Penghubung antarkalimat

Penghubung antarkalimat (discourse connective) adalah kata atau ungkapan yang menghubungkan suatu kalimat dengan kalimat lain dalam satu alinea guna menambah kepaduan wacana. Penghubung antarkalimat diletakkan di awal kalimat — tetapi bukan di awal kalimat pertama suatu paragraf — dan diikuti dengan tanda koma. Contoh penghubung antarkalimat adalah akan tetapi, jadi, dan oleh sebab itu.

Pedoman EYD tidak memberikan daftar lengkap ungkapan yang dapat berfungsi sebagai penghubung antarkalimat. Berdasarkan beberapa rujukan, ada 53 ungkapan yang dapat dipakai sebagai penghubung antarkalimat. Daftar ini mungkin tidak lengkap, tetapi, paling tidak, kata atau frasa yang berada dalam senarai ini dapat digunakan sebagai rujukan oleh para pengguna bahasa.

Berikut ini daftar kata atau frasa yang biasa dipakai sebagai penghubung antarkalimat dalam bahasa Indonesia.

  1. Agaknya, …
  2. Akan tetapi, …
  3. Akhirnya, …
  4. Akibatnya, …
  5. Artinya, …
  6. Berkaitan dengan itu, …
  7. Biarpun begitu, …
  8. Biarpun demikian, …
  9. Contohnya, …
  10. Dalam hal ini, …
  11. Dalam hubungan ini, …
  12. Dalam konteks ini, …
  13. Dengan demikian, …
  14. Dengan kata lain, …
  15. Di pihak lain, …
  16. Di samping itu, …
  17. Di satu pihak, …
  18. Jadi, …
  19. Jika demikian, …
  20. Kalau begitu, …
  21. Kalau tidak salah, …
  22. Karena itu, …
  23. Kecuali itu, …
  24. Lagi pula, …
  25. Meskipun begitu, …
  26. Meskipun demikian, …
  27. Misalnya, …
  28. Namun, …
  29. Oleh karena itu, …
  30. Oleh sebab itu, …
  31. Pada dasarnya, …
  32. Pada hakikatnya, …
  33. Pada prinsipnya, …
  34. Paling tidak, …
  35. Sebagai kesimpulan, …
  36. Sebaiknya, …
  37. Sebaliknya, …
  38. Sebelumnya, …
  39. Sebenarnya, …
  40. Sebetulnya, …
  41. Sehubungan dengan itu, …
  42. Selain itu, …
  43. Selanjutnya, …
  44. Sementara itu, …
  45. Sesudah itu, …
  46. Sesungguhnya, …
  47. Setelah itu, …
  48. Sungguhpun begitu, …
  49. Sungguhpun demikian, …
  50. Tambahan lagi, …
  51. Tambahan pula, …
  52. Untuk itu, …
  53. Walaupun demikian, …

Rujukan:

  • Eneste, P. (2012). Buku Pintar Penyuntingan Naskah Edisi Kedua (Revisi). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
  • Sugono, D. (Ed.). (2007). Buku Praktis Bahasa Indonesia Jilid 1. Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional.
  • Trim, B. (2012). Tak Ada Naskah yang Tak “Retak”: Panduan Profesional Editing Naskah. Bandung: Trim Komunikata.
About these ads

Perihal Ivan Lanin
Wikipediawan, pencinta bahasa Indonesia, dan pendukung Creative Commons.

5 Tanggapan untuk Penghubung antarkalimat

  1. Gentole mengatakan:

    Setidaknya? Pada sejatinya? Bagaimanapun?

  2. walank ergea mengatakan:

    Terima kasih, Om Ipan :)

  3. Irfan mengatakan:

    Barangkali, Caping salah ejaan? :P

  4. Ade Malsasa Akbar mengatakan:

    Aaaah, konsep gambar teks yang sangat elegan. Saya paham maksudnya. Dan lebih paham lagi, kalau ini indah :)

    Tak terpikirkan!

  5. tia mengatakan:

    InformasInya Kurang lengkap..
    Tdak ª∂a̲̅ ađition ,contrast,consequence,ncomparasionnya

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

%d bloggers like this: