BarCamp Indonesia

barcampid Hari Sabtu, 12 Desember 2009, BarCamp Indonesia pertama telah berhasil dilaksanakan di kantor Wetiga, Langsat, Jakarta Selatan. Meskipun molor hampir dua jam dari jadwal semula, diwarnai dengan hujan angin, serta tercemar suara bising dari mobil peliputan TV One (yang meliput Koin Keadilan Prita, bukan BarCamp), konferensi partisipatif ini berjalan lancar. Berbagai topik teknis dan nonteknis yang dipaparkan sangatlah menarik dan membuka wawasan sekitar 40 orang yang menghadirinya.

BarCamp adalah suatu bentuk konferensi terbuka dan partisipatif yang materinya berasal dari para pesertanya sendiri. BarCamp pertama diadakan di Palo Alto, California, 19-25 Agustus 2005, dan sejak itu telah diadakan di lebih dari 350 kota di seluruh dunia.

Bentuk konferensi seperti BarCamp ini diberi istilah unconference (dari prefiks un- dan nomina conference), yaitu suatu konferensi yang berupaya menghindari beberapa hal yang dianggap sebagai kelemahan konferensi konvensional seperti biaya pendaftaran yang tinggi, formalitas yang berlebihan, serta ketidaknetralan karena pengaruh sponsor.

Keunikan BarCamp adalah pada aturan penyelenggaraannya seperti (1) siapapun dapat menyelenggarakan acara ini dengan hanya mencantumkan acaranya di wiki BarCamp, (2) jadwal ditetapkan sendiri oleh peserta pada saat dimulainya acara berdasarkan daftar topik yang diajukan di wiki, serta (3) semua peserta harus memberikan presentasi atau paling tidak terlibat aktif dalam diskusi dan tidak hanya menonton.

Pada BarCamp Indonesia pertama yang diprakarsai oleh Aulia, Ramya, dan Anantya ini, ada 17 topik yang terdaftar untuk dipresentasikan. Karena keterbatasan waktu (hanya 6 jam, 11.00-18.00, dipotong satu jam istirahat makan siang), akhirnya hanya 11 topik yang sempat disajikan, yaitu:

  1. Presentation zen (@aulia)
  2. Django (@ronny)
  3. UI design for social network design (@rizkysyazuli)
  4. BlackBerry apps development (@almaujudy)
  5. NKMJ, forbidden words in daily life (@ialexs)
  6. Bahasa Indonesia dan media sosial (@ivanlanin)
  7. 2009 Zeitgeist (@andry)
  8. Parkour (@parkourid)
  9. Pemanfaatan humor (@ismanhs)
  10. How WordPress affects my life (@simonlim88)
  11. Rainbow tables (@panggi)

Topik-topik yang sayangnya belum sempat dibahas adalah:

  1. Amazon Kindle (@dirgayuza)
  2. Yahoo Query Language (@neofreko)
  3. Aksesibilitas dalam pendidikan (@penuli5)
  4. Music 101 (@barijoe)
  5. New retweet (@aulia)
  6. Transforming IP (@brettmcguire)

Saya tidak akan membahas satu persatu presentasi para partisipan. Yang jelas, saya pulang setelah seluruh rangkaian acara selesai dengan fisik yang sangat letih, tapi hati yang bahagia dan otak yang bekerja keras karena banyak sekali mendapatkan pengetahuan baru. Sabtu malam kemarin saya tidur hampir sepuluh jam!

Terima kasih saya untuk para pemrakarsa dan penyelenggara BarCamp Indonesia pertama ini. Tak lupa juga salut kepada para pembawa materi yang telah bersedia berbagi pengetahuannya dan para partisipan yang telah membuat acara ini hidup dari awal sampai akhir. Terima kasih juga untuk Pak Sty, Paman Tyo, dan teman-teman lain yang telah memberikan masukan berharga untuk bahan presentasi saya.

Tak sabar rasanya ingin menghadiri BarCamp selanjutnya yang pastinya lebih baik dengan belajar dari pengalaman penyelenggaraan acara pertama ini.

Iklan

Perihal Ivan Lanin
Wikipediawan pencinta bahasa Indonesia

8 Responses to BarCamp Indonesia

  1. Terimakasih sharingnya juga tentang bahasa indonesia yang lebih mudah dicerna dan tidak lebay.

    Semoga surel bisa diterima jadi pengganti imel :D. Proses pencarian padanan kata itu ternyata menarik ya?

    • Ivan Lanin says:

      Sama-sama. Sayang YQL tidak sempat jadi dipresentasikan, padahal aku nunggu-nunggu karena lebih mudah dijelaskan daripada belajar sendiri.

      Yup, pembentukan istilah memang seru. Hanya kalah sedikit dengan keasyikan membuat program 😀

  2. isman says:

    Ya. Setidaknya surel lebih enak terdengar ketimbang ratron, yang terdengar seperti nama salah satu anggota Decepticon.

  3. pinkparis says:

    Presentasi Ivan mengingatkan aku tentang pelajaran linguistik saat kuliah 🙂

    Aku sendiri merasa masih sangat kurang dalam menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, memang musti banyak belajar dari Ivan sepertinya.

    Thanks for the nice presentation yesterday. I do enjoy it much.

    • Ivan Lanin says:

      Aku juga menikmati sekali berada di tengah orang-orang (baca: geek) yang punya minat serupa. Tentang linguistik, aku masih belajar sendiri juga kok sampai sekarang.

  4. Pitra says:

    @Isman: Ratron itu Decepticon yang bisa berubah jadi tikus ya?

  5. adhit says:

    wah, topik2nya bagus2 sayang sekali ga ikutan. Informasi tentang event-event seperti ini didapat dari mana sih Van? maap ga gaul hehehe.

  6. Lita says:

    Tuh kaaan… bilang geek juga kaaan 😀
    Ah, itu ternyata yang mengganjal tentang ratron. Yang terpikir langsung ‘robot’.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: