<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>nan tak (kalah) penting</title>
	<atom:link href="http://ivanlanin.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ivanlanin.wordpress.com</link>
	<description>tentang bahasa Indonesia, web, wikipedia, teknologi informasi, dan lainnya</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 May 2013 15:56:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ivanlanin.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/0b53926e587fc489711abc0c1ab44ce8?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>nan tak (kalah) penting</title>
		<link>http://ivanlanin.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ivanlanin.wordpress.com/osd.xml" title="nan tak (kalah) penting" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ivanlanin.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Pindah ke rumah sendiri</title>
		<link>http://ivanlanin.wordpress.com/2012/11/03/pindah-ke-rumah-sendiri/</link>
		<comments>http://ivanlanin.wordpress.com/2012/11/03/pindah-ke-rumah-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Nov 2012 17:19:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ivan Lanin</dc:creator>
				<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[rumah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ivanlanin.wordpress.com/?p=1556</guid>
		<description><![CDATA[Sejak menikah pada tahun 2001, saya tinggal di rumah mertua. Pada awal tahun 2012, saya dan keluarga pindah ke rumah sendiri. Banyak hal yang biasanya tinggal kami terima beres kini harus kami urus sendiri, seperti menyiapkan perabot dan perlengkapan rumah, membeli keperluan rutin, dan membayar tagihan-tagihan rumah. Walaupun merepotkan dan menyita waktu, ternyata menyenangkan juga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ivanlanin.wordpress.com&#038;blog=623793&#038;post=1556&#038;subd=ivanlanin&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_1559" class="wp-caption alignright" style="width: 210px"><img title="Rumah sendiri" alt="" src="http://ivanlanin.files.wordpress.com/2012/11/rumah-sendiri.jpg?w=200" width="200" /><p class="wp-caption-text">Sumber gambar: YHTR</p></div>
<p>Sejak menikah pada tahun 2001, saya tinggal di rumah mertua. Pada awal tahun 2012, saya dan keluarga pindah ke rumah sendiri. Banyak hal yang biasanya tinggal kami terima beres kini harus kami urus sendiri, seperti menyiapkan perabot dan perlengkapan rumah, membeli keperluan rutin, dan membayar tagihan-tagihan rumah. Walaupun merepotkan dan menyita waktu, ternyata menyenangkan juga punya rumah sendiri.</p>
<p>Saat masih tinggal di rumah mertua tersebut, saya mulai merintis blog ini. Tak terasa lima tahun lebih telah berlalu sejak saya menerbitkan <a href="http://ivanlanin.wordpress.com/2007/06/14/bahtera-dan-kudoz/">tulisan pertama</a> &#8212; yang sangat pendek &#8212; di blog ini. Meskipun semangat menulis saya naik turun, sudah 220 tulisan yang berhasil saya terbitkan di sini sejak itu. Pada pertengahan tahun 2007 itu, saya memilih menginangi blog saya di wordpress.com karena lebih mudah ketimbang menyiapkan server sendiri. Ibarat menumpang tinggal di rumah orang, saya tinggal datang dan menggunakan fasilitas yang sudah disediakan oleh sang pemilik rumah maya ini.</p>
<p><span id="more-1556"></span>Seiring dengan peningkatan kebutuhan, rumah tumpangan ini kian terasa tidak memadai. Banyak fasilitas yang tidak dapat saya sesuaikan dengan kebutuhan karena diberikan apa adanya oleh sang pemilik rumah. Maka, saya pun memutuskan untuk pindah ke rumah sendiri di <a href="http://ivan.lanin.org">http://ivan.lanin.org</a>. Sama halnya dengan rumah di dunia nyata, pemindahan rumah maya dari &#8220;rumah kontrakan&#8221; di wordpress.com ke rumah sendiri pun merepotkan dan menyita waktu. Namun, saya yakin pilihan ini yang terbaik bagi saya.</p>
<p>Ini adalah tulisan terakhir saya di rumah kontrakan ini. Saya akan terus menulis tentang bahasa dan pemanfaatannya di rumah baru yang saya bangun dan urus sendiri. Meskipun rumah baru itu masih belum paripurna, <a href="http://ivan.lanin.org">sila berkunjung</a>. Hidangan di sana mungkin sedikit berbeda dengan di sini, tetapi mudah-mudahan saya akan tetap dapat menjamu kawan-kawan dengan baik.</p>
<br />Filed under: <a href='http://ivanlanin.wordpress.com/category/kehidupan/'>kehidupan</a> Tagged: <a href='http://ivanlanin.wordpress.com/tag/rumah/'>rumah</a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ivanlanin.wordpress.com&#038;blog=623793&#038;post=1556&#038;subd=ivanlanin&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ivanlanin.wordpress.com/2012/11/03/pindah-ke-rumah-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c97bbd908e2e2a7dbe9fcbf775cf0749?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ivanlanin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ivanlanin.files.wordpress.com/2012/11/rumah-sendiri.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Rumah sendiri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penghubung antarkalimat</title>
		<link>http://ivanlanin.wordpress.com/2012/10/26/penghubung-antarkalimat/</link>
		<comments>http://ivanlanin.wordpress.com/2012/10/26/penghubung-antarkalimat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Oct 2012 16:14:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ivan Lanin</dc:creator>
				<category><![CDATA[bahasa Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kalimat]]></category>
		<category><![CDATA[penghubung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ivanlanin.wordpress.com/?p=1550</guid>
		<description><![CDATA[Penghubung antarkalimat (discourse connective) adalah kata atau ungkapan yang menghubungkan suatu kalimat dengan kalimat lain dalam satu alinea guna menambah kepaduan wacana. Penghubung antarkalimat diletakkan di awal kalimat &#8212; tetapi bukan di awal kalimat pertama suatu paragraf &#8212; dan diikuti dengan tanda koma. Contoh penghubung antarkalimat adalah akan tetapi, jadi, dan oleh sebab itu. Pedoman EYD [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ivanlanin.wordpress.com&#038;blog=623793&#038;post=1550&#038;subd=ivanlanin&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ivanlanin.files.wordpress.com/2012/10/penghubung-antarkalimat-discourse-connective.png"><img class="alignright size-medium wp-image-1551" title="Penghubung antarkalimat discourse connective" alt="" src="http://ivanlanin.files.wordpress.com/2012/10/penghubung-antarkalimat-discourse-connective.png?w=300&#038;h=289" height="289" width="300" /></a>Penghubung antarkalimat (<em>discourse connective</em>) adalah kata atau ungkapan yang menghubungkan suatu kalimat dengan kalimat lain dalam satu alinea guna menambah kepaduan wacana. Penghubung antarkalimat diletakkan di awal kalimat &#8212; tetapi bukan di awal kalimat pertama suatu paragraf &#8212; dan diikuti dengan tanda koma. Contoh penghubung antarkalimat adalah <em>akan tetapi</em>, <em>jadi</em>, dan <em>oleh sebab itu</em>.</p>
<p><a href="http://id.wikisource.org/wiki/Pedoman_Umum_Ejaan_Bahasa_Indonesia_yang_Disempurnakan">Pedoman EYD</a> tidak memberikan daftar lengkap ungkapan yang dapat berfungsi sebagai penghubung antarkalimat. Berdasarkan beberapa rujukan, ada 53 ungkapan yang dapat dipakai sebagai penghubung antarkalimat. Daftar ini mungkin tidak lengkap, tetapi, paling tidak, kata atau frasa yang berada dalam senarai ini dapat digunakan sebagai rujukan oleh para pengguna bahasa.</p>
<p><span id="more-1550"></span>Berikut ini daftar kata atau frasa yang biasa dipakai sebagai penghubung antarkalimat dalam bahasa Indonesia.</p>
<ol>
<li>Agaknya, &#8230;</li>
<li>Akan tetapi, &#8230;</li>
<li>Akhirnya, &#8230;</li>
<li>Akibatnya, &#8230;</li>
<li>Artinya, &#8230;</li>
<li>Berkaitan dengan itu, &#8230;</li>
<li>Biarpun begitu, &#8230;</li>
<li>Biarpun demikian, &#8230;</li>
<li>Contohnya, &#8230;</li>
<li>Dalam hal ini, &#8230;</li>
<li>Dalam hubungan ini, &#8230;</li>
<li>Dalam konteks ini, &#8230;</li>
<li>Dengan demikian, &#8230;</li>
<li>Dengan kata lain, &#8230;</li>
<li>Di pihak lain, &#8230;</li>
<li>Di samping itu, &#8230;</li>
<li>Di satu pihak, &#8230;</li>
<li>Jadi, &#8230;</li>
<li>Jika demikian, &#8230;</li>
<li>Kalau begitu, &#8230;</li>
<li>Kalau tidak salah, &#8230;</li>
<li>Karena itu, &#8230;</li>
<li>Kecuali itu, &#8230;</li>
<li>Lagi pula, &#8230;</li>
<li>Meskipun begitu, &#8230;</li>
<li>Meskipun demikian, &#8230;</li>
<li>Misalnya, &#8230;</li>
<li>Namun, &#8230;</li>
<li>Oleh karena itu, &#8230;</li>
<li>Oleh sebab itu, &#8230;</li>
<li>Pada dasarnya, &#8230;</li>
<li>Pada hakikatnya, &#8230;</li>
<li>Pada prinsipnya, &#8230;</li>
<li>Paling tidak, &#8230;</li>
<li>Sebagai kesimpulan, &#8230;</li>
<li>Sebaiknya, &#8230;</li>
<li>Sebaliknya, &#8230;</li>
<li>Sebelumnya, &#8230;</li>
<li>Sebenarnya, &#8230;</li>
<li>Sebetulnya, &#8230;</li>
<li>Sehubungan dengan itu, &#8230;</li>
<li>Selain itu, &#8230;</li>
<li>Selanjutnya, &#8230;</li>
<li>Sementara itu, &#8230;</li>
<li>Sesudah itu, &#8230;</li>
<li>Sesungguhnya, &#8230;</li>
<li>Setelah itu, &#8230;</li>
<li>Sungguhpun begitu, &#8230;</li>
<li>Sungguhpun demikian, &#8230;</li>
<li>Tambahan lagi, &#8230;</li>
<li>Tambahan pula, &#8230;</li>
<li>Untuk itu, &#8230;</li>
<li>Walaupun demikian, &#8230;</li>
</ol>
<p>Rujukan:</p>
<ul>
<li>Eneste, P. (2012). <em>Buku Pintar Penyuntingan Naskah Edisi Kedua (Revisi)</em>. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.</li>
<li>Sugono, D. (Ed.). (2007). <a href="http://id.wikisource.org/wiki/Buku_Praktis_Bahasa_Indonesia_1/Kalimat#Ungkapan_Penghubung_Antarkalimat"><i>Buku Praktis Bahasa Indonesia Jilid 1</i></a>. Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional.</li>
<li>Trim, B. (2012). <i>Tak Ada Naskah yang Tak “Retak”: Panduan Profesional Editing Naskah</i>. Bandung: Trim Komunikata.</li>
</ul>
<br />Filed under: <a href='http://ivanlanin.wordpress.com/category/bahasa-indonesia/'>bahasa Indonesia</a> Tagged: <a href='http://ivanlanin.wordpress.com/tag/kalimat/'>kalimat</a>, <a href='http://ivanlanin.wordpress.com/tag/penghubung/'>penghubung</a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ivanlanin.wordpress.com&#038;blog=623793&#038;post=1550&#038;subd=ivanlanin&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ivanlanin.wordpress.com/2012/10/26/penghubung-antarkalimat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		<georss:point>-6.235545 106.789656</georss:point>
		<geo:lat>-6.235545</geo:lat>
		<geo:long>106.789656</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c97bbd908e2e2a7dbe9fcbf775cf0749?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ivanlanin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ivanlanin.files.wordpress.com/2012/10/penghubung-antarkalimat-discourse-connective.png?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Penghubung antarkalimat discourse connective</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Batas</title>
		<link>http://ivanlanin.wordpress.com/2012/10/10/batas/</link>
		<comments>http://ivanlanin.wordpress.com/2012/10/10/batas/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Oct 2012 16:45:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ivan Lanin</dc:creator>
				<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[curhat]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ivanlanin.wordpress.com/?p=1541</guid>
		<description><![CDATA[When you go to your limits, your limits will expand. (Robin Sharma, 2010, hlm. 98) Sebenarnya saya jarang membaca buku-buku pengembangan pribadi (self-development) seperti buku The Leader Who Had No Title: A Modern Fable on Real Success in Business and in Life karya Robin Sharma. Namun, filsafat &#8220;memimpin tanpa jabatan&#8221; yang diusung oleh buku ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ivanlanin.wordpress.com&#038;blog=623793&#038;post=1541&#038;subd=ivanlanin&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright" src="http://photo.goodreads.com/books/1348973034l/6881578.jpg" alt="" width="150" /><em>When you go to your limits, your limits will expand.</em> (Robin Sharma, 2010, hlm. 98)</p>
<p>Sebenarnya saya jarang membaca buku-buku pengembangan pribadi (<em>self-development</em>) seperti buku <em>The Leader Who Had No Title: A Modern Fable on Real Success in Business and in Life</em> karya Robin Sharma. Namun, filsafat &#8220;<a href="http://iknow.apb-group.com/memimpin-tanpa-jabatan/">memimpin tanpa jabatan</a>&#8221; yang diusung oleh buku ini sangat mengena di hati saya. Saya pun memaksakan diri untuk membaca habis buku ini di sela-sela kesibukan kantor.</p>
<p>Seperti halnya berbagai buku lain dengan genre serupa, buku ini sarat dengan nasihat dan pernyataan bagus, yang sebenarnya sudah kita ketahui, tetapi kadang lupa. Contohnya kutipan pada awal tulisan ini yang saya terjemahkan menjadi, &#8220;Saat kita mendekati batas kita, batas itu pun akan mengembang.&#8221; Berdasarkan pengalaman saya, pernyataan itu benar belaka dan sudah beberapa kali saya buktikan.</p>
<p><span id="more-1541"></span>Pertama, masalah ilmu manajemen. Saya dulu enggan mempelajari ilmu ini karena menurut saya ilmu ini sama sekali tidak eksak. Semuanya serba relatif terhadap sudut pandang penulis. Saya pun menetapkan batas saya untuk tidak mempelajari ilmu manajemen. <a href="http://apb-group.com">Tuntutan pekerjaan</a> membuat saya terpaksa mendekati batas tersebut dan sedikit demi sedikit mulai mempelajari ilmu tersebut dengan menelan kekesalan akan ketidakeksakannya. Hasilnya? Tengok <a href="http://iknow.apb-group.com/penulis/ivan-lanin/">tulisan-tulisan yang saya buat</a> dalam dua bulan terakhir ini. Bah! Saya pun heran, kok bisa ya saya membuat tulisan-tulisan tentang manajemen?</p>
<p>Kedua, masalah administrasi proyek. Saya dulu enggan mengurusi tetek bengek yang berhubungan dengan proyek. <em>Ribet</em>, ah. Biar orang lain saja yang mengurusi masalah itu. Saya cukup mengurusi masalah teknis pengerjaan proyeknya sendiri. Namun, setelah saya coba untuk mengatasi kemalasan tersebut, ternyata mengurus proyek itu asyik juga. Banyak ketegangan yang memicu adrenalin dan kepuasan yang memuncak kala semua urusan akhirnya beres. Administrasi proyek kantor saya pun sedikit demi sedikit membaik.</p>
<p>Ketiga, ehm, masalah kebugaran. Saya dulu sangat senang bermain basket, meskipun nyaris tidak pernah ikut kejuaraan. Sekadar hobi saja. Sewaktu mahasiswa, sehari mungkin saya bisa enam jam lebih <em>nongkrong</em> di lapangan basket ITB. Masuk kuliah sekadar hiburan. Sejak mulai bekerja, saya jadi jarang berolahraga. Alasannya klasik: tidak punya waktu. Kebugaran saya menurun drastis dan sempat ada saat sewaktu saya sering sekali sakit. Menyebalkan! Atas alasan itu, saya memutuskan untuk menghilangkan batasan waktu saya dan mendaftar di suatu pusat kebugaran (<em>fitness center</em>) di Jakarta. Dalam tempo dua bulan sejak mendaftar dan dengan frekuensi olahraga dua kali seminggu, kebugaran saya pulih. Alhamdulillah, kini saya hampir tidak pernah sakit. Setelah mulai nyaman, saya pun mulai mengembangkan batas fisik saya. Saya selalu meminta pelatih pribadi (<em>personal trainer</em>, PT) saya untuk menambah beban yang saya angkat hingga batas gemetar saya. Eh, bisa, loh!</p>
<p>Dari semua pengalaman tersebut, saya pikir tidak mustahil untuk melampaui (beberapa) batas kemampuan kita. Setelah saya ingat-ingat, modal pertama adalah motivasi. Cari dulu motivasi yang kuat untuk dapat melampaui batas kita. Motivasi ini selanjutnya akan melahirkan semangat dan gairah (<em>passion</em>). Kedua hal ini membuat upaya apa pun terasa lebih ringan.</p>
<p>Sekarang, saya sedang berupaya melampaui batas saya yang sejak dulu menjadi onak dalam daging: perlu merokok kala berpikir. Menulis blog ini pun saya lakukan sambil merokok. Duh.</p>
<p>Salam zuper!</p>
<p><em>Sumber gambar: Goodreads</em></p>
<br />Filed under: <a href='http://ivanlanin.wordpress.com/category/kehidupan/'>kehidupan</a> Tagged: <a href='http://ivanlanin.wordpress.com/tag/curhat/'>curhat</a>, <a href='http://ivanlanin.wordpress.com/tag/motivasi/'>motivasi</a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ivanlanin.wordpress.com&#038;blog=623793&#038;post=1541&#038;subd=ivanlanin&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ivanlanin.wordpress.com/2012/10/10/batas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		<georss:point>-6.235545 106.789656</georss:point>
		<geo:lat>-6.235545</geo:lat>
		<geo:long>106.789656</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c97bbd908e2e2a7dbe9fcbf775cf0749?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ivanlanin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://photo.goodreads.com/books/1348973034l/6881578.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>iKnow</title>
		<link>http://ivanlanin.wordpress.com/2012/09/13/iknow/</link>
		<comments>http://ivanlanin.wordpress.com/2012/09/13/iknow/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 Sep 2012 00:30:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ivan Lanin</dc:creator>
				<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[APB]]></category>
		<category><![CDATA[keterampilan berbahasa]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen pengetahuan]]></category>
		<category><![CDATA[organisasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ivanlanin.wordpress.com/?p=1511</guid>
		<description><![CDATA[iKnow adalah salah satu bentuk prakarsa manajemen pengetahuan di lingkungan APB Group. Prakarsa ini mulai dijalankan pada tanggal 2 Juli 2012 dan diterapkan dengan bentuk pengiriman surel harian berisi ringkasan pengetahuan yang diperoleh seorang individu pada hari itu dalam suatu topik tertentu. Prakarsa ini ditujukan untuk mendokumentasikan pengetahuan kolektif perusahaan. Bagi para penulis, kegiatan ini bermanfaat untuk mengembangkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ivanlanin.wordpress.com&#038;blog=623793&#038;post=1511&#038;subd=ivanlanin&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://iknow.apb-group.com"><img class="alignright" title="iknow" src="http://iknow.apb-group.com/wp-content/uploads/2012/07/iknow.png" alt="" width="174" height="80" /></a><a href="http://iknow.apb-group.com">iKnow</a> adalah salah satu bentuk prakarsa manajemen pengetahuan di lingkungan <a href="http://apb-group.com">APB Group</a>. Prakarsa ini mulai dijalankan pada tanggal 2 Juli 2012 dan diterapkan dengan bentuk pengiriman <a href="http://ivanlanin.wordpress.com/2010/05/11/surel/">surel</a> harian berisi ringkasan pengetahuan yang diperoleh seorang individu pada hari itu dalam suatu topik tertentu.</p>
<p>Prakarsa ini ditujukan untuk mendokumentasikan pengetahuan kolektif perusahaan. Bagi para penulis, kegiatan ini bermanfaat untuk mengembangkan <a href="http://ivanlanin.wordpress.com/2012/09/10/keterampilan-berbahasa/">keterampilan menulis</a> dan menstrukturkan pengetahuan yang dimiliki. Bagi orang lain dan perusahaan, kegiatan ini berfaedah untuk memperkaya pengetahuan kolektif dan mengurangi pengulangan kegiatan pencarian informasi yang sudah pernah dilakukan orang lain.</p>
<p><span id="more-1511"></span>Setelah satu bulan dijalankan, <a href="http://ivanlanin.wordpress.com/2012/02/22/kami/">kami</a> melakukan tinjauan terhadap pelaksanaan prakarsa ini. Hasil tinjauan menyimpulkan bahwa target satu tulisan per hari agak berat untuk dipenuhi. Mulai tanggal 27 Agustus 2012, ketentuan ini diturunkan menjadi dua tulisan per minggu dengan jadwal yang diatur agar paling tidak ada tulisan yang dikirimkan setiap harinya.</p>
<p>Pengembangan lain yang kami terapkan berdasarkan hasil tinjauan tersebut adalah pemilihan <a href="http://iknow.apb-group.com/kategori/tulisan-pilihan/">tulisan terbaik mingguan</a>. Tiap minggu kami memilih satu tulisan terbaik untuk kemudian dipresentasikan dan dibahas dalam bentuk diskusi tatap muka. Tentu saja ada penghargaan bagi penulis yang tulisannya terpilih sebagai tulisan terbaik mingguan. Bentuk penghargaan yang kami sepakati adalah <a href="http://www.blitzmegaplex.com/en/index.php">karcis gratis</a> untuk menonton film pilihan sang penerima penghargaan. Selain sebagai bentuk penghargaan terhadap penulis, sesi diskusi ini diharapkan dapat mengembangkan <a href="http://ivanlanin.wordpress.com/2012/09/10/keterampilan-berbahasa/">keterampilan berbicara dan berdiskusi</a>.</p>
<p>Setelah berjalan dua bulan lebih, iKnow telah berhasil mengumpulkan sekitar 250 tulisan. Saya pun senang karena mendapat kesempatan untuk keluar dari kotak dan <a href="http://iknow.apb-group.com/penulis/ivan-lanin/">membuat tulisan</a> di luar topik-topik yang biasa saya tulis. Walaupun harus meluangkan waktu tiap malam untuk mengedit tulisan-tulisan yang masuk agar cukup layak untuk ditampilkan kepada khalayak internet, saya sangat bangga dengan komitmen dan peningkatan keterampilan menulis teman-teman saya di APB. Salut untuk <a href="http://iknow.apb-group.com/penulis/arief-tegar-laksono/">Arief</a>, <a href="http://iknow.apb-group.com/penulis/dwi-soepeno/">Dwi</a>, <a href="http://iknow.apb-group.com/penulis/naomi-lidia/">Naomi</a>, <a href="http://iknow.apb-group.com/penulis/nico-ramoz-napitupulu/">Nico</a>, <a href="http://iknow.apb-group.com/penulis/novi-fitrianti/">Novi</a>, <a href="http://iknow.apb-group.com/penulis/ricky-theda/">Ricky</a>, <a href="http://iknow.apb-group.com/penulis/stephen-martin/">Stephen</a>, <a href="http://iknow.apb-group.com/penulis/suci-susanti/">Suci</a>, <a href="http://iknow.apb-group.com/penulis/tri-thifani/">Thifa</a>, dan, tak lupa, <a href="http://iknow.apb-group.com/penulis/diane-christina/">Bu Diane</a>.</p>
<p>Bagaimana dengan Anda? Sudahkah Anda menerapkan <a href="http://iknow.apb-group.com/kategori/manajemen-pengetahuan/">manajemen pengetahuan</a> di dalam organisasi atau perusahaan Anda?</p>
<br />Filed under: <a href='http://ivanlanin.wordpress.com/category/kehidupan/'>kehidupan</a> Tagged: <a href='http://ivanlanin.wordpress.com/tag/apb/'>APB</a>, <a href='http://ivanlanin.wordpress.com/tag/keterampilan-berbahasa/'>keterampilan berbahasa</a>, <a href='http://ivanlanin.wordpress.com/tag/manajemen-pengetahuan/'>manajemen pengetahuan</a>, <a href='http://ivanlanin.wordpress.com/tag/organisasi/'>organisasi</a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ivanlanin.wordpress.com&#038;blog=623793&#038;post=1511&#038;subd=ivanlanin&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ivanlanin.wordpress.com/2012/09/13/iknow/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		<georss:point>-6.235545 106.789656</georss:point>
		<geo:lat>-6.235545</geo:lat>
		<geo:long>106.789656</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c97bbd908e2e2a7dbe9fcbf775cf0749?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ivanlanin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://iknow.apb-group.com/wp-content/uploads/2012/07/iknow.png" medium="image">
			<media:title type="html">iknow</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keterampilan berbahasa</title>
		<link>http://ivanlanin.wordpress.com/2012/09/10/keterampilan-berbahasa/</link>
		<comments>http://ivanlanin.wordpress.com/2012/09/10/keterampilan-berbahasa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Sep 2012 00:03:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ivan Lanin</dc:creator>
				<category><![CDATA[bahasa Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[berbicara]]></category>
		<category><![CDATA[membaca]]></category>
		<category><![CDATA[menulis]]></category>
		<category><![CDATA[meyimak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ivanlanin.wordpress.com/?p=1470</guid>
		<description><![CDATA[Sewaktu menemani Arka, anak saya, belajar untuk persiapan ujian akhir bahasa Indonesia kelas 1 SD-nya, saya teringat dengan obrolan saya beberapa tahun yang lalu dengan Uni Elvi Susanti. Kala itu si Uni memaparkan kepada saya tentang empat keterampilan berbahasa: menyimak (mendengarkan), berbicara, membaca, dan menulis. Keempat keterampilan itu cukup nyata terlihat diajarkan dalam buku pelajaran Arka. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ivanlanin.wordpress.com&#038;blog=623793&#038;post=1470&#038;subd=ivanlanin&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ivanlanin.files.wordpress.com/2012/07/keterampilan-berbahasa3.png"><img class="alignright size-medium wp-image-1474" title="Keterampilan berbahasa" src="http://ivanlanin.files.wordpress.com/2012/07/keterampilan-berbahasa3.png?w=300&#038;h=245" alt="" width="300" height="245" /></a>Sewaktu menemani Arka, anak saya, belajar untuk persiapan ujian akhir bahasa Indonesia kelas 1 SD-nya, saya teringat dengan obrolan saya beberapa tahun yang lalu dengan Uni <a href="http://twitter.com/elvisusanti/">Elvi Susanti</a>. Kala itu si Uni memaparkan kepada saya tentang empat keterampilan berbahasa: menyimak (mendengarkan), berbicara, membaca, dan menulis. Keempat keterampilan itu cukup nyata terlihat diajarkan dalam buku pelajaran Arka. Ia  menyimak dongeng dari gurunya, berbicara tentang pengalaman liburannya, membaca cerita dalam buku, serta menulis jawaban soal yang diberikan.</p>
<p><span id="more-1470"></span>Keempat keterampilan bahasa tersebut menggambarkan esensi dari bahasa, yaitu sarana untuk berkomunikasi. Sejak kecil kita sudah dilatih untuk berkomunikasi. Bayi mendengarkan bunyi dari dari lingkungannya dan belajar untuk memahami arti dari berbagai bunyi tersebut. Perlahan ia belajar berbicara untuk menyampaikan keinginannya atau menyapa orang tuanya. Beranjak besar, ia pun mulai belajar membaca dan menulis sebagai bentuk komunikasi dalam bahasa tulis. Dari rangkaian proses ini tampak bahwa bahasa lisan lebih dulu dikuasai manusia dibandingkan dengan bahasa tulis.</p>
<p>Perkembangan internet dan jejaring sosial membuat bahasa tulis meraja. Mereka yang dapat menuliskan pikirannya, baik melalui tulisan blog maupun pembaruan status, akan muncul dominan di mayantara. Oh, ya. <a href="https://www.google.co.id/search?q=mayantara">Mayantara</a> adalah padanan untuk <a href="http://en.wiktionary.org/wiki/cyber"><em>cyber</em></a> yang, kalau tidak salah, diperkenalkan oleh teman-teman dari grup Tempo, tetapi belum &#8220;laku dijual&#8221; kepada para penutur bahasa Indonesia. Kembali ke topik awal, keterampilan menulis kini tampaknya dianggap merupakan keterampilan berbahasa yang paling perlu dikuasai. Hal ini pun tecermin dalam ujian bahasa Indonesia yang lebih banyak mengujikan teori-teori bahasa yang terkait dengan keterampilan menulis.</p>
<p>Keterampilan menulis tidak mungkin tumbuh sendiri tanpa diiringi dengan penguasaan keterampilan berbahasa yang lain. Sebagai penulis blog dan Wikipedia, saya sangat merasakan hal ini. Keterampilan <a href="http://ivanlanin.wordpress.com/2012/06/26/seni-membaca/">membaca</a> dan menyimak diperlukan untuk menggali sumber-sumber tulisan. Tanpa adanya kedua keterampilan ini, tulisan menjadi gersang dan rudin informasi. Di sisi lain, keterampilan berbicara diperlukan untuk mengungkapkan tulisan tersebut dalam diskusi atau presentasi. Tanpa adanya keterampilan ini, suatu gagasan yang telah dituliskan dengan baik tidak dapat dipertahankan atau disebarkan secara efektif melalui bahasa lisan.</p>
<p>Selagi membicarakan keterampilan berbicara, saya kadang merasa geli kala menonton reportase berita langsung seperti saat liputan mudik lebaran beberapa waktu yang lalu. Para reporter yang diterjunkan ke lapangan umumnya adalah pewarta junior yang belum memiliki keterampilan berbicara yang baik. Berita yang mereka laporkan kerap disampaikan dengan gagap dan dengan struktur kalimat yang sulit dipahami. Padahal, keterampilan berbicara adalah modal utama bagi seorang reporter berita.</p>
<p>Pemahaman tentang keempat keterampilan berbahasa ini saya pikir sangat perlu untuk dimengerti. Seyogianya kita menguasai semua keterampilan ini, walaupun tentu saja tiap orang dapat memilih keterampilan mana yang lebih utama ingin ia kuasai. Saya pribadi merasa bahwa saya belum memiliki keterampilan berbicara yang baik. Oleh karena itu, saya selalu mencari kesempatan untuk meningkatkan keterampilan ini agar dapat berbicara dengan runtun dan efektif.</p>
<p>Bagaimana dengan Anda? Keterampilan apa yang paling kurang Anda kuasai dan apa yang paling Anda kuasai?</p>
<br />Filed under: <a href='http://ivanlanin.wordpress.com/category/bahasa-indonesia/'>bahasa Indonesia</a> Tagged: <a href='http://ivanlanin.wordpress.com/tag/berbicara/'>berbicara</a>, <a href='http://ivanlanin.wordpress.com/tag/membaca/'>membaca</a>, <a href='http://ivanlanin.wordpress.com/tag/menulis/'>menulis</a>, <a href='http://ivanlanin.wordpress.com/tag/meyimak/'>meyimak</a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ivanlanin.wordpress.com&#038;blog=623793&#038;post=1470&#038;subd=ivanlanin&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ivanlanin.wordpress.com/2012/09/10/keterampilan-berbahasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		<georss:point>-6.235545 106.789656</georss:point>
		<geo:lat>-6.235545</geo:lat>
		<geo:long>106.789656</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c97bbd908e2e2a7dbe9fcbf775cf0749?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ivanlanin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ivanlanin.files.wordpress.com/2012/07/keterampilan-berbahasa3.png?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Keterampilan berbahasa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wisuda</title>
		<link>http://ivanlanin.wordpress.com/2012/09/08/wisuda/</link>
		<comments>http://ivanlanin.wordpress.com/2012/09/08/wisuda/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Sep 2012 16:24:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ivan Lanin</dc:creator>
				<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi informasi]]></category>
		<category><![CDATA[MTI UI]]></category>
		<category><![CDATA[wisuda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ivanlanin.wordpress.com/?p=1487</guid>
		<description><![CDATA[Tadi siang, 8 September 2012, saya mengikuti acara syukuran dan pelepasan wisudawan pascasarjana Fasilkom UI di gedung Sabha Widya, kampus UI, Depok. Alhamdulillah, akhirnya perjalanan menempuh pendidikan selama tiga tahun berhasil saya tuntaskan dan gelar M.T.I. (Magister Teknologi Informasi) sudah berhak saya sandang. Terima kasih saya persembahkan kepada segenap dosen dan staf MTI UI yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ivanlanin.wordpress.com&#038;blog=623793&#038;post=1487&#038;subd=ivanlanin&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright" title="Fasilkom UI" src="http://ivanlanin.files.wordpress.com/2012/06/fasilkom.png?w=100" alt="" width="100" />Tadi siang, 8 September 2012, saya mengikuti acara syukuran dan pelepasan wisudawan pascasarjana Fasilkom UI di gedung Sabha Widya, kampus UI, Depok. Alhamdulillah, akhirnya perjalanan menempuh pendidikan selama tiga tahun berhasil saya tuntaskan dan gelar <a href="http://mti.cs.ui.ac.id/">M.T.I.</a> (Magister Teknologi Informasi) sudah berhak saya sandang. Terima kasih saya persembahkan kepada segenap dosen dan staf MTI UI yang telah sangat membantu dalam proses tersebut.</p>
<p><span id="more-1487"></span>Seperti <a href="http://www.imdb.com/title/tt0145487/quotes?qt=qt0437392">pesan</a> <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Uncle_Ben">Ben Parker</a> kepada <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Spider-Man">Peter</a>, &#8220;<em>with great power, comes great responsibility</em>,&#8221; <a href="http://www.cs.ui.ac.id/staf/chan/">Pak Chan</a> dalam sambutannya pun menitipkan pesan senada. Beliau meminta para lulusan untuk dapat menyumbangkan sesuatu bagi Indonesia, terutama melalui bidang teknologi informasi yang kami kuasai. Lulusan <a href="http://ivanlanin.wordpress.com/2012/02/28/s-2/">S-2</a> merupakan bagian kecil dari penduduk Indonesia yang mendapat kesempatan untuk mengenyam pendidikan yang lebih tinggi. Karena itu, tanggung jawab dan harapan terhadap lulusan pascasarjana pun menjadi lebih besar.</p>
<p>Selama mendengarkan pidato Pak Chan, saya merenung. Saya orang yang praktis dan tidak suka bermuluk-muluk. Saya akan ambil dua hal yang sudah familier bagi saya sebagai &#8220;tujuan hidup&#8221; saat ini: <a href="http://www.scribd.com/doc/105310961/Lanin-2012-Strategi-Peningkatan-Kualitas-Ilmiah-Wikipedia-Bahasa-Indonesia">meningkatkan kualitas</a> artikel Wikipedia Indonesia dan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Linguistik_korpus">mengembangkan korpus</a> bahasa Indonesia. Perkara yang pertama telah saya mulai dalam <a href="http://ivanlanin.wordpress.com/2012/06/21/tesis/">tesis saya</a>, meskipun penerapannya akan menjadi suatu proses panjang yang jauh lebih pelik bila dibandingkan dengan proses perancangannya. Perkara yang kedua hingga kini masih menjadi angan-angan, walaupun saya sudah tahu pasti betapa pentingnya pewujudan hal ini dalam perkembangan bahasa Indonesia.</p>
<p>Hari sudah menjelang tengah malam dan saya sudah sangat mengantuk. Sebagai langkah awal, saya bagikan dulu berkas lengkap tesis saya yang berjudul <em>Strategi Peningkatan Kualitas Ilmiah Wikipedia Bahasa Indonesia</em>. Mudah-mudahan bermanfaat.</p>
<iframe class="scribd_iframe_embed" src="http://www.scribd.com/embeds/105310961/content?start_page=1&view_mode=&access_key=key-bx6y45z84g22dbj2cmw" data-auto-height="true" scrolling="no" id="scribd_105310961" width="100%" height="500" frameborder="0"></iframe>
<div style="font-size:10px;text-align:center;width:100%"><a href="http://www.scribd.com/doc/105310961">View this document on Scribd</a></div>
<br />Filed under: <a href='http://ivanlanin.wordpress.com/category/kehidupan/'>kehidupan</a>, <a href='http://ivanlanin.wordpress.com/category/teknologi-informasi/'>teknologi informasi</a> Tagged: <a href='http://ivanlanin.wordpress.com/tag/mti-ui/'>MTI UI</a>, <a href='http://ivanlanin.wordpress.com/tag/wisuda/'>wisuda</a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ivanlanin.wordpress.com&#038;blog=623793&#038;post=1487&#038;subd=ivanlanin&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ivanlanin.wordpress.com/2012/09/08/wisuda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		<georss:point>-6.235545 106.789656</georss:point>
		<geo:lat>-6.235545</geo:lat>
		<geo:long>106.789656</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c97bbd908e2e2a7dbe9fcbf775cf0749?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ivanlanin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ivanlanin.files.wordpress.com/2012/06/fasilkom.png" medium="image">
			<media:title type="html">Fasilkom UI</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Spasi</title>
		<link>http://ivanlanin.wordpress.com/2012/09/05/spasi/</link>
		<comments>http://ivanlanin.wordpress.com/2012/09/05/spasi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Sep 2012 03:42:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ivan Lanin</dc:creator>
				<category><![CDATA[bahasa Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[spasi]]></category>
		<category><![CDATA[tanda baca]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ivanlanin.wordpress.com/?p=1480</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu hal kecil yang sering mengganggu saya sewaktu memeriksa tulisan-tulisan pada situs iKnow adalah aturan penggunaan spasi sebelum dan setelah tanda baca. Pedoman EYD memang tidak secara jelas menyebutkan aturan ini, tetapi contoh-contoh di dalam pedoman ini memberikan gambaran tentang hal tersebut. Tanda baca yang paling sering kita pakai–tanda titik, koma, tanya, dan seru–tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ivanlanin.wordpress.com&#038;blog=623793&#038;post=1480&#038;subd=ivanlanin&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-thumbnail wp-image-1481" title="Spasi" src="http://ivanlanin.files.wordpress.com/2012/09/spasi.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" />Salah satu hal kecil yang sering mengganggu saya sewaktu memeriksa tulisan-tulisan pada <a href="http://iknow.apb-group.com/">situs iKnow</a> adalah aturan penggunaan spasi sebelum dan setelah tanda baca. <a href="http://id.wikisource.org/wiki/EYD#III._PEMAKAIAN_TANDA_BACA">Pedoman EYD</a> memang tidak secara jelas menyebutkan aturan ini, tetapi contoh-contoh di dalam pedoman ini memberikan gambaran tentang hal tersebut.</p>
<p>Tanda baca yang paling sering kita pakai–tanda titik, koma, tanya, dan seru–tidak diberi spasi sebelum tanda baca tersebut, tetapi diberi spasi setelahnya. <a href="http://ivanlanin.wordpress.com/2010/05/07/tanda-hubung-dan-tanda-pisah/">Tanda hubung</a>, pisah, dan garis miring tidak diberi spasi baik sebelum maupun setelah tanda baca tersebut. Tanda baca pengapit (<a href="http://ivanlanin.wordpress.com/2010/05/05/tanda-petik/">tanda petik</a> dan tanda kurung) diberi spasi untuk memisahkannya dengan bagian lain dari kalimat, tetapi tidak diberi spasi untuk memisahkannya dengan bagian yang diapit.</p>
<p><span id="more-1480"></span>Tabel berikut memberikan ringkasan aturan ini.</p>
<table width="100%" border="0" cellspacing="0" cellpadding="2">
<tbody>
<tr>
<th width="40%">Tanda baca</th>
<th width="10%">Spasi sebelum</th>
<th width="10%">Spasi setelah</th>
<th width="40%">Catatan</th>
</tr>
<tr>
<td>Tanda titik, koma, titik koma, titik dua, tanya, seru</td>
<td align="center">Tidak</td>
<td align="center">Ya</td>
<td>Tanda titik atau koma yang digunakan untuk memisahkan bagian angka (bilangan atau waktu) tidak diberi spasi setelahnya, misalnya Rp12.345,67 dan pukul 12.30.<br />
Tanda titik yang digunakan untuk memisahkan unsur-unsur singkatan tidak diberi spasi setelahnya, tapi diberi spasi setelah tanda titik pada unsur singkatan terakhir, misalnya A.H. Nasution, S.H.<br />
Tanda titik dua kadang diberi spasi sebelumnya untuk meratakan kolom.</td>
</tr>
<tr>
<td>Tanda hubung, pisah, garis miring</td>
<td align="center">Tidak</td>
<td align="center">Tidak</td>
<td>Untuk memperjelas pemisahan, tanda hubung dan tanda pisah dapat diberi spasi sebelum dan setelahnya.</td>
</tr>
<tr>
<td>Tanda petik dan kurung</td>
<td align="center">Ya</td>
<td align="center">Ya</td>
<td>Spasi sebelum tanda pembuka dan setelah tanda penutup. Bagian yang diapit tidak dipisahkan dengan spasi dengan tanda pengapitnya. Contoh: “Kalimat”, SIM (surat izin mengemudi).</td>
</tr>
<tr>
<td><a href="http://id.wikisource.org/wiki/EYD#I._Tanda_Elipsis_.28....29">Tanda elipsis</a></td>
<td align="center">Ya</td>
<td align="center">Ya</td>
<td>Tanda elipsis yang berada di akhir kalimat ditambahkan satu titik tanpa spasi di antara kedua tanda tersebut.</td>
</tr>
<tr>
<td><a href="http://id.wikisource.org/wiki/EYD#O._Tanda_Penyingkat_atau_Apostrof_.28.27.29">Tanda apostrof</a></td>
<td align="center">Ya</td>
<td align="center">Tidak</td>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Cara penulisan yang kurang sesuai dengan pedoman ini yang sering ditemukan antara lain:</p>
<ol>
<li>Spasi sebelum tanda tanya</li>
<li>Spasi sebelum dan setelah garis miring</li>
<li>Spasi antara tanda kurung dengan bagian yang diapit</li>
</ol>
<p>Spasi memang hanya sekadar ruang kosong pada tulisan. Namun, ruang kosong ini kerap sangat berperan dalam meningkatkan keterbacaan suatu tulisan.</p>
<p><em>Sumber ilustrasi: </em><a href="http://blabbermouthl.blogspot.com/2011/01/spacebar.html"><em>Blabbermouth</em></a></p>
<br />Filed under: <a href='http://ivanlanin.wordpress.com/category/bahasa-indonesia/'>bahasa Indonesia</a> Tagged: <a href='http://ivanlanin.wordpress.com/tag/spasi/'>spasi</a>, <a href='http://ivanlanin.wordpress.com/tag/tanda-baca/'>tanda baca</a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ivanlanin.wordpress.com&#038;blog=623793&#038;post=1480&#038;subd=ivanlanin&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ivanlanin.wordpress.com/2012/09/05/spasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		<georss:point>-6.235545 106.789656</georss:point>
		<geo:lat>-6.235545</geo:lat>
		<geo:long>106.789656</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c97bbd908e2e2a7dbe9fcbf775cf0749?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ivanlanin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ivanlanin.files.wordpress.com/2012/09/spasi.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Spasi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Diskusi terbatas Creative Commons Indonesia</title>
		<link>http://ivanlanin.wordpress.com/2012/07/08/diskusi-terbatas-creative-commons-indonesia/</link>
		<comments>http://ivanlanin.wordpress.com/2012/07/08/diskusi-terbatas-creative-commons-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Jul 2012 09:01:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ivan Lanin</dc:creator>
				<category><![CDATA[komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[creative commons]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ivanlanin.wordpress.com/?p=1461</guid>
		<description><![CDATA[Pada hari Sabtu, 7 Juli 2012 kemarin, Creative Commons Indonesia (CCID) menyelenggarakan diskusi terbatas lisensi Creative Commons (CC) bahasa Indonesia di Pusat Studi Jepang, Universitas Indonesia, Depok. Diskusi ini terutama bertujuan untuk mendapatkan masukan tentang draf lisensi CC yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia agar dapat lebih dipahami oleh masyarakat. Alhamdulillah, acara yang berlangsung antara pukul [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ivanlanin.wordpress.com&#038;blog=623793&#038;post=1461&#038;subd=ivanlanin&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright" src="http://wikimedia.or.id/w/images/thumb/8/8c/Undangan_Creative_Commons_Indonesia.jpg/250px-Undangan_Creative_Commons_Indonesia.jpg" alt="" width="250" height="226" />Pada hari Sabtu, 7 Juli 2012 kemarin, <a href="http://creativecommons.or.id/">Creative Commons Indonesia</a> (CCID) menyelenggarakan <a href="http://wikimedia.or.id/wiki/Diskusi_Terbatas_Lisensi_Creative_Commons_untuk_Indonesia">diskusi terbatas</a> lisensi Creative Commons (CC) bahasa Indonesia di Pusat Studi Jepang, Universitas Indonesia, Depok. Diskusi ini terutama bertujuan untuk mendapatkan masukan tentang draf lisensi CC yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia agar dapat lebih dipahami oleh masyarakat. Alhamdulillah, acara yang berlangsung antara pukul 9.00 hingga 15.00 ini berjalan lancar dan menghasilkan banyak masukan yang berharga bagi kami.</p>
<p><span id="more-1461"></span><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lisensi_Creative_Commons">Lisensi CC</a> adalah suatu bentuk surat perjanjian lisensi sesuai dengan pasal 45 <a href="http://id.wikisource.org/wiki/Undang-Undang_Republik_Indonesia_Nomor_19_Tahun_2002">UU 19/2002 tentang hak cipta</a> Indonesia. Lisensi ini merupakan jembatan antara <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hak_cipta">hak cipta</a> tradisional (<em>copyright</em>) dengan kebebasan yang dibawa oleh gerakan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Copyleft"><em>copyleft</em></a> dan konsep <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Domain_publik">domain publik</a>. Dengan kombinasi hak dasarnya, lisensi CC memberikan pilihan kepada pencipta untuk melepas (atau mempertahankan) beberapa hak atas ciptaannya (<em>some rights reserved</em>). Informasi lebih lengkap tentang lisensi CC dalam bentuk tanya jawab dapat dibaca <a href="http://wiki.creativecommons.or.id/FAQ">di situs CCID</a>.</p>
<p>Sebagai Wikipediawan, saya berkepentingan dengan adaptasi CC karena Wikipedia dan proyek-proyek lain Wikimedia <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Licensing_update">mengubah lisensinya</a> menjadi CC BY-SA per tanggal 15 Juni 2009. Saya merasa mendapat durian runtuh saat bertemu dengan <a href="http://arijuliano.blogspot.com/">Ari Juliano</a> pada <a href="http://www.slideshare.net/arijuliano/being-an-iprminded-blogger-presentation">Pesta Blogger 2008</a>. Sebagai ahli hukum yang menaruh perhatian terhadap <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kekayaan_intelektual">hak kekayaan intelektual</a>, Ari sangat tertarik dengan konsep Creative Commons yang menawarkan kompromi antara pelindungan pencipta dengan kebebasan pengguna. Sejak pertemuan itu, saya dan Bang Ajo telah sepakat untuk mengupayakan adaptasi lisensi CC ke dalam bahasa dan ranah hukum Indonesia agar dapat lebih dipahami oleh para pencipta Indonesia.</p>
<p>Kesibukan kami berdua membuat upaya adaptasi lisensi CC ini tidak berjalan lancar. Pada tahun 2011, berkat dorongan persisten dari <a href="http://wikimedia.or.id/wiki/Siska_Doviana">Siska Doviana</a>, Direktur Eksekutif Wikimedia Indonesia, prakarsa CCID berhasil mendapat hibah dari Ford Foundation. Kami pun mendapat tambahan tenaga dari <a href="http://twitter.com/nitasudharto">Nita Sudarto</a> untuk melaksanakan proyek CCID yang juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hak cipta di kalangan pengguna internet Indonesia ini.</p>
<p>Pelaksanaan diskusi kemarin hanyalah awal dari perjalanan panjang untuk <a href="http://www.wikimedia.or.id/wiki/Wikimedia_Indonesia">membebaskan pengetahuan</a> sekaligus menghargai para pencipta. Bismillah.</p>
<p><em>Sumber gambar: <a href="http://wikimedia.or.id/wiki/Berkas:Undangan_Creative_Commons_Indonesia.jpg">Wikimedia Indonesia</a></em></p>
<br />Filed under: <a href='http://ivanlanin.wordpress.com/category/komunitas/'>komunitas</a> Tagged: <a href='http://ivanlanin.wordpress.com/tag/creative-commons/'>creative commons</a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ivanlanin.wordpress.com&#038;blog=623793&#038;post=1461&#038;subd=ivanlanin&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ivanlanin.wordpress.com/2012/07/08/diskusi-terbatas-creative-commons-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		<georss:point>-6.235545 106.789656</georss:point>
		<geo:lat>-6.235545</geo:lat>
		<geo:long>106.789656</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c97bbd908e2e2a7dbe9fcbf775cf0749?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ivanlanin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wikimedia.or.id/w/images/thumb/8/8c/Undangan_Creative_Commons_Indonesia.jpg/250px-Undangan_Creative_Commons_Indonesia.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Gurih</title>
		<link>http://ivanlanin.wordpress.com/2012/07/02/gurih/</link>
		<comments>http://ivanlanin.wordpress.com/2012/07/02/gurih/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jul 2012 00:05:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ivan Lanin</dc:creator>
				<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[pengecapan]]></category>
		<category><![CDATA[rasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ivanlanin.wordpress.com/?p=1444</guid>
		<description><![CDATA[Gurih adalah salah satu dari lima rasa dasar, bersama dengan manis, asam, asin, dan pahit. Secara kimiawi, rasa gurih ditimbulkan oleh asam amino glutamat dan ribonukleotida yang terkandung dalam berbagai jenis makanan, termasuk daging, ikan, sayur, dan produk susu. Dalam bahasa Inggris dan berbagai bahasa lain seperti bahasa Prancis dan Spanyol, jenis rasa ini disebut umami, serapan dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ivanlanin.wordpress.com&#038;blog=623793&#038;post=1444&#038;subd=ivanlanin&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignright" style="width: 160px"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/e7/Taste_buds.svg/150px-Taste_buds.svg.png" alt="" width="150" height="256" /><p class="wp-caption-text">Mitos peta rasa: (1) pahit, (2) asam, (3) asin, dan (4) manis.</p></div>
<p>Gurih adalah salah satu dari <a href="http://www.umamiinfo.com/2011/02/What-exactly-is-umami.php">lima rasa dasar</a>, bersama dengan manis, asam, asin, dan pahit. Secara kimiawi, rasa <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gurih">gurih</a> ditimbulkan oleh asam amino <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asam_glutamat">glutamat</a> dan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nukleotida">ribonukleotida</a> yang terkandung dalam berbagai jenis makanan, termasuk daging, ikan, sayur, dan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Produk_susu">produk susu</a>. Dalam bahasa Inggris dan berbagai bahasa lain seperti bahasa Prancis dan Spanyol, jenis rasa ini disebut <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Umami"><em>umami</em></a>, serapan dari bahasa Jepang. Kata <em>gurih</em> yang kita pakai untuk menggambarkan konsep <em>umami</em> ini berasal dari kosakata <a href="http://books.google.co.id/books?id=l55NzTsukywC&amp;pg=PA270&amp;dq=gurih">bahasa Jawa</a> yang bermakna &#8221;enak rasanya&#8221;.</p>
<p><span id="more-1444"></span>Sejak <a href="http://www.npr.org/templates/story/story.php?storyId=15819485">zaman Demokritos</a>, umat manusia hanya mengenal empat rasa dasar. Profesor <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kikunae_Ikeda">Kikunae Ikeda</a> dari Universitas Imperial Tokyo, Jepang mendobrak pemahaman ini pada tahun 1908 dengan mengenalkan <em>umami</em> (うま味), istilah yang diambil dari dari <em>umai</em> (うまい) &#8216;lezat&#8217; dan <em>mi</em> (味) &#8216;rasa&#8217;. Pada tahun 1985, Simposium Internasional Umami I di Hawaii secara resmi mengakui <em>umami</em> sebagai istilah ilmiah untuk menggambarkan rasa glutamat dan nukleotida. Rasa <em>umami</em> dapat dikecap oleh semua kuncup rasa (<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Taste_bud"><em>taste bud</em></a>) manusia.</p>
<p>Penemuan rasa gurih juga menguatkan kekeliruan konsep &#8220;peta rasa&#8221; (<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Tongue_map"><em>tongue map</em></a> atau <em>taste map</em>). Konsep ini, yang digambarkan pada gambar di atas, menyatakan bahwa tiap bagian lidah secara eksklusif bertanggung jawab terhadap satu jenis rasa. Berbagai penelitian mutakhir ternyata menunjukkan bahwa semua rasa <a href="http://www.nytimes.com/2008/11/11/health/11real.html">dapat dikecap</a> oleh semua bagian lidah, meskipun ada bagian yang lebih sensitif terhadap suatu jenis rasa.</p>
<p>Selain lima rasa dasar tersebut, ada <a href="http://www.umamiinfo.com/2011/02/What-exactly-is-umami.php">dua rasa lain</a> yang dapat dikenali oleh indra pengecapan kita, yaitu <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pedas">pedas</a> (<em>spicy</em> atau <em>piquance</em>) dan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kelat">kelat</a> (<em>astringent</em>). Sebagai <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Orang_Minang">orang Minang</a>, sabananyo ambo heran, baa kok biso padeh indak dianggap raso dasar?</p>
<p>Tambahan rujukan ilmiah tentang mitos <em>taste map</em> dari <a href="http://avianto.com">Om Boy</a>: <a href="http://twitter.com/avianto/status/219584485702909955">LiveScience</a> dan <a href="http://twitter.com/avianto/status/219584254143762432">Scientific American</a>.</p>
<p><em>Sumber ilustrasi: <a href="http://commons.wikimedia.org/wiki/File:Taste_buds.svg">Wikimedia Commons</a></em></p>
<br />Filed under: <a href='http://ivanlanin.wordpress.com/category/kehidupan/'>kehidupan</a> Tagged: <a href='http://ivanlanin.wordpress.com/tag/pengecapan/'>pengecapan</a>, <a href='http://ivanlanin.wordpress.com/tag/rasa/'>rasa</a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ivanlanin.wordpress.com&#038;blog=623793&#038;post=1444&#038;subd=ivanlanin&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ivanlanin.wordpress.com/2012/07/02/gurih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		<georss:point>-6.235545 106.789656</georss:point>
		<geo:lat>-6.235545</geo:lat>
		<geo:long>106.789656</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c97bbd908e2e2a7dbe9fcbf775cf0749?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ivanlanin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/e7/Taste_buds.svg/150px-Taste_buds.svg.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Keandalan dan kesahihan</title>
		<link>http://ivanlanin.wordpress.com/2012/06/29/keandalan-dan-kesahihan/</link>
		<comments>http://ivanlanin.wordpress.com/2012/06/29/keandalan-dan-kesahihan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jun 2012 00:15:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ivan Lanin</dc:creator>
				<category><![CDATA[bahasa Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[penelitian]]></category>
		<category><![CDATA[reliabilitas]]></category>
		<category><![CDATA[tesis]]></category>
		<category><![CDATA[validitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ivanlanin.wordpress.com/?p=1430</guid>
		<description><![CDATA[Dua konsep menarik yang saya pelajari sewaktu mengerjakan tesis tempo hari adalah keandalan (reliabilitas, reliability) dan kesahihan (validitas, validity) data. Secara sederhana, keandalan adalah kekonsistenan dan kestabilan data atau temuan, sedangkan kesahihan adalah kesesuaian antara objek penelitian dengan data yang dilaporkan. Hubungan kedua konsep ini dengan hasil penelitian dapat dilihat pada ilustrasi sasaran tembak (bullseye) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ivanlanin.wordpress.com&#038;blog=623793&#038;post=1430&#038;subd=ivanlanin&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://commons.wikimedia.org/wiki/File:Keandalan_dan_kesahihan.svg"><img class="alignright" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/d0/Keandalan_dan_kesahihan.svg/250px-Keandalan_dan_kesahihan.svg.png" alt="" /></a>Dua konsep menarik yang saya pelajari sewaktu <a href="http://ivanlanin.wordpress.com/2012/06/21/tesis/">mengerjakan tesis</a> tempo hari adalah keandalan (reliabilitas, <em>reliability</em>) dan kesahihan (validitas, <em>validity</em>) data. Secara sederhana, keandalan adalah kekonsistenan dan kestabilan data atau temuan, sedangkan kesahihan adalah kesesuaian antara objek penelitian dengan data yang dilaporkan. Hubungan kedua konsep ini dengan hasil penelitian dapat dilihat pada ilustrasi sasaran tembak (<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Bullseye_(target)"><em>bullseye</em></a>) di samping. Keandalan digambarkan dengan data yang terkumpul pada tempat yang sama, sedangkan kesahihan digambarkan dengan data yang mengenai sasaran tembak.</p>
<p><span id="more-1430"></span>Kualitas suatu penelitian sangat ditentukan oleh keandalan dan kesahihan data penelitian tersebut. Sebagai tulisan blog, terlalu <em>lebai</em> bila saya menjabarkan kedua konsep ini secara panjang lebar dalam tulisan ini (dan belum tentu benar pula penjelasan saya itu!) Daftar bacaan yang saya sertakan di bawah niscaya dapat dipakai sebagai rujukan bagi yang memerlukan informasi lebih lanjut.</p>
<p>Dari pembahasan yang saya baca dari berbagai rujukan tersebut, hal praktis yang saya petik adalah cara peningkatan keandalan dan kesahihan data. Menurut Herdiansyah (2010), ada empat cara untuk meningkatkan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Rigour"><em>rigor</em></a> penelitian, yaitu memperpanjang waktu penelitian, melakukan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Triangulation_(social_science)">triangulasi</a>, membentuk tim peneliti, dan melakukan pemeriksaan ulang. Nah, ada masalah nan tak (kalah) penting di sini: apa padanan <em>rigor</em> (Amerika) atau <em>rigour</em> (Britania) ini dalam bahasa Indonesia? Ada yang tahu?</p>
<p>Bacaan lanjutan:</p>
<ol>
<li>Creswell, J.W. (2010). <em>Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed</em> (hlm. 284&#8211;289). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.</li>
<li>Herdiansyah, H. (2010). <em>Metodologi Penelitian Kualitatif untuk Ilmu-Ilmu Sosial</em> (hlm. 183&#8211;206). Jakarta: Salemba Humanika.</li>
<li>Sugiyono (2010).  <em>Memahami Penelitian Kualitatif</em> (hlm. 117&#8211;131). Bandung: Alfabeta.</li>
</ol>
<br />Filed under: <a href='http://ivanlanin.wordpress.com/category/bahasa-indonesia/'>bahasa Indonesia</a>, <a href='http://ivanlanin.wordpress.com/category/kehidupan/'>kehidupan</a> Tagged: <a href='http://ivanlanin.wordpress.com/tag/penelitian/'>penelitian</a>, <a href='http://ivanlanin.wordpress.com/tag/reliabilitas/'>reliabilitas</a>, <a href='http://ivanlanin.wordpress.com/tag/tesis/'>tesis</a>, <a href='http://ivanlanin.wordpress.com/tag/validitas/'>validitas</a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ivanlanin.wordpress.com&#038;blog=623793&#038;post=1430&#038;subd=ivanlanin&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ivanlanin.wordpress.com/2012/06/29/keandalan-dan-kesahihan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		<georss:point>-6.235545 106.789656</georss:point>
		<geo:lat>-6.235545</geo:lat>
		<geo:long>106.789656</geo:long>
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c97bbd908e2e2a7dbe9fcbf775cf0749?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ivanlanin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/d0/Keandalan_dan_kesahihan.svg/250px-Keandalan_dan_kesahihan.svg.png" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
