wallstreet dan taman menteng

Minggu ini dua kali saya menemukan sudut lain kota Jakarta yang tak pernah saya kunjungi sebelumnya: “Wallstreet” dan Taman Menteng.

Perahu BenhilWallstreet adalah nama tidak resmi yang diberikan untuk suatu jalan atau gang kecil di belakang Wisma Dharmala, Sudirman yang menghubungkan Jl. Mas Mansyur dan Kali Benhil. Nama ini konon diberikan karena salah satu sisi gang tersebut menempel pada dinding atau pagar belakang Wisma Dharmala sehingga menjadikannya wallstreet (jalan yang ada dindingnya), suatu pemberian nama yang sangat baik 🙂

Masuk melalui Mas Mansyur, di sepanjang jalan ini terdapat warung-warung yang menjajakan makanan untuk konsumsi karyawan di gedung-gedung perkantoran di sekitarnya. Nasi goreng dan es podeng yang sempat saya icipi di sini cukup enak dengan harga yang (sangat) bersahabat. Gang yang sempit dan tidak adanya aliran udara yang lancar membuat asap dari pembakaran makanan sangat terasa dan menyebabkan bau yang menempel pada pakaian.

Jika meneruskan perjalanan ke arah barat (Benhil), kita akan menjumpai kali kecil (Kali Benhil?) yang bisa dilalui dengan menggunakan perahu tambang. Um, mungkin lebih tepat perahu kabel karena dioperasikan dengan menelurusi kabel yang menghubungkan ke dua tepi kali. Mendarat di sisi satunya, langsung ditemukan pasar Benhil yang ramai.

Menunggu giliranTempat lain yang saya kunjungi adalah Taman Menteng. Cukup lama sebenarnya kami berkeinginan untuk mengunjungi taman yang sempat mengundang kontroversi sewaktu pembuatannya ini. Beberapa kali melintas melewati taman ini sewaktu melewati daerah Menteng, kelihatannya kok bagus juga ya tempatnya.

Taman Menteng memang bagus. Area luas taman ini dilengkapi antara lain dengan gedung parkir yang cukup memadai, lapangan futsal dan bola basket, tempat pertemuan dengan pendingin ruangan, serta tempat bermain anak. Cukup banyak orang yang menikmati waktu luang hari Sabtu pagi itu. Jogging, senam, bermain futsal, bola basket, atau sekedar membawa bayi berjalan-jalan tampak di antara kegiatan-kegiatan pengunjung taman.

Keseluruhan area tampak cukup terawat dan rapi. Seperti halnya banyak ruang publik lain di Jakarta, tempat sampah kurang banyak tersedia dan diharuskan membayar untuk menggunakan toilet. Tempat bermain anak dengan ayunan dan perosotan becek karena hujan yang turun malam sebelumnya. Mungkin seharusnya dipasang mat untuk menambah kenyamanan pengunjung dan mencegah timbulnya becek. Toh tidak terlalu mahal.

Iklan

Perihal Ivan Lanin
Wikipediawan pencinta bahasa Indonesia

5 Responses to wallstreet dan taman menteng

  1. Jennie says:

    Nice name, Taman Menteng. I was born and raised in Menteng, so as an “Anak Menteng,” I’m proud to have a park named after me. 🙂 (Huh? Makes no sense?)

  2. Ivan Lanin says:

    Wuah, Mbak Jennie “Anak Menteng” ternyata 🙂 You should visit the park, it’s beautiful, at least for Jakarta’s standard, hehe.

  3. Jennie says:

    Will sure do visit it whenever I pulkam. You show me the way, will you? 🙂

  4. Charles says:

    Hhmmm.. Om Ivan Om Ivan…, cepeltina daelahnya aku kenal. Mama pelnah bawa aku jalan2 ke cana.. Jangan2 qta pernah papasan nih om…??

  5. Ivan Lanin says:

    Hehe, hebat, masih cadel udah bisa nulis komentar di Internet 🙂 Dek Charles yang mana ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: