Kalimat efektif

Bagi pengguna Twitter, pembuatan kalimat yang efektif–selain efisien tentunya–adalah suatu keterampilan yang harus dimiliki. Hal ini yang mungkin membuat banyak pekicau akhirnya memilih untuk menggunakan bahasa Inggris dalam kicauannya: karena merasa bahwa kalimat dalam bahasa itu lebih efektif daripada kalimat dalam bahasa Indonesia. Saya pikir pendapat itu tidak benar dan mungkin disebabkan oleh kurangnya keterampilan kita dalam membuat kalimat efektif dalam bahasa Indonesia.

Saya bukan lulusan linguistik yang familier dengan teori tentang kalimat efektif. Karena itu, sewaktu tadi sore membaca buku Sintaksis karangan Zaenal Arifin dan Junaiyah, saya sangat senang menemukan subbab pendek yang membahas tentang hal itu. Lumayan juga sebagai pengisi waktu sambil menunggu Arka selesai bermain di tempat bermain Circus, PIM 2. Sebagai upaya untuk mengingat, saya coba sarikan isi subbab itu di sini meskipun tidak akan selengkap isi bukunya.

Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat memunculkan gagasan sesuai dengan apa yang ada di dalam pikiran penulis atau pembicara kepada pembaca atau pendengarnya. Ada tujuh ciri kalimat efektif; empat di antaranya dijabarkan di bawah ini.

  1. Kesepadanan struktur: kesepadanan antara pikiran dan struktur bahasa yang digunakan yang diperlihatkan dengan keutuhan gagasan atau ide. Kesepadanan ini dapat dicirikan oleh empat hal seperti di bawah ini.
    1. Hadirnya subjek (S) dan predikat (P): suatu kalimat harus memiliki S dan P yang jelas. Ketidakjelasan dapat timbul karena adanya kata depan yang terletak di depan subjek.
    2. Tidak hadirnya subjek ganda: suatu klausa atau kalimat tunggal hanya boleh memiliki satu subjek. Jika ada lebih dari satu subjek, subjek yang lain harus dibuang.
    3. Tidak hadirnya kata hubung intrakalimat pada kalimat tunggal: kata hubung seperti sedangkan dan sehingga hanya digunakan dalam kalimat majemuk dan tidak boleh ada dalam kalimat tunggal. Perbaikannya bisa dilakukan dengan (1) mengubah kalimat menjadi kalimat majemuk atau (2) menggunakan kata hubung antarkalimat seperti sebaliknya atau oleh sebab itu.
    4. Tidak hadirnya kata yang di depan predikat: kehadiran yang akan mengakibatkan kalimat kehilangan predikat. Oleh karenanya, yang harus dibuang dari kalimat tersebut.
  2. Kesejajaran bentuk: kesamaan bentuk kata yang digunakan dalam kalimat, misalnya semuanya kata benda atau semuanya kata kerja.
  3. Ketegasan makna: peletakan bagian yang ingin ditegaskan di awal kalimat agar pembaca dapat dengan mudah mendapat informasi itu. Ketegasan juga dapat dilakukan dengan menghilangkan keterangan yang mengaburkan hubungan antara S dan P.
  4. Kehematan kata: tidak menggunakan kata, frasa, atau bentuk lain yang tidak perlu dengan tetap tidak menyalahi kaidah tata bahasa. Hal ini dapat dicapai dengan beberapa cara berikut.
    1. Penghilangan subjek yang sama pada anak kalimat.
    2. Penghindaran pemakaian superordinat pada hiponimi.
    3. Penghindaran pemakaian sinonim pada satu kalimat.

Contoh-contoh yang diberikan cukup membantu memahami maksud penulis, meskipun akan terlalu banyak kalau disertakan di sini berikut dengan penjelasannya. Saya coba berikan saja beberapa contoh kalimat yang tidak efektif menurut buku ini.

Bagi mahasiswa perguruan tinggi ini, harus membayar kuliah pada akhir bulan September.

Pemeriksaan soal-soal itu kami dibantu oleh para mahasiswa.

Kami datang agak terlambat. Sehingga kami tidak dapat mengikuti acara pertama.

Sekolah kami yang terletak di dekat Pasar Minggu.

Kebobrokan perusahaan itu tersembunyi dengan rapi dan penutupannya dengan sangat cermat.

Haji Rusdi, selaku pembina pesantren di desa kita ini, yang telah amat berjasa membawa putra putri kita ke masyarakat modern yang terdidik, akan menjalani operasi ginjal besok pagi.

Karena dia tidak diundang, dia tidak datang ke pesta perpisahan tersebut.

Ia memakai baju warna merah muda.

Anda dipersilakan naik ke atas untuk beristirahat.

Tiga ciri lain, yaitu kecermatan penalaran, kepaduan gagasan, dan kelogisan bahasa tidak diuraikan oleh penulisnya; entah sengaja atau tidak. Nanti saya coba cari dari sumber-sumber lain. Sementara itu, saya coba praktikkan keempat butir ini, ah. Mudah-mudahan bisa membuktikan bahwa bahasa Indonesia tidak kalah efektifnya dengan bahasa Inggris.

Sambil lalu, tahukah Anda bahwa kata efektif itu punya sinonimi yang sekarang sudah jarang sekali kita dengar? Kalau belum, mari saya perkenalkan dengan mangkus dan berhasil guna.

About these ads

Perihal Ivan Lanin
Wikipediawan, pencinta bahasa Indonesia, dan pendukung Creative Commons.

8 Responses to Kalimat efektif

  1. Wahyu Ginting mengatakan:

    Atau, jangan-jangan, banyak pengguna twitter yang menyangka bahasa Indonesia tak mangkus karena sifat fonologisnya: teba suku-kata (alias bersuku-kata banyak)?

  2. Ping-balik: Berpindah penyedia jasa BlackBerry « nan tak (kalah) penting

  3. Ping-balik: Berpindah penyedia layanan BlackBerry « nan tak (kalah) penting

  4. Xtradi mengatakan:

    Coba bandingkan biaya sms dengan kalimat bahasa indonesia yang EYD dengan bahasa inggris? lebih murah yang mana?

    Menurut saya karena twitter sifat pesannya harus ringkas maka mau tak mau harus menggunakan bahasa yang lebih sedikit suku katanya, yaitu bahasa inggris.

    Dan untuk bahasa indonesia yang tidak efektif, dari sejak dulu itu sangat membantu membuat tugas penulisan (contohnya karya tulis) yang nilainya dihitung dari halamannya. hehehe

  5. Billy Koesoemadinata mengatakan:

    efektif bukannya tepat-guna ya?

    btw, iya nih.. twitter bikin kosakata jadi susah untuk semakin lebih meng-Indonesia. padahal, bahasa Indonesia itu sangat kaya dan beragam!

  6. yudhi09 mengatakan:

    hemmm…cukup membantu….thanks ya….

  7. stevy mengatakan:

    yah hmpir membantu…thank’s

  8. Stella mengatakan:

    terimakasih banyak Ivan, atas postingan ini.
    hal2 teknis mengenai penulisan kalimat berbahasa Indonesia yang baik dan benar
    saya ketahui lebih jelas melalui postingan ini.
    saya merasa terbantu sekali saat mengerjakan tugas penulisan ilmiah.
    sekali lagi, terimakasih Ivan.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: