wikipedia dan blog: harus memilih?

Sudah sekitar satu bulan saya mencoba menjadi blogger. Alasannya sederhana, yaitu “pingin mencoba”, walaupun ada teman yang sudah wanti-wanti “… wikipediawan gak bisa jadi blogger, Van …”. Dua hal utama yang saya rasa menjadi perbedaan utama antara wikipedia dan blog yaitu sudut pandang dan markah pemformatan.

Wikipedia sangat mengedepankan sudut pandang netral. Sewaktu menulis sesuatu, cara penulisan harus diupayakan senetral mungkin dan tidak melibatkan opini pribadi. Pemberian referensi juga sebaiknya dilakukan jika menyangkut topik-topik kontroversial. Sebaliknya, kekuatan utama penarik suatu blog, menurut saya, adalah opini pemilik blog tersebut. Bagi Wikipediawan, pelibatan opini sulit dilakukan karena tidak ketidakterbiasaan.

Harus kembali lagi ke mode HTML ternyata juga menyusahkan jika telah terbiasa dengan markah wiki. Pembuatan pranala, daftar, huruf tebal dan miring, dll, adalah contoh hal-hal yang saya rasa lebih mudah dilakukan dengan markah wiki.

Akibat percobaan ini, aktivitas saya di Wikipedia sangat jauh berkurang, walaupun juga ditambah kesibukan kerjaan yang memang juga agak meningkat. Meskipun cukup banyak wikipediawan yang bisa juga menjadi blogger, tampaknya memang harus memilih, menjadi blogger atau wikipediawan aktif. Untuk saya, saat ini jawabannya mudah. Saya memilih menjadi Wikipediawan 🙂

Iklan

Perihal Ivan Lanin
Wikipediawan, pencinta bahasa Indonesia, dan pendukung Creative Commons.

5 Responses to wikipedia dan blog: harus memilih?

  1. Rani says:

    Iya memang begitu fenomenanya seperti yg aku diskusikan sekilas sama kamu di Coffee Club. Entah mengapa, pada kenyataannya, wikipedian tidak ngeblog, dan blogger tidak nge-wiki. Ini bisa dijadikan generalisasi. Di samping sudut pandang dan markah pemformatan, bedanya yg lain adalah bahwa blog itu menekankan identitas individu sementara wiki itu membaurkan identitas individu. Makanya, blogger biasanya narsis hehehe..

    Nah pertanyaanya, apakah aku? kayanya aku masih 75 persen blogger dan 25 persen wikipediawan. Tapi biarpun demikian, aku cinta wikipedia. Mudah2an setelah lulus aku bisa cari waktu utk lebih terlibat di wiki. Seperti SR bilang mengenai diriku (dan cukup tepat juga), kepengen untuk terlibat di terlalu banyak hal sehingga tidak pernah benar2 terlibat sampai dalam. Ngerti ga, van?

  2. Ivan Lanin says:

    Hehe, lo sebenernya salah satu contoh “wikipediawan yang bisa juga menjadi blogger” yg gw maksud, Ran 🙂

  3. huda says:

    Justru karena terkekang oleh kebebasan berekspresi di wikipedia, blog kan bisa dijadikan pelampiasan.. ‘Onani kata-kata’, sebut saja begitu – meminjam istilah dari omaigat

    Untuk masalah formatting, ya memang kalau di bloghost gratisan seperti wordpress.com dibatasi. Tapi klo hosting sendiri menggunakan perangkat lunak dari wordpress.org, Anda bisa menginstal plugin-plugin untuk markah, semisal markdown.

    Saya kurang paham perbedaan markah dari wikipedia dengan markdown. Tapi dalam beberapa hal ada kesamaan. Atau bisa juga bikin plugin markah sendiri?

  4. Ivan Lanin says:

    Makasih tipsnya Mas. Iya, kalau punya server sendiri memang lebih bebas tampaknya, bisa install macem-macem. Nanti deh, kalau sudah lebih serius “blogging”-nya 🙂

  5. atmonadi says:

    Saya baru jadi wikipedian. Memang terasa ada perbedaan dengan gaya ngeblog saya, tapi buat saya no problem. Justru dengan dua gaya yang berbeda itu saya bisa belajar kapan harus netral, dan kapan harus beropini. hehehe mungkin acdc kali ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: