Pindah ke rumah sendiri
3 November 2012 18 Komentar

Sumber gambar: YHTR
Sejak menikah pada tahun 2001, saya tinggal di rumah mertua. Pada awal tahun 2012, saya dan keluarga pindah ke rumah sendiri. Banyak hal yang biasanya tinggal kami terima beres kini harus kami urus sendiri, seperti menyiapkan perabot dan perlengkapan rumah, membeli keperluan rutin, dan membayar tagihan-tagihan rumah. Walaupun merepotkan dan menyita waktu, ternyata menyenangkan juga punya rumah sendiri.
Saat masih tinggal di rumah mertua tersebut, saya mulai merintis blog ini. Tak terasa lima tahun lebih telah berlalu sejak saya menerbitkan tulisan pertama — yang sangat pendek — di blog ini. Meskipun semangat menulis saya naik turun, sudah 220 tulisan yang berhasil saya terbitkan di sini sejak itu. Pada pertengahan tahun 2007 itu, saya memilih menginangi blog saya di wordpress.com karena lebih mudah ketimbang menyiapkan server sendiri. Ibarat menumpang tinggal di rumah orang, saya tinggal datang dan menggunakan fasilitas yang sudah disediakan oleh sang pemilik rumah maya ini.

When you go to your limits, your limits will expand. (Robin Sharma, 2010, hlm. 98)

Tadi siang, 8 September 2012, saya mengikuti acara syukuran dan pelepasan wisudawan pascasarjana Fasilkom UI di gedung Sabha Widya, kampus UI, Depok. Alhamdulillah, akhirnya perjalanan menempuh pendidikan selama tiga tahun berhasil saya tuntaskan dan gelar
Salah satu hal kecil yang sering mengganggu saya sewaktu memeriksa tulisan-tulisan pada 

Komentar