Iwan Fals

Hangat mentari pagi ini.
Antar ‘ku pulang dari bermimpi.
Ramah tersenyum matahari.
Inginkan aku ‘tuk bernyanyi.

Entah mengapa, hati saya selalu tenteram setiap kali mendengar lagu Damai Kami Sepanjang Hari (album Sore Tugu Pancoran, 1985) dari Iwan Fals ini. Syair dan irama lagunya benar-benar bagaikan obat mujarab yang selalu mampu menenangkan rasa gelisah atau cemas saya.

Sejak saya duduk di bangku kuliah, Iwan Fals (IF) adalah idola saya. Saya punya hampir semua album dan lagunya–dari mulai format kaset, CD, sampai MP3–serta hafal hampir semua lirik ciptaannya. Sulit untuk mengurai alasannya, tapi yang jelas hingga kini saya tidak pernah malu mengaku sebagai penggemar IF. Bahkan nada sambung ponsel saya pun menggunakan lagunya.

Kecintaan itulah yang membuat saya kemudian membuat halaman Iwan Fals di Facebook yang kini sudah memiliki lebih dari 160 ribu penggemar. Inilah yang mengawali perkenalan saya dengan Cikal dan Silla dari Tiga Rambu (manajemen IF) hingga akhirnya bertemu muka untuk pertama kalinya kemarin malam (19 Jan), bersama dengan Ramya dan Anantya dari ThinkWeb.

IF perlu memanfaatkan internet dan jejaring sosial daring untuk pemasarannya. Itulah masalah yang dibawa Cikal dan Silla untuk kami bahas. Situs web yang ada sekarang dirasa kurang optimal memfasilitasi kebutuhan ini.

IMG00403-20100119-2038

Dari obrolan yang berlangsung kurang lebih tiga jam di suatu kafe di Senayan City, ada beberapa hal yang saya tangkap.

  1. IF adalah seorang penggemar gawai (gadget freak). Beliau telah menggunakan BlackBerry sejak awal. Bahkan kini beliau pun sudah mulai bermain-main dengan iPhone. Hmmm, kenyataan yang mengejutkan.
  2. IF, sesuai stereotipe seniman, mudah bosan terhadap sesuatu dan kadang suka berubah pendapat. Diperlukan upaya cukup keras untuk meyakinkan dan mengingatkannya.
  3. IF sangat peduli dengan masalah pembajakan di industri musik. Ini salah satu alasan yang membuatnya pernah vakum cukup lama dan tidak menerbitkan album baru.
  4. IF sudah berada dalam tahap pemikiran yang cukup mendalam yang sering memikirkan akar permasalahan atau esensi sesuatu. Topik yang cukup beliau sukai adalah masalah pelestarian lingkungan hidup.
  5. OI adalah suatu ormas yang dirintis oleh IF tapi kini telah lebih independen. Tiga Rambu adalah suatu perusahaan yang dirintis juga oleh beliau dan keluarga yang bertujuan untuk mengelola kegiatan keseniannya.
  6. IF senang bermain Facebook tapi masih belum fasih bermain Twitter, meskipun ia telah dibuatkan akun pribadi yang telah memiliki cukup banyak pengikut (follower).

Dari berbagai fakta yang terungkap dari curah pendapat (brain storming) itu, kami mencoba merumuskan beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mengoptimalkan internet dan jejaring sosial bagi IF.

  1. Pelibatan (engagement) harus diperhatikan dalam keseluruhan kampanye. Segala upaya yang dilakukan harus selalu mengupayakan pelibatan lebih banyak lagi orang.
  2. Situs web yang ada sekarang harus diubah karena formatnya terlalu terkesan sebagai suatu portal konten seluler yang terlalu komersial.
  3. Situs IF harus sesuai dengan apa yang diharapkan beliau. Perlu digali, mungkin dengan melihat situs-situs serupa, mana yang paling disukai baik dari sisi tampilan dan nuansa (look and feel) maupun fitur.

Apa lagi ya?

Iklan

Perihal Ivan Lanin
Wikipediawan pencinta bahasa Indonesia

9 Responses to Iwan Fals

  1. johnny64 says:

    iwan fals salah satu pendiri OI (orang indonesia)

    my_blog

  2. Ben says:

    Luncurin lagu versi khusus yg bisa diunduh gratis via web sebagai iming-iming 🙂

  3. blog tell says:

    thank bung ivan atas koreksinya,…dimana sekarang?pa kabarnya..masih di konsep dot net kah?

  4. Kalau dari saya ada beberapa

    1) melanjutkan yg num 1, jangan lupa dengan penciptaan intimacy biasanya lewat kopdar. tapi jangan samakan dengan jumpa fans, kopdar biasanya di warung kopi atau lesehan dengan makanan ringan, contohnya ala angkringan jogja

    2) Untuk nomor 2 tentu penting kedalaman konten, jadi ajak fans/ supporter/ OI untuk ikut ber conversation didalamnya. Bisa dengan model 3.0 dengan kolaborasi dalam pengisian konten atau dengan membuat konten yang lebih personal dengan IF sendiri

    3) UNtuk nomor 3 rasanya memang jelas harus sesuai dengan IF namun perlu ditekankan ada baiknya untuk tampil horizontal dalam penyajian konten maupun lainnya, dan pendapat pribadi sih 😉 IF bakal setuju, apalagi dia memang terkenal begitu kan

  5. gtanuel says:

    IF adalah salah satu oknum penyebab banyak orang Indonesia belajar gitar *mea culpa*.

  6. Ping-balik: Idola « nan tak (kalah) penting

    • Ir.M.REZKY.NASUTION says:

      Bung iwan, gimana kalo bung iwan karang lagu dahsyadnya negara ini, yang penuh dengan pencuri uang negara,tertindas orang kecil, hingga engan bernafas lagi,trmksh

  7. lazione budy says:

    Presiden (asli) Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: