Plantamor

plantamorIndonesia adalah salah satu negara yang memiliki keanekaragaman hayati terbesar di dunia, baik dari segi flora maupun faunanya. Sayangnya, rujukan berbahasa Indonesia tentang salah satu kekayaan Indonesia ini sangat sedikit ditemukan di Internet.

Sekitar akhir tahun 2008, secara tak sengaja saya menemukan Plantamor. Plantamor adalah suatu situs yang menyediakan basis data dan koleksi foto tumbuhan, terutama yang ditemukan di Indonesia. Situs ini juga menyediakan glosariumartikel, forum diskusi, plantaria (koleksi peristiwa dan rekor), katalog, serta tautan yang terkait dengan flora.

Selain kagum dengan kualitas isinya, saya juga angkat topi dengan pernyataan pada halaman syarat dan ketentuannya:

Anda boleh menggunakan situs web ini dan memanfaatkan isinya hanya untuk tujuan yang tidak bertentangan dengan hukum. Anda boleh mencetak atau men-download teks atau foto ke komputer anda, atau ke website lain yang tidak memiliki tujuan komersil.

Situs ini mengizinkan Anda menggunakan isinya dengan bebas. Hebat!

Hari Senin (20 Juli 2009), selesai acara Bahtera Goes to Malang, kebetulan saya sempat bertemu dan berbicara dengan Cak Mus, orang yang membidani kelahiran Plantamor.

Cukup lama dan seru perbincangan ngalor-ngidul yang kami lalui sambil menyeruput kopi di lobi hotel tempat saya menginap di Malang ini. Ternyata, pekerjaan Cak Mus ini sama sekali tidak berhubungan dengan botani atau biologi. Pembuatan situs Plantamor dilakukannya semata karena hobi dan kecintaannya pada dunia tumbuhan.

Cak Mus berkata bahwa ia sangat ingin mendapatkan masukan-masukan untuk pengembangan situs ini. Beberapa ide yang sempat dibicarakan antara lain adalah membuat permainan pemeliharaan tumbuhan untuk menarik pengunjung berpartisipasi serta melibatkan kalangan akademis atau lembaga terkait untuk pengembangan isi. Beberapa situs berbahasa Inggris yang menjadi rujukan ide antara lain adalah TopTropicals dan Dave’s Garden.

Satu lain yang paling menarik dari obrolan kami adalah penjelasan Cak Mus mengenai manfaat kelor (Moringa oleifera). Ternyata, tumbuhan ini sangat tinggi kandungan nutrisinya, terutama protein, vitamin C, besi, dan kalium. Buah dan daunnya telah dimanfaatkan sebagai sumber makanan di Afrika, India, dan Filipina. Hampir semua bagian tumbuhan inipun sebenarnya bisa dimanfaatkan.

Sayangnya, belum banyak kajian ilmiah yang dilakukan tentang manfaat tumbuhan kelor ini di Indonesia. Pemanfaatannyapun masih terbatas secara tradisional. Pengetahuan kita seharusnya memang tak hanya selebar daun kelor.

Iklan

Perihal Ivan Lanin
Wikipediawan pencinta bahasa Indonesia

10 Responses to Plantamor

  1. Daus says:

    Wpw, situs yang bermanfaat.

  2. Ki Syafrudin says:

    Menunggu ada negeri tetangga mematenkan resep – resep jamu kelor tersebut baru kita ribut 🙂

    Anyway, mengenai keragaman, selain keragaman hayati kita juga punya keragaman bahasa, yang jadi titik perhatian Bahtera.

    Dalam hal ini, saya baru sadar beberapa pekan lalu bahwa ternyata kita sudah punya UKBI. Dan saya saat ini belum sempat mencoba latihan UKBI untuk memperkirakan nilai UKBI saya.

    Saya sedang absen di Bahtera.
    Bagaimana kabar dukungan terhadap UKBI ini di Bahtera ?

    Juga adakah yang sudah mengembangkan semacam UKBI untuk bahasa daerah kita ?

    Jangan – jangan, nanti kita baru ribut kalau ujian bahasa dipatenkan negeri tetangga lalu untuk ujian bahasa kebangsaan atau bahasa daerah sendiri mesti pergi atau bayar royalti ke negeri tetangga 🙂

    • Ivan Lanin says:

      Hihi, seperti nasib tempe atau batik?

      UKBI = Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia ya, Mas? Wah, menarik juga itu, ide tentang uji kemahiran berbahasa daerah.

      Wikipedia sendiri saat ini sudah ada yang dalam bahasa Jawa, Sunda, Banyumasan, dan Bugis. Bahasa Aceh, Bali, Banjar, Madura, dan Minang sedang dalam usulan.

  3. Ki Syafrudin says:

    Benar,
    Kalau ngobrol dengan Kepala Suku ID-Wikipedia, ya UKBI yang mana lagi 🙂
    Pas baca pemeringkatan UKBI, saya sungguh girang mendapatkan kata Semenjana yang sudah lama tak terdengar, namun kecewa membaca kata Marginal di sana, kenapa bukan Pinggiran, Pemula, Cukup, atau kata Indonesia asli lainnya.

    Tentang Wikipedia bahasa daerah dan Uji Kemahiran Bahasa Daerah, daftar jumlah penutur asli dan peringkat bahasa utama nusantara berikut bisa menjadi salah satu acuan.

    http://www.ethnologue.com/ethno_docs/distribution.asp?by=size

    – Rumpun Bahasa Sunda-Sulawesi
    – Bahasa Jawa (84.6 jt, peringkat #14 dunia)
    – Bahasa Sunda (34 jt, peringkat #31 dunia)
    – Bahasa Madura (13,6 jt, peringkat #66 dunia)
    – Bahasa Bali (3,3 jt, peringkat #155 dunia)
    – Bahasa Bugis (3,5 jt, peringkat #154 dunia)

    – Bahasa – Bahasa Batak (7 bahasa, jumlah raya sekitar 6 jt)
    – Bahasa Sasak (2,1 jt)
    – Bahasa Makasar (1,6 jt)
    – Bahasa – Bahasa Lampung (3 bahasa, jumlah raya sekitar 1,3 jt)

    – Suku Rumpun Melayu Raya:
    – Suku Rumpun Melayu:
    – Bahasa Melayu (39,1 jt, peringkat #24 dunia)
    – Bahasa Minangkabau (5,5 jt, peringkat #119 dunia)
    – Bahasa Musi (3,9 jt, peringkat #147 dunia)
    – Bahasa Banjar (3.5 jt, peringkat #152 dunia)
    – Suku Rumpun Aceh-Champa:
    – Bahasa Aceh (3,5 jt, peringkat #153 dunia)

  4. sHALim says:

    ide yang sNGAT BAGUS TUCH aku orang sulawesi tenggara mendukung kalau bahasa daerah yang ada di sulta dilestarikan juga dan pada umumnya bahasa daerah yang ada di indonedia bagian timur

  5. sHALim says:

    maju trus sebelumnya buat “plantamor” salam sukses!!!!!!!!!!!!mw nanya mas dalam penyajianx gAMBAr-2/foto-2 disitus plANTamor ini apakah ada dimensi yang disertai????????
    aku punya tugas NIH (aRCHI “RUANG LUAR (EKSTERIOR)” TOLONG DI BANTU DONG!!!!!!!!!!!!

  6. indria salim says:

    Saya sering mengagumi orang yang berinisiatif menyebarkan informasi yang mendidik dan mencerdaskan masyarakat, khususnya masyarakat di negeri tercinta Indonesia. Pentingnya upaya peningkatan kesadaran nasional dan rasa kepemilikan atas aset dan kekayaan bangsa dan negara bisa dimulai dari lapanta seperti ini (baca: artikel Ivan tentang “Plantamor”). Demikian juga saya salut dengan Cak Mus, seseorang yang memberikan dedikasi tinggi dalam bidang kesukaan (hobi) yang bermanfaat bagi orang lain, dalam hal ini: pengetahuan tentang dunia tumbuhan.

    Banyak hal yang diam-diam membuat saya terharu mengetahui bahwa masih ada sebagian tokoh berpengetahuan yang terus berkarya dan melakukan tindakan yang lebih nyata dan berguna bagi rakyat pada umumnya. Hal ini seperti oase menyegarkan di tengah lautan padang gurun teriakan tanpa makna dan sekedar pencitraan atau hasutan yang dipamerkan para politisi di negeri ini ……

    Ya benar, masih banyak khasanan seni dan budaya maupun kekayaan bangsa ini yang bisa dicuri oleh negara lain. Masih sangat terbuka kesempatan godaan mencuri karena minimnya perhatian dari mereka yang punya otoritas melindungi kekayaan bangsa. Bangsa ini masih sibuk sendiri dengan hiruk pikuk pemenuhan kepentingan oleh segelintir orang yang berkesempatan menikmati kekuasaan, namun tidak tahu bagaimana seharusnya kekuasaan itu ditujukan untuk pencapaian kesejahteraan bangsa. Dari tempe sampai tari pendet, dari pulau sipadan sampai celah timor, dari bunga raflesia sampai tambang emas Jayapura …. kecenderungan pengabaian kekayaan negara tanpa usaha perlindungan yang semestinya masih berlangsung dan mengkhawatirkan. Sayang upaya proteksi dari mereka “yang berwenang” masih jauh lebih memprihatinkan daripada seringnya kata “prihatin” diungkapkan melalui mass media ….

    Semoga bangsa ini bisa segera terbebas dari penjajahan egoisme kelompok yang menghancurkan negeri. Salut untuk Ivan dan Cak Mus. Salam sukses.

  7. indria salim says:

    Errata: khasanan, seharusnya diketik: khasanah. (paragraf ke 3, baris pertama)

  8. Intan Payung says:

    Bahasa melayu peringkat 7 dunia dengan jumlah penutur 260 juta jiwa di 7 negara karena vietnam sejak 2007 sudah secara resmi menjadikan bahasa melayu sebagai bahasa resmi vietnam.

  9. Gam toy says:

    Aceh penduduk 4,5 jt jiwa. Bagi pendatang juga di wajibkan menggunakan bahasa aceh. Jadi jumlah penduduk nya kira2 ada skitar 5 jt jiwa. Seharus nya bahasa aceh ada di peringkat 121 dunia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: