Foursquare

Hari Senin minggu lalu, 26 April 2010, saya memasang aplikasi Foursquare di peranti bergerak saya. Sejak itu, setiap kali tiba di suatu lokasi, saya selalu mengaktifkan aplikasi ini dan melapor masuk di tempat (venue) tersebut. Senang rasanya melihat riwayat kunjungan, tempat yang dimayori, serta lencana yang diperoleh kian hari kian bertambah.

Foursquare, atau sering disingkat 4sq, adalah jejaring sosial berbasis lokasi yang dapat dijalankan melalui peranti bergerak yang platformnya telah didukung atau melalui situs bergerak (mobile site) yang disediakan. Peranti Blackberry, iPhone, Android, atau Palm yang digunakan harus  memiliki koneksi internet dan sebaiknya dilengkapi dengan alat pelacak lokasi (GPS tracker). Foursquare diluncurkan pada 11 Maret 2009 untuk 100 wilayah terbatas dan baru dibuka untuk seluruh dunia pada 8 Januari 2010. Pada ulang tahun pertamanya, Maret 2010, 4sq telah memiliki setengah juta pengguna di seluruh dunia. Tidak heran bahwa Yahoo! pun mulai meliriknya.

Setelah memasang aplikasi 4sq di peranti bergerak dan mendaftar sebagai pengguna di 4sq, permainan pun dimulai. Pengguna 4sq harus melapor masuk (checkin) keberadaan mereka di suatu tempat untuk mengumpulkan angka. Tersedia pula berbagai jenis lencana (badge) yang dapat diperoleh dengan mengunjungi tempat-tempat tertentu. Pengguna yang paling sering mengunjungi suatu tempat akan menjadi “mayor” dari tempat itu.

Kelebihan dan kekurangan

Hal yang menarik dari 4sq antara lain adalah sebagai berikut.

  1. Permainan perburuan lencana (badge).
  2. Persaingan merebut status mayor suatu tempat (venue).
  3. Pengarsipan riwayat kunjungan ke suatu tempat.
  4. Pemutakhiran otomatis status ke Twitter dan Facebook (FB).
  5. Pencarian teman dari Twitter dan FB.

Semua hal di atas merupakan faktor utama yang saya rasa dapat membuat orang kecanduan layanan ini.

Beberapa kekurangan atau kelemahan 4sq antara lain dicantumkan di bawah ini.

  1. Duplikat lokasi yang harus digabungkan secara manual oleh pengguna super (super user).
  2. Lokasi keberadaan menjadi konsumsi publik meskipun dapat ditangani dengan adanya fitur untuk menyembunyikan lokasi.
  3. Tidak bisa mengomentari status seorang teman.
  4. Tidak ada pengelompokan tempat dalam suatu kompleks bangunan (misalnya gerai dalam pusat perbelanjaan).

Komunitas 4sq Indonesia

4sqid Pengguna 4sq di Indonesia ternyata sudah cukup banyak. Pada tanggal 14 Maret 2010, atau hanya 2 bulan sejak rilis internasional 4sq, milis 4sq pertama di Indonesia didirikan oleh @basibanget. Sampai 4 Mei 2010 milis yang beralamat di id-foursquare @ googlegroups.com ini telah memiliki 120 orang anggota dengan lalu lintas surel yang cukup tinggi (sekitar 50 per hari). Pengguna Twitter juga dapat mengikuti twit grup ini di @id4sq.

Saya pikir sebenarnya jumlah pengguna 4sq lebih dari jumlah anggota milis. Sangat menyenangkan bergabung dengan milis ini karena selain ada teman berbagi pengalaman dan kiat, ada beberapa lencana 4sq yang membutuhkan kerja sama untuk memperolehnya. Pada 3 Mei 2010, milis ini berhasil menyelenggarakan “Super Swarm” pertama di Indonesia melalui acara nonton bareng di blitzmegaplex Grand Indonesia Jakarta.

Foursquare dan Koprol

Foursquare berhasil meraih hati pengguna dengan mengembangkan suatu ide yang unik dengan teknologi berbasis lokasi, teknologi serupa yang digunakan oleh Koprol, perusahaan rintisan (startup) Indonesia. Tentu saja mereka masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelemahan nomor 3 dan 4 dari 4sq sebenarnya telah ditangani oleh Koprol.

Saya pikir tidak haram bagi Koprol untuk mengadopsi beberapa kelebihan yang dimiliki 4sq untuk lebih menarik minat pengguna. Beberapa konsep yang menurut saya dapat diadopsi oleh Koprol agar tidak kalah bersaing dengan 4sq adalah sebagai berikut.

  1. Sediakan aplikasi dalam berbagai platform peranti bergerak. Tidak usah buat sendiri, alih kerjakan saja ke pihak luar dengan model kerja sama misalnya.
  2. Pikirkan model serupa dengan lencana atau status mayor pada 4sq untuk memberi penghargaan kepada pengguna.
  3. Berikan pilihan bahasa Indonesia kepada pengguna. Bahasa ibu niscaya lebih nyaman digunakan daripada bahasa asing.

Semoga karya anak bangsa tidak kalah bersaing dengan karya asing.

Iklan

Perihal Ivan Lanin
Wikipediawan pencinta bahasa Indonesia

8 Responses to Foursquare

  1. fairyteeth says:

    setuju… ayo koprol berkembanglah semakin baik, jangan mau kalah…

    tapi keren ya kemaren.. selain super swarm.. banyak yang dapet badge lain juga, yang sebelum nya belum dapet…

    *duh, maafkan tatabahasa saya*

  2. basibanget says:

    aku lebih suka mengartikan venue sebagai loka 🙂

  3. Ping-balik: Tweets that mention Foursquare « nan tak (kalah) penting -- Topsy.com

  4. Naif Al'as says:

    Wah, back to the future ya om Ivan?
    Udah pake dari 26 Mei euy ;))

  5. Ping-balik: Interaksi « nan tak (kalah) penting

  6. Zulham Rizky Purba says:

    Mas aku Zulham dari keluarga Eyang Panoedjoe,,,, Hehehe
    Aku mw nanya neh…
    HPku kan Nokia E71, Aplikasi apa aja yang bisa dipakai untuk Foursquare..?? Selain m.foursquare.com & Gravity…
    Klw app Gravity itu ga ada yg free yah..?? Paling ada trial 10 days…. Apa betul itu…??
    Tlg dbls ya Mas ke Email ku aja…..
    Thx be4

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: