Koma serial
24 Februari 2012 5 Komentar

Butir pertama pada bagian penggunaan tanda koma pedoman EyD kita berbunyi, “Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan.” Contoh-contoh pada pedoman itu menunjukkan bahwa, selain di antara masing-masing butir, tanda koma juga diberikan sebelum kata sambung (misalnya “dan”) pada akhir daftar:
- Saya membeli kertas, pena, dan tinta.
- Surat biasa, surat kilat, ataupun surat kilat khusus memerlukan prangko.
Salah satu kata yang tampaknya mulai dilupakan oleh para penutur Indonesia kiwari adalah “





Sebagai pemrogram komputer, saya sangat familier dengan pasangan if-then, yang dalam bahasa Indonesia biasa diterjemahkan menjadi pasangan jika-maka. Pasangan ini merupakan salah satu dari 

Komentar