Pohon keluarga

Silsilah, disebut juga trah atau pohon keluarga, adalah suatu bagan yang menampilkan hubungan keluarga dalam suatu struktur pohon. Cabang ilmu yang mempelajari keluarga dan melacak garis keturunan serta sejarahnya disebut dengan genealogi, dari bahasa Yunani γενεά (genea, “keturunan”) dan λόγος (logos, “pengetahuan”).

Sewaktu lebaran kemarin, keluarga saya mendapat giliran sebagai panitia halal bihalal keluarga besar Soerodiwirio, kakek buyut istri saya. Eyang buyut Soeradi Soerodiwirio punya 12 anak yang masing-masing membentuk keluarga (secara berurutan) Bandero, Soejatman, Sitar, Soernah, Soenardjo, Panoedjoe, Wahjoe (kakek istri saya), Soendoro, Soeprapto, Wisnoe, Soetidjab, dan Soenoe. Harap diingat bahwa semua nama tersebut menggunakan ejaan van Ophuijsen, jadi “j” dibaca “y”, “dj” dibaca “j”, dan “oe” dibaca “u”. Setiap tahun acara halal bihalal ini selalu rutin diadakan. Malah konon, dulu sewaktu masing-masing belum beranak pinak sampai banyak seperti sekarang, hampir setiap minggu mereka saling bertemu.

Dengan senang hati saya mengajukan diri masuk bagian sekretariat, tepatnya pengolahan data keluarga, karena sudah terbayang nikmatnya limpahan data yang bakal harus diolah. Ternyata benar, setelah disensus, total terdapat 563 individu dari 4 generasi keturunan Eyang Soerodiwirio! Dari jumlah tersebut, 52 orang telah wafat sehingga ada 511 orang yang harus diundang ke acara halal bihalal. Akhirnya, dari absensi acara, total jumlah keluarga yang hadir adalah 274 orang atau sekitar 54 persen dari jumlah yang mungkin hadir. Hmmm, tidak terlalu buruk kan?

Yang cukup menarik adalah proses pengumpulan data dan pembuatan silsilah keluarga. Upaya ini sebenarnya telah dilakukan sejak lama, tapi mungkin karena hambatan komunikasi dan memang jumlah keluarga yang sudah sangat besar, silsilah dan data keluarga yang lengkap belum terwujud.

Geni

Kebetulan dari pengalaman menjelajah situs jejaring sosial, saya sudah pernah mendaftar di Geni, suatu situs jejaring sosial mirip facebook, tapi lebih ditujukan untuk orang-orang yang memiliki pertalian kerabat. Berdasarkan informasi lisan dari ibu mertua, mulailah dilakukan upaya untuk membuat pohon keluarga Soerodiwirio yang lengkap. Untungnya, panitia tahun 2007 sudah memulai upaya serupa dan masih memiliki berkas lembar kerja sebagai data awal untuk dipergunakan. Milis keluarga juga sudah pernah dibuat tahun lalu di Yahoo! Groups.

Geni memiliki fitur yang cukup baik sebagai suatu situs jejaring sosial bagi anggota keluarga. Tampilannya cukup bagus dan mudah untuk digunakan. Beberapa fitur berguna yang dimilikinya adalah:

  • Rangkuman berita keluarga (family news) mengenai perubahan data yang terjadi, foto yang dimuat, komentar yang dikirimkan.
  • Kalender ulang tahun individu dan ulang tahun perkawinan anggota keluarga serta pengiriman email pengingat ke anggota keluarga lain menjelang tanggal-tanggal tersebut.
  • Pohon keluarga dalam bentuk aplikasi Flash yang mudah digunakan.
  • Halaman profil individu yang memuat informasi mengenai orang tersebut, serta alur hubungannya dengan kita.
  • Garis waktu (timeline) seorang individu seperti kelahiran, menikah, pendidikan, bekerja, dll. Juga bisa suatu dibuat suatu peristiwa khusus seperti acara halal bihalal, dll.
  • Pemuatan foto dan video yang tidak dibatasi serta pemberian tag untuk seseorang di foto atau video tersebut.
  • Pemberian komentar di buku tamu individu serta di suatu acara/peristiwa atau foto.

Situs lain yang serupa dengan Geni antara lain adalah MyHeritage dan Genoom, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangannya tersendiri. Keunggulan Geni yang paling utama yang saya rasakan adalah akun gratis Geni tidak membatasi besar berkas yang bisa dimuat. Untuk saya ini penting karena salah satu hal paling menarik untuk dibagi dengan anggota keluarga adalah foto dan video. Bagian layanan pelanggannya juga sangat responsif terhadap pertanyaan. Dalam waktu satu hari biasanya email pertanyaan saya sudah dijawab oleh mereka.

Kelemahan Geni antara lain adalah:

  • Kurang lengkapnya halaman bantuannya, walaupun ini bisa diimbangi dengan keberadaan forum pengguna dan layanan pelanggan yang baik.
  • Tidak menyediakan pilihan bahasa lain selain bahasa Inggris yang rasanya akan sangat mengurangi potensi pengguna mereka dari negara-negara yang cukup fanatik menggunakan bahasanya sendiri seperti bahasa Jepang, bahasa Spanyol, bahasa Indonesia (?), dll.
  • Tidak tersedianya laporan-laporan statistik seperti sebaran anggota keluarga menurut jenis kelamin, umur, dll.
  • Tidak adanya fitur sinkronisasi dengan aplikasi destop genealogi selain melalui berkas GEDCOM.
  • Tidak adanya fasilitas ekspor pohon keluarga atau daftar keluarga ke berkas seperti CSV atau JPG.

Di luar kelemahan-kelemahan tersebut, secara keseluruhan, Geni sangat memadai untuk menjadi suatu situs jejaring sosial untuk anggota keluarga.

Untuk menutupi kelemahan dari sisi pelaporan dan fitur ekspor, terpaksa saya melirik aplikasi destop genealogi. Ada dua aplikasi yang saya gunakan, yaitu aplikasi berbayar Family Tree Maker dari The Generations Network serta aplikasi gratis Ahnenblatt dari Dirk Böttcher.

Dampak

Terus terang, sampai halal bihalal tahun lalu (2007), sangat sedikit dari 500 lebih anggota keluarga istri saya yang saya kenal. Tiap tahun datang ke acara tersebut selalu hanya berkumpul dengan keluarga dekat (Wahjoe) dan jarang sekali bergabung dengan keluarga lain. Tapi tahun ini, dari 274 orang yang hadir, hanya kurang dari 5 orang yang tidak berhasil saya kenali. Ternyata sangat menyenangkan punya keluarga besar.

Sekarang, keluarga Sosrohadiwardodjo, Mardana, Kramadibrata, Lanin, dan Azis sudah menunggu untuk dibuatkan pohon keluarganya. Tapi sebelumnya, saya harus kembali ke rutinitas dulu.

About these ads

Perihal Ivan Lanin
Wikipediawan, pencinta bahasa Indonesia, dan pendukung Creative Commons.

13 Responses to Pohon keluarga

  1. salsabeela mengatakan:

    Thanks Ivan, gue juga kayaknya perlu campur tangan nih. Silsilah keluarga nggak jadi-jadi katanya

  2. sahatmrt mengatakan:

    :mrgreen: tulisannya bagus mas, informatif.

  3. Bahagia Arbi mengatakan:

    Pak Ivan merupakan salah satu teman terunik yg saya kenal lewat milis bahtera. Keunikan karena wawasan luas beliau ini telah membangkitkan semangat muda saya untuk dapat meniru apa yg telah beliau lakukan dalam hidup dan kehidupannya. Silsilah keluarga penting utk mengetahui siapakah kita?….oke Pak Ivan, Makasih atas info2nya. Kalo ke Banda Aceh hubungi aku ya?..:)

  4. RD mengatakan:

    Wow, awesome review Pak.

    Dulu udah pernah nyoba Geni tapi gw deactivate account-nya krn gak ngerasa butuh. Tapi abis baca ulasan (dan back-story) ini jadi pengen utak atik lagi. Salut.

  5. icha mengatakan:

    itu keluarganya banyak bgt yaaaaa….
    *curiga* kira2 apal ga ya nama satu2 *0*
    ;p

  6. Rima mengatakan:

    salam kenal Pak Ivan…nice story…kenalkan pendatang baru di dunia blogging…

  7. Kraps mengatakan:

    Lah, kang Ivan nih jawir juga toh? Kirain padang :)

    Kembangraps

  8. HASSAN THE KEY mengatakan:

    perlu juga punya pohon silsilah.
    sy sendiri msh kesulitan mengumpulkan data 3 nama keluarga besar ke atas ( dari ayah saya, kakek, buyut, bao )tapi skrng sdg diupayakan

  9. dudi mengatakan:

    bos, kayaknya dynastree.com juga layak coba tuh :)

  10. amel mengatakan:

    waaa..gimana caranya join ne???g masuk2..padahal pngen bgt ikutan

  11. Ahmad Abdul Haq mengatakan:

    Kalau suka, mari bergabung dengan forum diskusi Geni.com berbahasa Indonesia: http://genifamilytree.multiply.com.

  12. Ping-balik: Sebuah Entri Blog Tentang Pohon Keluarga | Ahmad Abdul Haq

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: