI dan dimensi dampak proyek dengan kebutuhan TI baru.

Berdasarkan kedua dimensi tersebut, ada empat mode peranan TI di dalam suatu organisasi yang gambaran posisi masing-masing dapat dilihat pada gambar di atas. Diagram itu disebut IT Strategic Impact Grid atau Kisi Dampak Strategis TI. Berikut deskripsi ringkas mengenai empat peran tersebut.

  1. Pendukung (support) untuk stabilitas berbiaya rendah dan perbaikan inkremental dengan prinsip “jangan buang uang” (don’t waste money).
  2. Pengubah (turnaround) untuk uji coba dan ekspolitasi cepat dengan prinsip “jangan mengacaukan” (don’t screw it).
  3. Pabrik (factory) untuk efisiensi dan keandalan seperti pabrik dengan prinsip “jangan potong kompas” (don’t cut corners).
  4. Strategis (strategic) untuk disiplin operasi dan kelincahan bisnis dengan prinsip “belanjakan sebanyak yang diperlukan, dan pantau hasilnya dengan ketat” (spend what it takes, and monitor result like crazy).

Nolan dan McFarlan juga membagi kisi tersebut menjadi dua bagian, yaitu “defensif” dan “ofensif”. Defensif berarti menggunakan TI yang berbiaya efektif, tanpa gangguan, aman, dan beroperasi mulus, sedangkan ofensif berarti menggunakan TI untuk memperoleh keunggulan kompetitif melalui sistem yang memberikan layanan dan produk bernilai tambah baru atau daya tanggap (responsiveness) tinggi terhadap pelanggan.

Sebagian besar organisasi memulai dengan IT sebagai peran pendukung. Seiring dengan berjalannya waktu, peran TI dapat berubah karena dipengaruhi oleh berbagai faktor internal maupun eksternal seperti (1) peningkatan keahlian dan kebiasaan, (2) perubahan fungsi TI, atau (3) dinamika kompetisi. Dalam gambar di atas ditunjukkan transisi umum yang biasa terjadi: dari peran pendukung ke pengubah, dilanjutkan ke pabrik, dan akhirnya ke peran strategis.

Suatu organisasi harus menilai pada kuadran mana ia sedang dan akan berada sebelum dapat menentukan pola kepemimpinan TI yang cocok diterapkan. Pemimpin TI yang dibutuhkan untuk masing-masing mode berbeda: generalis untuk pendukung, wiraswasta untuk pengubah, operator untuk pabrik, dan pembangun bisnis untuk strategis.

Fiuh, sulit juga menulis tentang teknologi informasi, ya. Tapi tampaknya seru dan harus dilatih terus.

Iklan

Perihal Ivan Lanin
Wikipediawan, pencinta bahasa Indonesia, dan pendukung Creative Commons.

10 Responses to Kisi dampak strategis teknologi informasi

  1. camera says:

    hm…
    emang pasti ada sih dampaknya…
    ya sudah lah…

  2. dmwsdq says:

    Berat mas artikelnya -_-” gak mudheng saya

  3. RIRI SATRIA says:

    tulisan yang bagus Mas Ivan …

  4. marss says:

    memang teknologi ada yang negatif dan positif..
    teruskan..

  5. nur says:

    semua pasti ada negatif dan positifnya,,

  6. UP jakarta says:

    artikel nya bagus

  7. ilham says:

    makasih infonya, bagus artikelnya

  8. Berkisar says:

    infonya mendidik gan… siiip

  9. Eka Putuasduki says:

    saya sendiri masih bingung om ivan menilai organisasi tempat saya bekerja selama ini, karena masterplan TI dan perencanaan strategis SI/TI belum dilaksanakan dan jika saya mencoba untuk menerjemahkan dan menilai sendiri dengan bantuan daftar yang terdapat pada buku yang ditulis oleh Linda Applegate (appendix 10A; pada buku edisi ke-8), ternyata tidak semua berada pada satu kolom, akan tetapi tersebar hampir ke setiap kolom dari kuadran McFarlan tersebut. Apakah hal tersebut dapat saya ambil kesimpulan dengan menilai dari dominan kolom/kuadran yang terdapat pada organisasi tempat saya bekerja?

  10. Hendra Eka Permana says:

    mas..masih inget soal UAS MIK nya pak benny kaya apa?..hehehe..pada galau nih..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: