Seriawan

Bistik ayam Di dekat rumah saya, di daerah Pakubuwono Jakarta Selatan, ada restoran bistik (serapan dari beefsteak) murah, Obonk. Sambil pulang kuliah malam, kalau sedang bosan dengan bubur ayam di Roti Bakar Eddy, saya kadang mampir di tempat makan yang bersemboyan “Rasa Bintang Lima Harga Kaki Lima” ini. Menu favorit saya adalah bistik ayam renyah (crispy chicken steak) yang disajikan di atas wadah panas (hotplate). Dengan hanya bermodalkan uang Rp15.000, saya sudah bisa pulang dengan perut kenyang.

Beberapa bulan yang lalu, saya menderita seriawan yang cukup parah dan lama sembuhnya. Waktu itu saya agak heran karena rasanya saya cukup banyak mengonsumsi vitamin C setiap hari: dari tablet suplemen, jeruk dan buah-buahan lain, serta cinta. Setelah membaca artikel tentang stomatitis aphtosa, istilah keren untuk seriawan, saya jadi mafhum bahwa ternyata seriawan dapat disebabkan oleh hal-hal lain seperti makanan atau minuman yang terlalu panas, luka tergigit, alergi, kelainan pencernaan, kebersihan mulut tidak terjaga, faktor psikologis, serta kondisi tubuh yang tidak fit.

Saya pun mengambil kesimpulan bahwa penyebab seriawan saya waktu itu adalah karena bistik Obonk. Tepat sehari sebelumnya, saya baru saja makan di sana. Karena kelaparan, saya makan tergesa-gesa dan tidak menunggu dulu sampai agak hangat. Sejak itu, saya jadi agak trauma makan makanan yang terlalu panas. Meskipun sering diremehkan, menderita seriawan itu sama sekali tidak enak.

Awalnya artikel ini berjudul “Sariawan”. Seperti biasa, saya mencari artikel di Wikipedia bahasa Indonesia untuk ditautkan sebagai rujukan dan memang sudah ada artikel dengan judul yang sama di sana. Iseng-iseng, saya coba cek silang ke Kateglo dan ternyata ejaan yang benar adalah “seriawan” (dengan e, bukan a). Duh, saya yakin bukan hanya saya yang selama ini salah eja. Bagaimana enaknya ya? Entri kamus yang diganti atau kesalahan umum yang coba kita perbaiki?

Sumber foto: Kuliner Yukz.

Iklan

Perihal Ivan Lanin
Wikipediawan, pencinta bahasa Indonesia, dan pendukung Creative Commons.

10 Responses to Seriawan

  1. Muda Bentara says:

    Vitamin Cinta 😀

  2. waduh, seumur hidup tahunya juga SARIawan. semua orang disekitar juga bilang gitu.

    dan juga baru tahu kl makanan terlalu panas bisa bikin sariawan. biasanya makanan terlalu panas itu bikin ‘kecanthang’. sariawan yang tak ada sebab, biasanya sih karena stress.

  3. Jacobian says:

    sariawan bisa jg disebabkan oleh sikat gigi yg udah rusak.jd harus rajin ganti sikat gigi.

  4. dmwsdq says:

    Ganti aja entri di kamus nya. Toh kaga ada asal usul nya kan? SARIAWAN sudah kadung populer.

  5. nengbiker says:

    belom pernah sariawan di amandel kan?
    bikin sama sekali ngga bisa makan 😦

  6. goop says:

    hehe, ngga nyangka bisa salah juga 😀
    seperti halnya tempo hari, waktu tahunya masih tepekur atau terpekur padahal yang benar tafakur 😀

  7. Tere Suganda says:

    wah.. baru tahu..
    mengganti entri kamus atau memperbaiki kesalahan umum sama-sama menantang nih 😀
    bagaimana kalau ditambahkan saja? sariawan sebagai pengembangan atau variasi dari seriawan. mungkinkah?
    bagaimanapun, terima kasih sudah berbagi, mas.

  8. dnariswari says:

    oh, ternyata yang benar itu seriawan. susah juga ya, orang-orang sudah terlanjur menggunakan sariawan.

  9. dheche says:

    Selalu jadi dilema ya, memperbaiki kesalahan atau mengganti aturan/kesepakatan. Selama ini juga saya selalu pakai sariawan … hihihihi

  10. wah kebanyakan yang panas panas tuh!!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: