Hoi

Hoi, hoe gaat het? Hai, apa kabar?

Dalam bahasa Belanda, hoi adalah kata seru yang digunakan untuk memanggil dalam percakapan tidak resmi. Biasanya, kata ini dipadankan dengan hai dalam bahasa Indonesia atau hi dalam bahasa Inggris.

Ada seorang penutur bahasa Belanda yang selalu menggunakan kata ini dalam setiap surelnya pada suatu milis berbahasa Inggris. Yang saya amati, beberapa penutur bahasa Inggris tampaknya kurang nyaman dengan kata ini karena terkesan “kasar”. Saya pun sebenarnya sedikit banyak merasakan kesan itu sewaktu pertama kali membacanya. Padahal, KBBI ternyata mencantumkan kata ini dan tidak memasukkan kata hi (melainkan dalam bentuk serapannya: hai).


Bahasa-bahasa lain menggunakan kata lain untuk maksud serupa.

  • Arab: مرحبًا (márHaban, márHaba), سلام (salaam), أهلاً (‘áhlan)
  • Ibrani: שלום (shalóm)
  • Italia: ciao
  • Jepang: こんにちは (konnichi wa), やあ (yā), どうも (do-mo)
  • Jerman: hallo, ‘n Tag
  • Latin: salve, ave
  • Mandarin: 你好 (nǐhǎo), 喂 (wèi), 嗨 (hāi), 哈啰 (hāluō)
  • Portugis: olá, oi, alô
  • Prancis: salut, bonjour
  • Rusia: привет (privét), здорово (zdoróvo), здрасте (zdráste)
  • Spanyol: hola

Karena kurangnya pengetahuan saya dan sedikitnya rujukan yang tersedia, saya belum menemukan padanan kata ini dalam bahasa daerah Indonesia. Ada yang tahu?

Iklan

Perihal Ivan Lanin
Wikipediawan pencinta bahasa Indonesia

10 Responses to Hoi

  1. Dalam pergaulan sehari-hari, terkadang “Hoi” tadi sering diucapkan dengan menyembunyikan huruf ‘H’ dan menekankan intonasi pada “Oi”. Jadi bila didengar akan seperti ini, “Oi’k”. Sapaan ini acapkali dijumpai pada kalangan muda di Belanda. Tentunya sapaan ini tidak dapat ditujukan pada orang yang lebih tua, karena dianggap tidak sopan, terkecuali bila si penutur sudah sangat akrab dengan lawan bicaranya. Contoh lain adalah penggunaan kata, ‘je’, ‘jij’ atau ‘jou’ atau ‘u” untuk ‘anda atau kamu’. ‘je’ / ‘jij’ / ‘jou’ ditujukan pada lawan bicara seusia atau yang lebih muda atau yang sudah akrab. Sementara ‘u’ ditujukan pada yang lebih tua atau sebagai bentuk penghormatan seseorang.

    Seperti halnya bahasa Indonesia, bahasa Belanda juga banyak menyerap kosakata dari bahasa asing seperti Inggris, Jerman, Perancis, Spanyol/Portugis. Bahkan sejak banyaknya orang Indonesia yang mukim di sana, penggunaan sejumlah kata-kata Indonesia juga sudah umum. Sebagai contoh, “kroepoek’ untuk kerupuk, ‘waroeng’ untuk warung atau kedai, ‘sambal’ untuk sambal, ‘ketjap’ untuk kecap, dan mash banyak lagi. Saya sendiri tidak tahu siapa menyerap siapa, yang jelas, semakin kita mendalami satu bahasa, maka kita akan menyadari langung atau tidak langsung keterkaitan bahasa tersebut dengan bahasa-bahasa yang lainnya.

    Cukup menarik bahasan Mas Ivan di sini. Saya dukung. Saya juga ingin belajar lebih dalam tentang bahasa kita, bahasa Indonesia melalui tulisan-tulisan Mas di Internet. 🙂

    Terima kasih.

  2. GerardM says:

    Hoi,
    I read your blog, and blogged in turn…
    http://ultimategerardm.blogspot.com/2010/03/salutations.html
    Thanks,
    GerardM

  3. Jay says:

    Jadi inget Pirates of Carribean, Jack Sparrow sering bersahut “hoi, hoi!”

  4. Mungkin yang pas ituh “eh cuy”
    atau mungkin

    “Oi Oi” lebih kayak di pasar hehe

  5. didot says:

    nyasar kesini atas rekomendasi chic

    ternyata bener toh suka menganalisa bahasa hehehehe…

    salam kenal 😀

  6. christin says:

    Sejauh saya ‘nguping’ di Belanda ini, biasanya ‘Hoi’ dipakai buat menyapa, atau sebagai balasan kalau lawan bicara sudah terlebih dulu menyapa dengan kata ‘Hallo’.. Juga, kata sapaan ‘Hoi’ gak cuman bisa disamakan dengan sapaan ‘Hai’ di Indonesia tapi juga lazim digunakan untuk menutup sebuah perbincangan via telepon layaknya ‘daaa..’ atau ‘yuk mari’ gitu 😀

  7. Roy Thaniago says:

    Sayang, akibat dinamakan “bahasa daerah”, sehingga menjadi inferior di hadapan lema yang lain, “bahasa nasional”, saya pun jadi tidak punya cukup ide untuk pertanyaan Bung Ivan.

    Di Batak, mungkin “Horas” mirip dengan “Hoi”. Entah dengan yang lain. Kalau saya dapat, saya bagikan, Bung.

  8. zulkifli harahap says:

    Dalam KBI’83: “hai” kata seru untuk menarik perhatian (memanggil dsb): –, tangkaplah bola ini; sementara itu, “he” kata seru untuk menyapa, menegur, mengingatkan, dsb: he, mau pergi ke mana kau? he, lekas bangun, hari sudah siang.
    Sama halnya dengan “hoi” yang kurang nyaman di telinga penurut bahasa Inggris, “he” ini pun merupakan kata seru untuk menghina (menyatakan marah, hairan [sic] dll): he, mengapa diam saja? (Kamus Dewan). “Hoi” juga bisa membuat sebagian orang Indonesia marah dengan mengatakan, “Emangnya nama saya ‘hoi’!”

    Lain lubuk lain ikannya.

  9. kevan dharma says:

    hoi..hoi..
    nice
    bagus untuk informasi ini..hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: