Setelah seratus ribu artikel

Seratus ribu artikel telah dicapai oleh Wikipedia bahasa Indonesia (WBI). Lalu, apa?

Saatnya mulai memikirkan beberapa hal yang selama ini agak luput dari perhatian. Ada empat isu penting yang menurut saya perlu (lebih) diperhatikan: kualitas artikel, kontributor dan komunitas, proyek lain, serta penyebaran materi.

Kualitas artikel

Tidak dipungkiri, sebenarnya dari semua artikel yang saat ini ada di WBI, masih banyak sekali artikel yang baru merupakan tulisan rintisan. Kerap saya mendengar kenalan saya lebih memilih untuk menggunakan Wikipedia bahasa Inggris sebagai rujukan. Wajar, karena secara umum artikel di sana memang lebih lengkap daripada artikel yang ada di WBI. Secara angka, ini terlihat dari indeks kedalaman artikel Wikipedia bahasa Inggris yang mencapai lebih dari 400 dibandingkan WBI yang hanya sekitar 30.

Bagaimana meningkatkan kualitas WBI? Bukan hal yang mudah dijawab, karena sangat tergantung dengan partisipasi kontributor. Hal sederhana yang paling mungkin dilakukan adalah memfokuskan diri pada pengembangan tulisan super rintisan (tulisan yang hanya terdiri dari satu atau dua kalimat) menjadi paling tidak dua atau tiga paragraf.

Kontributor dan komunitas

Wikipediawan, baik yang anonim maupun terdaftar, adalah nyawa Wikipedia. Tanpa mereka, Wikipedia akan berhenti berkembang. Sebagai proyek sukarela, diperlukan suatu upaya untuk menarik orang berkontribusi tanpa pamrih finansial. Bahkan sampai sekarang, masih sulit untuk saya menemukan apa motivasi masuk akal yang dapat ditawarkan Wikipedia untuk para kontributornya. Yang jelas, menulis blog jauh lebih menarik daripada menulis Wikipedia karena paling tidak penulis blog bisa membanggakan suatu tulisan sebagai karyanya. Wikipediawan? Kredit untuk mereka tersembunyi di deretan panjang perubahan terbaru dan versi terdahulu suatu halaman.

Setelah menarik kontributor baru pun, masih ada hal yang lebih sulit untuk dilakukan, yaitu mempertahankan kontributor setia. Terlalu sering saya melihat Wikipediawan muncul dan menghilang dengan berbagai alasan, termasuk juga saya yang kadang ditelan berbagai kesibukan lain.

Proyek lain

Wikipedia bukanlah satu-satunya proyek isi bebas berbahasa Indonesia dari Yayasan Wikimedia. Ada empat proyek berbahasa Indonesia lain: Wiktionary (kamus dan tesaurus), Wikibooks (buku dan manual), Wikiquote (kutipan), serta Wikisource (naskah sumber). Jika Wikipedia saja masih memiliki masalah dengan jumlah kontributor aktif yang sedikit, keempat proyek ini jauh lebih "menderita." Bahkan komunitas sampai tak berani untuk memulai dua proyek lain, Wikinews (berita) dan Wikiversity (materi belajar) yang sebenarnya juga dapat dirintis dalam bahasa Indonesia.

Sayang sebenarnya media yang sudah ada tersebut jika tidak dikembangkan. Seperti halnya pengembangan produk dari suatu perusahaan, mungkin yang diperlukan lebih dulu adalah definisi produk dan target pasar yang kemudian dilanjutkan dengan upaya produksi produk tersebut.

Penyebaran materi

Seperti halnya orang berilmu yang tak membagi ilmunya kepada orang lain, repositori pengetahuan sebagaimana lengkapnya pun tidak akan terlalu bermanfaat jika tidak disebarkan seluas-luasnya. Media daring (online) yang dipilih oleh Wikipedia sebenarnya cukup tepat untuk penyebaran ini. Yang selanjutnya harus juga dipikirkan adalah kenyataan bahwa masih jauh lebih banyak orang Indonesia yang belum terhubung dengan Internet. Harus ada cara untuk dapat menyampaikan pengetahuan yang sudah terkumpul di Wikipedia kepada mereka. Media cetak mungkin masih merupakan media paling luas dan mudah untuk menjangkau lebih banyak masyarakat Indonesia. Isu yang harus dipikirkan adalah aspek produksi dan hak kekayaan intelektualnya.

Penutup

Nada tulisan ini mungkin terkesan pesimis; lebih banyak pengungkapan masalah dibandingkan merencanakan apa yang seharusnya dilakukan untuk mengatasinya. Tapi saya percaya bahwa bagian dari pemecahan masalah adalah identifikasi masalahnya. Bayi Wikimedia Indonesia memang bukanlah panasea untuk semua isu tersebut, tapi mudah-mudahan dapat menjadi titik awal pencapaian misi penyediaan dan penyebarluasan pengetahuan sumber bebas bagi generasi mendatang Indonesia. Termasuk Arka, sepuluh sampai dua puluh tahun lagi.

Iklan

Perihal Ivan Lanin
Wikipediawan, pencinta bahasa Indonesia, dan pendukung Creative Commons.

2 Responses to Setelah seratus ribu artikel

  1. Ping-balik: Menjelang seratus ribu artikel « nan tak (kalah) penting

  2. Luthfi says:

    Dulu pernah nulis buat id.wikipedia.org, tapi tulisan2ku pada dihapus
    Ya udah … kapok nulis lagi 🙂
    *males*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: