Sisipan

Sewaktu berdiskusi santai dengan seorang yang saya kagumi kepiawaiannya dalam membuat tulisan berbahasa Inggris, saya dihadapkan pada suatu pertanyaan yang menggelitik: “Mengapa tulisan surat kabar atau majalah di Indonesia sering menyisipkan suatu frasa atau kalimat yang tidak berhubungan dengan pokok kalimat?” Contohnya:

“Pria yang memiliki dua putra itu mulai menekuni bisnisnya sejak lima tahun yang lalu.”

Bagian yang ditulis dengan huruf miring tidak memiliki hubungan dengan pokok kalimat dan sebenarnya bisa diringkas menjadi “Pria itu mulai menekuni bisnisnya sejak lima tahun yang lalu.

Jawaban spontan saya adalah karena media massa senang memberikan bumbu humanisme dalam tulisannya sebagai upaya menimbulkan kedekatan pembaca dengan subjek pemberitaan.

Alasan lain, yang mungkin lebih teknis, adalah karena keterbatasan ruang pemuatan tulisan. Informasi, yang kurang penting tapi sayang untuk dibuang, kadang harus diselipkan untuk memenuhi batasan ini.

Hal ini sebenarnya sah-sah saja, tapi kadang sebaiknya diberi tanda untuk membedakan pokok kalimat dan sisipannya. Misalnya dengan pemberian tanda pisah  (—) atau tanda koma. Ini sebenarnya sudah diatur dalam EYD, tapi entah mengapa jarang digunakan.

Yang kemudian menjadi pikiran saya adalah, jika model seperti ini dipilih media massa untuk membuat suatu tulisan lebih menarik, bagaimana jika tulisan di Wikipedia pun dibuat seperti ini agar lebih menarik?

Berikut paragraf pembuka mengenai hiu:

Hiu atau cucut adalah sekelompok (superordo Selachimorpha) ikan dengan kerangka tulang rawan yang lengkap dan tubuh yang ramping. Mereka bernapas dengan menggunakan lima liang insang (kadang-kadang enam atau tujuh, tergantung pada spesiesnya) di samping, atau dimulai sedikit di belakang, kepalanya. Hiu mempunyai tubuh yang dilapisi kulit dermal denticles untuk melindungi kulit mereka dari kerusakan, dari parasit, dan untuk menambah dinamika air. Mereka mempunyai beberapa deret gigi yang dapat digantikan.

Diubah dengan model “sisipan” menjadi:

Hiu atau cucut adalah sekelompok ikan dari superordo Selachimorpha dengan kerangka tulang rawan yang lengkap dan tubuh yang ramping. Ikan yang mempunyai beberapa deret gigi yang dapat digantikan ini bernapas dengan menggunakan lima liang insang — kadang-kadang enam atau tujuh, tergantung pada spesiesnya — di samping, atau dimulai sedikit di belakang, kepalanya. Hiu mempunyai tubuh yang dilapisi kulit dermal denticles untuk melindungi kulit mereka dari kerusakan, parasit, serta untuk menambah dinamika air.

Hmmm, menarik juga.

Iklan

Perihal Ivan Lanin
Wikipediawan pencinta bahasa Indonesia

6 Responses to Sisipan

  1. dudi says:

    menarik sepertinya buat wikipedia. biar bahasanya tidak terlalu berkesan “ilmiah”.

  2. Daus says:

    Keterangan tambahan pada subjek dalam sebuah artikel (berita) sebenarnya memiliki fungsi yang lebih penting ketimbang sekadar “bumbu humanisme”, apalagi bila disebut cuma mengisi ruang kosong 🙂

    Keterangan mengenai “dua orang putra” itu bisa memberikan gambaran usia, bisa juga secara tidak langsung membentuk asosiasi bahwa si subjek (pebisnis) bukan hanya sukses dalam berbisnis, melainkan juga sukses membina keluarga.

    Dalam sebuah berita, yang menjadi nomor satu adalah muatan informasinya, bukan soal “bunga-bunga” agar tulisan menjadi menarik.

    IMHO.

  3. IMW says:

    Kalau saya melihat penggunaan anak kalimat ini adalah jejak-jejak peninggalan bahasa Belanda (yg mirip dg bahasa Jerman). Penggunaan anak kalimat utk menerangkan subyek, obyek lazim digunakan. Sehingga membuat kalimat itu panjang.

    Kepiawain berbahasa dalam bahasa Jerman akan terlihat seberapa panjang orang itu mampu membangun kalimat dg banyak anak kalimat. Jangan heran kadang dalam tulisan ilmiah ataupun surat kabar yang klas berat, 1 paragraf bisa terdiri dari 1 atau 2 kalimat yang panjang.

    ” “Pria yang memiliki dua putra itu mulai menekuni bisnisnya sejak lima tahun yang lalu.”

    Merupakan kalimat yang lazim muncul dalam bahasa Jerman (dan juga bahasa Belanda)

  4. yoxx says:

    :nod: bener-bener menarik…

  5. cinta bahari says:

    ada juga yang perhatian dengan bahasa indonesia…………. salut

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: