Pola

Ada tiga buku klasik teknologi informasi (TI) yang sangat berkesan untuk saya: The Mythical Man-Month (1975), Peopleware (1987), dan Design Patterns (1994). Ketiga karya ini memuat beberapa filsafat dasar teknologi informasi yang membantu saya mempelajari bidang TI secara autodidak. Buku ketiga, Design Patterns, malah punya dampak yang lebih luas terhadap pemikiran saya secara umum: Saya percaya pada pola (pattern) dan selalu berusaha menemukannya dalam segala aspek kehidupan.

Pola. Kata bahasa Indonesia nan indah ini memiliki beberapa makna yang kurang lebih dapat diperikan secara ringkas sebagai

bentuk atau model yang bisa dipakai untuk menghasilkan sesuatu.

Pengenalan pola adalah suatu keterampilan yang dapat membantu menganalisis suatu fenomena sebagai bagian dari, misalnya, upaya pemecahan masalah atau sintesis teori. Pola juga dapat membantu menciptakan keseragaman dan keteraturan, misalnya dalam bentuk kaidah, prosedur, dll.

Kegilaan akan pola ini pada awalnya cukup membuat saya frustrasi dalam mempelajari (kembali) bahasa Indonesia. Polanya ada, tapi kok banyak pengecualiannya? Hukum DM, misalnya, sudah sangat jelas mengatur pola frasa dalam bahasa Indonesia: yang diterangkan dulu, baru yang menerangkan. Lalu, mengapa perdana menteri dan bukan menteri perdana? Mengapa hukum KPST tidak diberlakukan terhadap mempunyai dan mengkaji? Mengapa telepon padahal ada mikrofon dan saksofon?

Akhirnya saya menyimpulkan bahwa pola dalam bahasa memang diperlukan, tapi jangan dianggap sebagai harga mati. Selalu ada kemungkinan pengecualian atau perubahan meskipun memang sebaiknya seminimal mungkin. Bahasa Inggris pun punya irregular verbs.

Bahasa memang bukan ilmu pasti dengan pola yang tetap. Mungkin itu sebabnya bahasa Indonesia baku disebut memiliki kemantapan dinamis.

Iklan

Perihal Ivan Lanin
Wikipediawan pencinta bahasa Indonesia

3 Responses to Pola

  1. salam kenal pak,
    tadi pagi saya baru membaca kiprah bapak di majalah CHIP edisi 04/2010.
    saya sangat sepaham dengan ide bapak untuk lebih menguatkan kecintaan kita pada bahasa indonesia.
    saya juga sudah membuka kateglo bapak.
    senang sekali rasanya melihat bahwa bahasa bisa lebih mudah dipelajari dengan cara seperti ini.
    anak muda dan remaja yang cenderung suka dengan internet untuk mengakses segala sesuatu, pasti akan tertarik juga untuk mendalami bahasa indonesia karena sajian dan tampilannya berbeda.

    bolehkah saya me-link site bapak ini di blog saya?????
    terimakasih

  2. Ping-balik: Akronim « nan tak (kalah) penting

  3. Ping-balik: pun « nan tak (kalah) penting

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: