Tembolok atau singgahan?

Tembolok Dalam terminologi teknologi informasi (TI), cache adalah suatu simpanan salinan data sementara, tempat menyimpan nilai yang terbaru atau tersering diakses agar data tersebut dapat lebih cepat diambil. Jika suatu data telah tersimpan di cache, data dapat dibaca dari sana dan tidak perlu diambil langsung dari medium penyimpanan aslinya, yang biasanya lebih lambat kecepatannya.

Penggunaan kata ini dalam TI dimulai pada tahun 1967 sewaktu redaktur IBM Systems Journal, Lyle R. Johnson, mengusulkannya kata ini sebagai istilah yang lebih deskriptif daripada high-speed buffer untuk menjelaskan pengembangan memori komputer pada Model 85, varian dari keluarga produk IBM System/360. Jurnal yang mengandung istilah ini diterbitkan pada tahun 1968 dan sejak itu istilah cache digunakan secara luas dengan maknanya yang sekarang dalam literatur komputer.

Kata cache dalam bahasa Inggris berasal dari cacher dari bahasa Prancis yang berarti “menyembunyikan”. Kata ini diucapkan /kæʃ/ “kesh” dan merupakan homofon kata cash (homofon: kata yang sama pengucapannya, tapi berbeda cara penulisan dan maknanya). Sebagai kata benda (nomina) maknanya adalah (1) tempat persembunyian, terutama untuk menyimpan suatu cadangan atau (2) simpanan barang atau benda berharga di suatu tempat tersembunyi. Sebagai kata kerja (verba), to cache bermakna menempatkan ke dalam suatu cache. Turunannya adalah caches, caching, dan cached.

Panduan pembakuan istilah tahun 2001 memadankan kata ini dengan tembolok (kata benda) yang awalnya bermakna (1) kantong tempat makanan pada leher (burung, ayam, dsb) dan (2) perut (ragam kasar). Dalam bahasa Inggris, padanan tembolok untuk dua makna tersebut adalah craw atau crop.

Padanan ini kurang tepat karena meskipun mengandung makna penyimpanan sementara, kata tembolok mengandung konotasi dengan hewan. Kata ini pun sulit (atau aneh) untuk dibentuk menjadi turunannya: menembolokkan (to cache), ditembolokkan (cached), dan penembolokan (caching).

Singgahan (nomina) adalah kata yang saya usulkan sebagai padanan cache yang lebih tepat dan nyaman. Kata ini berasal dari kata dasar singgah (verba) dan asalnya bermakna tempat berhenti (sementara) dan bersinonim dengan kata persinggahan. Kata turunannya pun cukup nyaman: menyinggahkan (to cache), disinggahkan (cached), dan penyinggahan (caching). Sebenarnya, pemadanan cache dengan tembolok ini juga bukan hal baru. Kalau diperhatikan baik-baik, pada panduan tahun 2001 tersebut entri cache memory telah dipadankan dengan dua istilah: memori tembolok dan memori singgahan.

Jadi, mana yang lebih Anda sukai? Tembolok atau singgahan?

Dimuat pertama kali di detikinet, 19 Nov 2009. Sumber ilustrasi: Smiling With Daisy.

Perihal Ivan Lanin
Wikipediawan, pencinta bahasa Indonesia, dan pendukung Creative Commons.

8 Responses to Tembolok atau singgahan?

  1. andika mengatakan:

    tampungan?
    mampiran?

  2. snydez mengatakan:

    +1 untuk “singgahan”

  3. Arham blogpreneur mengatakan:

    saya ikut singgahan lebih netral meskipun ngak terdengar keren LOL

  4. Masdin mengatakan:

    Iya pertama kali saya membaca perihal ini di detik.com, tulisan mas Ivan juga. Blognya informatif sekali mas.

  5. dudi mengatakan:

    singgahan boleh juga van. tapi kayaknya lebih pas di dengar tampungan seperti kata pak andika.

  6. adai21 mengatakan:

    singgahan.. bagaimana agar kata singgahan ini lekas menjadi kata baku?

  7. Ivan Lanin mengatakan:

    Tampungan, menampung, ditampung, penampung. Kira-kira ada istilah TI lain yang bakal konflik dengan ini gak? Awalnya, saya tidak melirik tampungan karena saya pikir terlalu generik. Tapi kalau cukup berterima dan kira-kira tak akan konflik dengan istilah lain, saya pikir oke juga kok.

    Cara terbaik untuk memopulerkan ya dengan dipakai 🙂

  8. dheche mengatakan:

    Singgahan, tampungan, dua2nya ok. Tapi kalo dilihat dr kata turunannya (menyinggahkan vs menampung, disinggahkan vs ditampung), saya lebih memilih tampungan karena sedikit lebih irit huruf 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: