Keterandalan Wikipedia

Salah satu pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh peserta pada beberapa pelatihan menulis Wikipedia adalah tentang keterandalan atau reliabilitas Wikipedia: Apakah isi artikel Wikipedia bisa diandalkan keakuratan dan kelengkapannya serta bolehkan digunakan sebagai sumber rujukan ilmiah? Apa sajakah upaya yang dilakukan oleh para kontributor Wikipedia untuk dapat menjamin keakuratan artikel Wikipedia?

Beberapa kajian ilmiah dari berbagai sudut pandang telah dilakukan untuk menelaah masalah ini. Hasilnya pun sangat beragam: Ada yang mengatakan bahwa Wikipedia tidak kalah akurat dibandingkan ensiklopedia lain (seperti kajian majalah Nature pada tahun 2005) tapi banyak juga yang menemukan berbagai kesalahan pada artikel Wikipedia. Tapi secara umum, sikap kalangan akademisi cukup jelas, yaitu menolak untuk menggunakan Wikipedia sebagai bahan rujukan tulisan ilmiah. Alasan utamanya adalah karena pembuat artikel Wikipedia tidak dapat dipastikan kredibilitasnya atas topik yang ditulisnya. Cara penulisan Wikipedia yang bersifat kolaboratif juga dianggap sangat rentan terhadap kesalahan.

Sebagai ensiklopedia bebas yang dapat disunting oleh siapa pun (the free encyclopedia that anyone can edit), Wikipedia memang ibarat sudah jatuh tertimpa tangga pula. Dalam historiografi, ensiklopedia termasuk dalam sumber tersier yang menempati posisi paling bawah dalam urutan kedekatan naskah sumber dengan sumber informasi–setelah sumber primer (dokumen asli, notula, dll.) dan sumber sekunder (artikel jurnal ilmiah, dll.). Prinsip kebebasan untuk disunting oleh siapa pun membuat sulit untuk mencari orang yang dapat bertanggung jawab jika ada suatu kesalahan dalam artikel, berbeda dengan suatu artikel ilmiah atau buku yang jelas siapa pengarangnya.

Sebenarnya, para Wikipediawan Indonesia sangat memahami hal ini. Beberapa langkah yang telah dilakukan untuk menangani hal ini adalah sebagai berikut.

  1. Pemantauan halaman perubahan terbaru. Semua perubahan yang terjadi di Wikipedia bisa dilihat dari halaman ini. Kontributor kawakan biasanya dapat melihat tanda-tanda vandalisme dan dapat memperbaikinya.
  2. Penerapan kebijakan untuk memberikan sumber terpercaya sebagai rujukan artikel. Prinsip ini mirip dengan penulisan ilmiah yang harus memberikan sumber rujukan terhadap suatu fakta.
  3. Pencegahan pembuatan artikel baru oleh pengguna anonim. Pengguna anonim sulit dimintai pertanggungjawaban terhadap kebenaran suatu artikel dan berdasarkan pengalaman lebih sering membuat artikel yang bersifat uji coba atau bahkan ngawur.

Satu hal tambahan yang sebenarnya ditunggu-tunggu adalah penerapan ekstensi FlaggedRevisions. Ekstensi ini memungkinkan pemeriksaan dan pemberian tanda oleh editor terhadap kualitas suatu artikel. Dengan adanya tanda ini, pembaca akan mendapat informasi yang cukup tentang kualitas artikel tersebut.

Sebagai pencari informasi, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mewaspadai isi Wikipedia, di antaranya:

  1. gunakan artikel Wikipedia hanya untuk mendapat informasi awal yang selanjutnya harus dipastikan kebenarannya dengan membaca rujukan yang ada pada artikel tersebut;
  2. periksa halaman versi terdahulu suatu artikel untuk melihat siapa saja yang telah berkontribusi dan apakah mereka dapat dipercaya (umumnya suntingan pengguna anonim perlu mendapat perhatian lebih); serta
  3. jangan memercayai dan menyalin mentah-mentah isi Wikipedia, melainkan cobalah untuk menerapkan skeptisisme ilmiah terhadap isinya.

Jika kembali ke pertanyaan: bolehkah Wikipedia digunakan sebagai sumber rujukan ilmiah? Menurut saya boleh asal mengikuti pedoman-pedoman di atas. Para sukarelawan Wikipedia Indonesia telah bekerja keras tanpa pamrih untuk mewujudkan repositori pengetahuan berbahasa Indonesia terbesar di dunia. Sayang kalau tidak digunakan hanya karena meragukan kebenaran isinya. Apakah Anda yakin bahwa semua tulisan di media massa itu akurat dan benar? Saya pikir tidak ada juga yang bisa menjamin.

Tapi, sama halnya seperti artikel media massa, semuanya terserah pembaca: jika percaya, silakan gunakan, jika tidak, ya, tidak usah.

Iklan

Perihal Ivan Lanin
Wikipediawan, pencinta bahasa Indonesia, dan pendukung Creative Commons.

9 Responses to Keterandalan Wikipedia

  1. Vavai says:

    Para sukarelawan Wikipedia Indonesia telah bekerja keras tanpa pamrih untuk mewujudkan repositori pengetahuan berbahasa Indonesia terbesar di dunia. Sayang kalau tidak digunakan hanya karena meragukan kebenaran isinya. Apakah Anda yakin bahwa semua tulisan di media massa itu akurat dan benar? Saya pikir tidak ada juga yang bisa menjamin.

    Tapi, sama halnya seperti artikel media massa, semuanya terserah pembaca: jika percaya silakan gunakan, jika tidak ya tidak

    + 1 juta 😀
    Insight yang mencerahkan. Penyikapan terhadap sesuatu memang sebaiknya tidak frontal, karena merugikan diri sendiri. Dalam banyak hal, saya menikmati dan menggunakan informasi yang ada pada Wikipedia, dengan tetap memperhatikan dan melakukan pengecekan silang jika saya ingin menggunakannya.

    Tidak khas terhadap Wikipedia sebenarnya, karena seperti yang diungkapkan diatas, penggunaan artikel dari sumber apapun sebaiknya diperiksa ulang jika ingin digunakan ulang, apalagi untuk tulisan yang sifatnya akademis/ilmiah.

    • Ivan Lanin says:

      Wow, ada Mas Vavai. Terima kasih komentarnya. Ya, saya setuju bahwa melakukan cek silang terhadap kebenaran suatu artikel seharusnya dilakukan terhadap rujukan manapun.

  2. Ping-balik: Tweets that mention Keterandalan Wikipedia « nan tak (kalah) penting -- Topsy.com

  3. kunderemp says:

    “gunakan artikel Wikipedia hanya untuk mendapat informasi awal yang selanjutnya harus dipastikan kebenarannya dengan membaca rujukan yang ada pada artikel tersebut;”
    Saya dahulu selalu menekankan ini pada yunior-yunior di kampus.

    Sempat ada perselisihan dengan yunior ketika IP 152.118.24.10 dilarang mengedit wikipedia secara anonim karena dianggap spammer.

  4. Apa artinya kedepannya bakal ada batasan semakin ‘sulit’ menymbang tulisan disana?

  5. Ivan Lanin says:

    @kunderemp: Terima kasih. Sekarang sudah tidak diblokir kan?

    @arham: Semakin harus “bertanggung jawab”.

  6. kunderemp says:

    sudah tidak diblokir sih. Lagipula, sudah meninggalkan kampus sejak 2,5 tahun yang lalu.

  7. RIRI SATRIA says:

    nah … kalau definisi rujukan adalah sebagai pintu gerbang mendapatkan sumber-sumber asli yang kredibel, tentu saja sangat diperbolehkan, bahkan dianjurkan ..

    tetapi kalau definisi rujukan adalah mengutip tulisannya, sampai saat ini dunia akademik belum memasukkan wikipedia ke dalam kategori rujukan ilmiah seperti itu …

  8. Ping-balik: Tesis « nan tak (kalah) penting

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: