Pelajaran dari pelatihan untuk AcehPedia

AcehPedia Hari Sabtu dan Minggu (13 dan 14 Juni 2009) kemarin untuk pertama kalinya saya menginjakkan kaki di Aceh. Kunjungan tersebut adalah untuk membantu rekan-rekan AcehPedia untuk mengembangkan situs tersebut menjadi suatu ensiklopedia komprehensif tentang Aceh yang ditulis secara kolaboratif oleh komunitasnya.

Cukup terpesona saya mengikuti sesi pelatihan menulis yang diberikan oleh Mbak Mardiyah Chamim dari Tempo Institute. Sebagai orang yang terbiasa menulis dengan gaya deskriptif Wikipedia, gaya naratif Mbak Mardiyah merupakan suatu hal yang asing namun sangat menarik untuk saya. Yang terpikir adalah, alangkah baiknya jika tulisan-tulisan di Wikipedia bisa dibumbui dengan gaya naratif semacam ini dengan tetap mempertahankan pilar-pilar kenetralan ensiklopedia.

Para peserta yang datang pada acara pelatihan “Ayo menuliskan Aceh di Internet!” ini sangat kritis. Tidak heran karena sebagian di antaranya adalah finalis lomba menulis blog yang diselenggarakan Aceh Blogger Community dan situs Acehjourney.net. Beberapa pertanyaan dari para peserta sangat menggelitik dan memaksa saya berpikir cukup lama sebelum menjawab. Berikut petikannya:

Apakah Wikipedia bisa memberikan perlindungan untuk para kontributornya terhadap risiko tuntutan, terutama terkait dengan UU ITE yang baru?

Jawabannya: ya dan tidak. “Ya”, karena tiap artikel di Wikipedia adalah suatu karya kolaboratif yang tidak bisa dianggap murni sebagai suatu karya satu orang. Juga “ya”, karena prinsip kenetralan Wikipedia membantu menjaga agar setiap artikel terhindar dari pernyataan-pernyataan yang bernada berat sebelah. Namun “tidak”, karena walau bagaimanapun, ada versi terdahulu halaman yang bisa digunakan untuk melacak siapa penulis suatu bagian pada artikel Wikipedia yang menjadi subjek perhatian.

Apakah Wikipedia bisa memberikan jaminan keakuratan isinya?

Jawabannya tegas: tidak. Pernyataan penyangkalan Wikipedia jelas-jelas menyatakan “Wikipedia tidak memberi jaminan validitas.” Meskipun segala upaya telah dilakukan oleh para sukarelawan Wikipedia untuk melakukan yang terbaik untuk mengecek kebenaran fakta serta memberikan rujukan yang diperlukan, tetap gunakan Wikipedia dengan risiko sendiri. Jika percaya, silakan gunakan, jika tidak, jangan gunakan. Sesederhana itu.

Jika ada orang yang menulis suatu fakta seolah-olah fakta tersebut benar, padahal itu bohong, apakah bisa dideteksi?

Jawabannya juga tegas: tidak. Sama seperti kita tidak bisa menjamin bahwa semua termuat di media massa atau disampaikan kepada publik itu benar, semua informasi yang ada di Wikipedia pun harus disikapi dengan skeptisisme yang wajar.

Celetukan Mbak Mardiyah sangat pas sekali menggambarkan benang merah jawaban semua pertanyaan peserta: Wikipedia tidak sempurna. Semua Wikipediawan (rasanya) menyadari itu dan tidak pernah berupaya menutupinya.

Duh, rasanya tulisan ini sendiri belum cukup bisa mempraktikkan apa yang diajarkan oleh Mbak Mardiyah. Saya memang masih sangat perlu belajar menulis dengan gaya naratif. Tapi, sangat menarik jika sebaliknya, PDAT benar-benar bisa diubah menjadi sistem wiki dengan para jurnalis Tempo menjadi kontributornya 😉

Perihal Ivan Lanin
Wikipediawan, pencinta bahasa Indonesia, dan pendukung Creative Commons.

8 Responses to Pelajaran dari pelatihan untuk AcehPedia

  1. ndoro kakung mengatakan:

    apakah ivan bersedia menularkan ilmu wiki ke jurnalis tempo? 😀

  2. Muda bentara mengatakan:

    Terima kasih banyak bang Ivan, Terima kasih karena telah berkenan berbagi ilmu dengan kami orang-orang Aceh ini, Salut lo sya dengan wikipedianya, jika saja banyak orang indonsia memiliki visi seperti anda, pati peningkatan SDM manusia indonesia bisa berkembang pesat, untuk pelatihan kemarin, puas saya bang, yang lainnya juga gitu kayaknya

    Gaya bertutur seperti motivator itu sungguh menyenangkan, kami seakan tak digurui tetapi seakan diajak berbicara santai, Terima kasih bang telah mau membantu kami memajukan AcehPedia.org, semoga nantinya bang Ivan bisa membntu kami ntuk menjadikan AcehPedia menjadi lebih baik.

    Oh ya bang Ivan, Terima kasih banyak ya untuk oleh-olehnya, Bahasa Aceh yang ada di inkubator wikipedia itu telah menjadi hadiah yang menyenangkan untuk kami, dan sekarang kami sedang berusaha untuk membuat si “anak” yag sedang di inkubator itu untuk bisa keluar menhirup udara segar, semoga saja upaya kampanye mendukung wikipedia bhasa Aceh cepat terealisasi, dan menjadi domain sendiri … amin.

    • Ivan Lanin mengatakan:

      Amin. Saya akan bantu sebisanya.

      Mengenai Wikipedia bahasa Aceh, kontak lagi orang-orang yang dulu pernah mendukung. Agar semakin banyak suara pendukungnya.

  3. zulham mengatakan:

    Saya pikir Mas Ivan udah biasa injak kaki di Aceh, Eh rupanya baru pertama kalinya, selamat datang di gampong kamoe (kampung kami), Terimakasih Bang Ilmu Wikinya….

  4. Ping-balik: 5W1H « nan tak (kalah) penting

  5. Rental Komputer Murah mengatakan:

    Terima kasih bang ivan telah berbagi ilmu dengan kami dan telah membuka pikiran kami….

  6. Ping-balik: 5W1H atau ASDIKAMBA « Menata Diri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: