Pemuda, perempuan, dan warga internet

Youth, women, and netizen (pemuda, perempuan, dan warga internet) adalah tiga subkultur yang menurut MarkPlus, Inc. akan menjadi fokus pemasaran pada tahun 2010. Demikian terungkap pada acara diskusi New Wave Marketing Power Lunch: Focus on Youth, Women and Netizen yang dipandu oleh Hermawan Kartajaya dan menampilkan tamu kehormatan (guest of honor) Tifatul Sembiring di Jakarta, 11 Jan 2010.

Pemasaran Gelombang Baru (New Wave Marketing) yang memiliki ciri “Anggaran Kecil, Dampak Besar” (Low-Budget High Impact) ini diusulkan sebagai konsep pemasaran yang tepat untuk diterapkan para pemasar pada tahun 2010.

Youth-Women-Netizen

Gambar di atas (mudah-mudahan cukup jelas) menjelaskan konsep yang diajukan oleh MarkPlus. Tridaya pemuda, perempuan, dan warga internet masing-masing diprediksikan akan menggantikan kekuatan kaum senior, laki-laki, dan warga (senior, men, and citizen) yang selama ini menjadi pusat perhatian para pemasar.

Tiga subkultur

Berikut gambaran ringkas tentang tiga subkultur tersebut berdasarkan uraian presentasi pada acara diskusi serta kertas kerja yang ada di situs MarkPlus.

Pemuda, dengan rentang usia 15-34 tahun dan mewakili 35% dari populasi Indonesia, adalah peraih pangsa pikiran (mindshare attainer) yang memicu opini terhadap berbagai tren. Kelompok ini memiliki hasrat dan keinginan untuk mengikuti anutan, menjadi unik, dan saling bersaing.

Perempuan, pemegang kendali pembelian dalam keluarga, adalah penggerak pangsa pasar (market share driver) yang menentukan produk yang dibeli tidak hanya untuk dirinya melainkan juga untuk seluruh anggota keluarganya. Kelompok ini memiliki lima kebutuhan utama: waktu, cinta, keluarga, hubungan, dan komunitas.

Warga internet, dengan jumlah sekitar 25 juta orang (10,5% penduduk Indonesia) pada tahun 2008, adalah pemenang pangsa hati (heart share winner) yang dapat memengaruhi perasaan banyak orang dalam lingkup luas. Kelompok ini lebih memilih media daring daripada media tradisional karena menawarkan informasi yang lebih variatif dan semerta.

Penutup

MarkPlus sangat jeli sewaktu melibatkan berbagai pihak pada acara ini. Orang-orang yang diundang adalah para pemengaruh (pemberi pengaruh, influencer) yang opininya dapat membawa citra baik bagi MarkPlus di masyarakat. Mereka memberikan suatu contoh langsung penerapan konsep yang mereka usulkan.

Sebagai pencinta bahasa Indonesia, satu hal yang terasa mengganjal bagi saya adalah penggunaan bahasa Inggris yang agak terlalu berlebihan pada bidang pemasaran. Mungkin karena bidang ini adalah salah satu bidang yang rajin menciptakan neologisme dalam bahasa Inggris. Memang agak sulit bagi bahasa Indonesia untuk mengikuti berbagai istilah baru bahasa Inggris yang tercipta dalam bidang pemasaran. Tapi bukan tidak mungkin.

Mana yang lebih Anda sukai, marketing atau pemasaran? Marketer atau pemasar?

Pemutakhiran #1: Tulisan Ollie menjabarkan lebih banyak jalannya diskusi dalam acara ini. Pitra dan Andi S Budiman juga punya sudut pandang lain yang menarik untuk disimak.

Iklan

Perihal Ivan Lanin
Wikipediawan pencinta bahasa Indonesia

9 Responses to Pemuda, perempuan, dan warga internet

  1. trusmansjah says:

    “…penggunaan bahasa Inggris yang agak terlalu berlebihan pada bidang pemasaran.”

    sudah ‘agak’, ‘terlalu’ lagi…. hmmm bener2 deh tuh para pemasar :p

    • Ivan Lanin says:

      Istriku kan pemasar juga. Katanya, pemasar itu memang butuh jargon-jargon yang bombastis dan sering tidak (lebih tepatnya belum) ditemukan padanannya dalam bahasa Indonesia.

  2. Ben says:

    Kalau judul acaranya diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia jadi seperti apa? 🙂

  3. edo says:

    Terimakasih atas kedatangannya mas, tulisannya bagus.:) oya mas, silahkan juga share tulisan ini di http://www.the-marketeers.com ,, tentunya dengan buka akun baru.:p makasih mas ivan

  4. Aulia says:

    Pemasaran memang butuh cara jitu, ujung-ujungnya pasarlah yang menentukan. Betul tidak seperti itu bang Ivan?

  5. Ping-balik: Inspirasi dari New Wave Marketing Power Lunch | ilmanakbar's life journal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: