Mengapa saya tertarik dengan bahasa Indonesia?

Sewaktu acara arisan keluarga beberapa waktu silam, salah seorang paman saya bertanya, “Kenapa sih sekarang kamu tertarik dengan bahasa Indonesia?” Waktu itu agak lama saya mencoba mencari jawabannya karena selama ini tidak pernah berusaha memikirkannya. Tapi tampaknya, mau tidak mau saya harus “merumuskan” jawaban standar untuk pertanyaan ini karena ternyata setelah itu saya masih harus menjawab pertanyaan yang sama beberapa kali lagi.

Saya mulai tertarik mempelajari (kembali) bahasa Indonesia sewaktu mulai berkontribusi untuk Wikipedia bahasa Indonesia (WBI) pada sekitar Februari 2006. Sebelum itu, mungkin sama dengan sebagian besar orang Indonesia, saya menganggap bahwa karena lahir dan dibesarkan dengan bahasa ibu bahasa Indonesia, saya cukup paham tentang bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Tapi ternyata tidak. Saat mulai menulis di WBI, yang mengharuskan gaya bahasa formal dan ensiklopedik, terasa sekali bahwa kemampuan berbahasa Indonesia saya sangat buruk. Perbendaharaan kosakata saya masih sangat minim, apalagi jika bicara masalah tata bahasa: duh, hancur. Untunglah di WBI saat itu ada beberapa orang Wikipediawan senior yang bisa ditanya-tanya masalah ini dan perlahan (saya pikir) kemampuan berbahasa Indonesia saya pun mulai meningkat.

Pada pertengahan tahun 2007, saya bergabung dengan Bahtera, milis bahasa dan penerjemahan Indonesia. Kepercayaan diri akan kemampuan berbahasa Indonesia yang sudah mulai meningkat karena gemblengan WBI pun pupus saat mulai mengikuti berbagai diskusi ihwal bahasa di milis ini. Ternyata masih banyak sekali hal yang belum saya ketahui tentang bahasa Indonesia.

Kembali ke pertanyaan semula, mengapa saya tertarik dengan bahasa Indonesia?

Kemampuan berbahasa adalah kunci untuk bisa menyampaikan ide dengan baik. Tanpa adanya ini, seberapa baiknya pun suatu ide yang kita punyai, niscaya sulit untuk menyebarkannya.

Bahasa yang dipilih sebenarnya terserah kepada pemilik ide dan kepada siapa ia ingin menyampaikan idenya. Karena saya sudah lebih paham bahasa Indonesia daripada bahasa lainnya, lebih mudah untuk mengembangkan bahasa Indonesia saya ketimbang bahasa lain seperti bahasa Inggris atau bahasa Sunda. Konteks ide saya pun lebih banyak berkisar seputar masyarakat Indonesia karena menurut saya, masih banyak yang bisa dilakukan untuk Indonesia dan masih banyak orang Indonesia yang lebih bisa memahami ide yang disampaikan dalam bahasa Indonesia.

Beberapa hal yang saya percayai tentang bahasa adalah:

  1. Memiliki bahasa ibu bahasa Indonesia bukan berarti kita paham betul bahasa kita sendiri.
  2. Bahasa bukan ilmu pasti yang kaku, meskipun tetap memiliki pola dan aturan yang berlaku umum.
  3. Ragam formal adalah pilihan utama untuk pembicaraan publik, tapi ragam percakapan tetap akan hidup karena sifatnya yang membuat suasana lebih akrab.
  4. Bahasa hanyalah sarana untuk berkomunikasi. Selagi semua atau mayoritas orang yang berpartisipasi dalam komunikasi tersebut paham dengan bahasa yang digunakan, bahasa apa pun yang dipakai sah-sah saja.

Saya bukanlah munsyi bahasa Indonesia. Saya hanyalah penggemar bahasa Indonesia yang masih sangat sering menggunakan ragam percakapan (tidak formal) dalam pembicaraan antarkawan, campuran bahasa Inggris kala tak menemukan ungkapan bahasa Indonesia yang dirasa cukup menggambarkan maksud, serta selalu cemas apakah diksi atau tata bahasa yang digunakan sudah tepat.

Tapi saya akan terus belajar dan menyampaikan, walau sedikit, apa yang sudah saya pelajari kepada orang lain agar semakin banyak ide yang bisa dilahirkan dengan bahasa Indonesia yang efektif.

Untuk #indonesiaunite. Eh, maksudnya #indonesiabersatu.

Ilustrasi: FreshMinds Talent

Iklan

Perihal Ivan Lanin
Wikipediawan pencinta bahasa Indonesia

13 Responses to Mengapa saya tertarik dengan bahasa Indonesia?

  1. Guh says:

    Bener tuh, eh, anda benar, kemampuan berbahasa penting sekali untuk menyampaikan ide dengan baik.

    Btw, eh… apa ya btw dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar?

    Saya sekalian mau bertanya, apa padanan kata untuk “vote up” dan “vote down” ?

  2. Ben says:

    Ya wajar dong orang Indonesia tertarik dgn Bahasa Indonesia 🙂

    @Guh, “btw” mungkin sama artinya dengan “ngomong-ngomong”.

  3. Ivan Lanin says:

    Hehe, kalau tidak tertarik justru gak wajar ya, Om?

    @Guh, atau bisa juga “sambil lalu”. Tapi “btw” sudah terlajur beken, jadi ya sudahlah.

  4. Hahaha, saya juga tertarik dengan Bahasa Indonesia karena Wikipedia.

  5. budaya sebuah bangsa “bersembunyi” dalam bahasanya…

  6. Annie T. says:

    Salut kepada Sdr. Ivan Lanin. Negeri ini perlu pemuda pemudi yg berwawasan luas seperti anda.

  7. Artha says:

    salut buat ivan dan teman2 yg terus tertarik dg bahasa kita… sy dah janji sama diri sendiri mau memperbaiki kemampuan berbahasa indonesia baik lisan maupun tulisan, tp belum berhasil *menurut saya banyak salahnya*. Sy sering lebih memilih kata dalam bahasa lain karena ‘kedalaman’ arti, tapi lebih seringnya krn lebih praktis, mungkin juga karena di otak sy sudah rancu bahasanya, jd siapa cepat itu yg muncul.
    bravo van… *envy mode on*

  8. demoffy says:

    karena bahasa indonesia adalah bahasa yang… 🙂
    mampu mengisi hati siapapun… 🙂

  9. Setuju. Bahasa adalah bagian dari cara mengorganisasikan pikiran dan merawat kesadaran. Saya sendiri masih terus belajar.

    Bahwa bahasa Indonesia belum “mapan”, ah bahasa lain pun dulu begitu. Maka marilah kita bentuk bareng-bareng. Maka sungguh aneh kalau ada alasan pengelak, “Males aja nulis pake bahasa Indonesia yang bener, lagian gak penting kan? Pokoknya sama-sama ngerti gitulah.”

    http://ngerumpi.com/baca/2009/10/15/bahasa-yang-memusingkan-ibu.html

  10. hehe…. setuju banget … 🙂

  11. Setuju! Mas Ivan Lanin memang mantap jaya!

  12. Aduh, maaf ya, Mas? Salah ketik. Tolong betulkan komentr saya sebelumnya. Maaf merepotkan.

  13. Sari says:

    Dalam rangka Pembukaan Departemen Bahasa Indonesia LAPSA
    PUSAT BAHASA UPN “VETERAN” YOGYAKARTA Menyelenggarakan:

    SEMINAR BAHASA INDONESIA:

    MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA YANG EFEKTIF UNTUK GENERASI MUDA YANG BERKUALITAS

    Waktu: Selasa, 30 November 2010, pk. 08.00-12.00

    Tempat: Gedung Nyi Ageng Serang Lt. 3
    Fakultas Pertanian, Kampus Condongcatur
    UPN “Veteran” Yogyakarta

    Pembicara:
    Drs. Tirto Suwondo, M.Hum (Kepala Balai Bahasa Yogyakarta)
    ”Bahasa, Pemertahanan Jatidiri, dan Pembentukan Karakter Bangsa”

    Ir. Yusuf Iskandar (Konsultan, Wirausahawan, Blogger)
    “Cara dan Gaya Berbahasa Tulisan, sebuah pembelajaran dari pengalaman praktir di dunia maya, dunia usaha dan dunia kerja”

    Avie Kusnadi (Host TV, MC, Penyiar radio)
    “Manfaat Pemahaman Bahasa Indonesia untuk profesi Presenter”

    Kontribusi Peserta
    Umum : Rp. 50.000
    Dosen/Guru : Rp. 40.000
    Mahasiswa non UPN : Rp. 30.000
    Mhs UPN/Siswa SMU : Rp. 20.000 (gratis 1 siswa perwakilan sekolah)

    Sekretariat Panitia:
    LAPSA – Gd. A.Yani Lt. 2 Kampus II UPN “Veteran” Yogyakarta, Jl. Babarsari 2, Yk.
    Call/SMS : 0274 9127260 (jam kantor) e-mail: lapsa@upnyk.ac.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: